• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Azzam Ihkamul Ahkam Syarah Umdatul Ahkam [ 2 Jilid Lengkap ] Penulis : Imam Ibnu Daqieq Al Ied ; Penerbit : Pustaka Azzam .. Product #: AZ-00072-SET Regular price: Rp 342.000 Rp 342.000

Ihkamul Ahkam Syarah Umdatul Ahkam, Imam Ibnu Daqieq Al Ied, Penerbit Pustaka Azzam

Harga: Rp 342.000  Rp 273.000

- +

     Sesungguhnya Allah Ta'ala dengan segala hikmah-Nya telah memutuskan untuk mengutus para rasul kepada manusia, agar para Rasul ini menjadi suri tauladan bagi kaumnya masing-masing. Sehingga manusia dapat mengikuti petunjuk para rasul, mereka beramal seperti amal para rasul. Untuk itu, Allah telah menurunkan kitab kepada para Rosul agar diajarkan kepada manusia. Maka jadilah manusia beramal berdasarkan amalan para rasul 'alaihimus salam.
Akan tetapi sebagian orang telah merubah risalah-risalah Allah, dimana mereka diperintahkan untuk menjaga risalah tersebut. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman
"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan." (QS. Maryam: 69)
Ketika Allah -dengan hikmah-Nya hendak menutup risalah dan mengakhiri nubuwwat/wahyu-Nya, Dia mengutus seorang rasul terakhir , kepadanya Dia turunkan kitab yang berisi hukum-hukum syariat Lalu rasul terakhir itu, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- mengamalkan isi tersebut dan menyampaikannya kepada umat. Sebagian umatnya mengikuti isi kitab itu.
Dengan hikmah, ilmu, dan kuasa-Nya pula, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menjaga risalah ini, Allah menjadikan nash al-Qur'an tetap terpelihara, dan nash as-Sunnah terpraktikkan. Maka manusia saat ini mendapati adanya nash (tulisan) dan praktik sekaligus. Dan para ulama-lah yang mentransfer ajaran al-Qur'an, as-Sunnah, dan pemahaman -sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah - kepada orang lain. Para shahabat telah memberikan pemahaman yang baik tentang agama kepada para tabi'in. Manusia mewarisi ilmu dari orang besar yang disampaikan melalui orang besar pula, dari satu generasi ke generasi berikutnya, sedangkan para ulama berjasa karena mereka berusaha agar ilmu mudah untuk dipahami. Dengan itu, maka berkembanglah berbagai macam disiplin ilim syari'at seperti ilmu fiqih dan ilmu ushul fiqih. Dan ilmu mereka tentang al-Qur'an, cara penulisan huruf dan makhrajnya pun berkembang, demikian pula halnya dengan hadits, karena keduanya merupakan sumber hukum.
       Karena itu pula bermunculanlah ilmu fiqih dan madzhab-madzhab fiqhiyah yang berbeda-beda, dan para ulama' berlomba untuk beristhinbath (mengeksplorasi al-Qur'an dan as-Sunnah untuk menentukan suatu hukum) yang benar berdasarkan nash nash al-Qur'an dan as-Sunnah tersebut, dan membatasi pemahaman mereka dengan apa yang telah diamalkan para salafus shalih.
Para ulama pula yang mengumpulkan nash-nash atau naskah-naskah perkataan, perbuatan, dan taqrir Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- , sehingga ia menjadi rujukan bagi para ulama -di samping al-Qur'an- untuk menentukan dan memahami suatu hukum.
Akan tetapi, seiring berjalannya sang waktu, maka manusia lebih senang bertaqlid buta tanpa memahami dalilnya. Mereka fanatik dengan pendapat para ahli fiqih, seolah-olah para pengikut madzhab setiap madzhab memiliki imam tersendiri yang khusus diutus kepada mereka, hingga berkembanglah sikap taqlid buta dan ta'ashub (fanatisme golongan) yang kronis.
     Karena itu dapat Anda jumpai setiap masa dari masa-masa keemasan Islam, orang yang mengingatkan agar kembali kepada fiqih Islam dan ushulnya, kembali kepada nash-nashnya, sehingga perpustakaan-perpustakaan islam penuh dengan nash-nash fiqih yang terkumpul disana, disamping banyak juga kitab-kitab yang telah disyarah. 
Para ulama di setiap generasi senantiasa berusaha keras agar ilmu mudah dipahami dan dipraktikkan. Mereka telah menyusun banyak kitab, yang telah tersebar ke seantero dunia. Pentingnya memahami syariat islam yang mulia ini, menuntut kita untuk mengetahui dan mencari dalil-dalil yang shahih dengan keterangan para ulama Ahlussunnah Wal jamaah sehingga kita senantiasa beribadah dan beramal di atas ilmu yang shahih., diantara nya yang tercantum dalam kitab "Umdatul Ahkam" ini karya seorang ulama besar pada zamannya, Asy- Syaikh Abdul Ghani bin Abdul Wahid bin Ali bin Surur bin Rafi' bin Hasan bin ja'far Al-Jamma'aliy -rahimahullah- atau sering dikenal sebagai Syaikh Al Imam Abdul Ghani Al maqdisy -rahimahullah- , lahir di Al-Maqdisy, pada tahun 541 H. Beliau seusia dan bersahabat dengan Imam yang terkenal Ibnu Qudamah -rahimahullah- penulis kitab Al Mughni. 
Keduanya merupakan teman dekat dan selevel di dalam menuntut ilmu, akan tetapi Ibnu Qudamah Al Maqdisy Al Hambali -rahimahullah- lebih cenderung mendalami masalah fiqih, dan 'Abdul Ghani Al-Maqdisy cenderung mendalami ilmu hadits.
Kedua ulama ini tatkala rihlah/melakukan perjalanan menuntut ilmu ke Baghdad, berguru pada ulama besar dan mulia di zamannya, pembesar dari madzab Hambali, di antaranya : Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani -rahimahullah- ,dan Al-Allamah Nashr bin Futyan bin Al-Muny. Beliau berdua juga rihlah ke negeri lainnya, seperti Mesir dan Ashbahan. 
Sejumlah Ulama memuji Asy-Syaikh Abdul Ghani Al-Maqdisy, sebagaimana diterangkan oleh Imam Ibnu Rajab -rahimahullah- , beliau dijuluki "Amirul Mukminiin fil Hadits" ahli ibadah, wara', berakidah baik dan mengikuti atsar para salafusshaleh.
     Kitab Umdatul Ahkam berisi hadits-hadits fiqih yang tercantum dalam Kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dengan demikian hqadits yang tercantum dalam Umdatul Ahkam adalah hadits-hadits Shahih .kemudian Kitab Umdatul Ahkam disyarah oleh Al Imam Ibu Daqiq Al Id -rahimahulloh- berjudul : Ihkamul Ahkam Syarah Umdatul Ahkam. Inilah edisi terjemahnya.

 

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Hardcover
Judul Asli Ihkamul Ahkam Syarah Umdatul Ahkam
Judul Buku Ihkamul Ahkam Syarah Umdatul Ahkam
Jumlah Jilid Lengkap 2 Jilid lengkap
Penerbit / Publisher Pustaka Azzam
Pentahqiq Syaikh Muhammad Hamid Al Faqi & Syaikh Ahmad Syakir
Penulis Imam Ibnu Daqieq Al Ied
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 15.5 x 23.5 cm