• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Darul Haq Kesalahan-Kesalahan Umum dalam Sholat: Lengkap dengan Koreksinya penulis : Syaikh Abu Ammar Mahmud Al Misri, Penerbit: Darul Haq .. Product #: DHQ-0048 Regular price: Rp 80.000 Rp 80.000

Kesalahan-Kesalahan Umum dalam Sholat: Lengkap dengan Koreksinya

Harga: Rp 80.000  Rp 64.000

- +

Sejarah perjalanan umat beserta generasi dan waktunya berjalan sesuai arah yang telah ditakdirkan secara syar'i, berpindah dari yang baik menuju yang buruk, bahkan ke yang paling buruk, sehingga Alloh Azza wa Jalla melakukan suatu urusan yang mesti dilaksana-kan. Urusan-urusan yang telah ditetapkan tersebut dapat kita cermati di dalam sabda Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam
"Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi setelah mereka, kemudian generasi setelah mereka. Lalu datang orang-orang yang membaca al-Quran, akan tetapi bacaan itu tidak melewati kerongkongan mereka. .."' [HR Bukhari, dalam Kitab Al Iman].
Atsar yang diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud -rodliallohu anhu- ,
"Akan datang kepada manusia suatu zaman yang mana tidak tersisa dari Islam kecuali tandanya, dan tidak tersisa dari al-Qur'an kecuali hurufnya."
Hadits mauquf ini memberikan gambaran kepada kita betapa gelap gulitanya perubahan yang akan terjadi pada kaum Muslimin, hingga Allah membiarkan mereka, sementara mereka telah meninggalkan agama mereka sedikit demi sedikit, sampai pada satu kondisi di mana makhluk pun tidak akan meridhainya, apalagi Sang Maha Pencipta Yang Maha Tahu.
Di antara gambaran buruk tersebut adalah; adanya sebagian orang-orang Islam yang bermain-main dengan shalat dan thaharah mereka, sampai pada taraf di mana kondisi keagamaan mereka hanya dalam bentuk penampilan, tanpa esensi dan tanpa ruh pada-nya.
Ibnu Majah -rahimahullah- dan selainnya telah meriwayatkan hadits dengan sanad hasan, dari Nabi Sholallahu Alaihi Wassalam
"Betapa banyak orang mendirikan ibadah -orang yang shalat-, yang dia hasilkan dari shalatnya hanyalah kelelahan dan keletihan, dan betapa banyak orang yang puasa, yang dia hasilkan dari puasanya hanyalah lapar dan dahaga."
Karena perkara ini dan lainnya, Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam ketika dalam keadaan sakit yang mengantarkannya kepada kematian, beliau memfokuskan pesan shalat dalam rangka menganjurkan dan memperhatikannya. Beliau bersabda,
"Peliharalah shalat dan berlaku baiklah kepada budak-budak kalian."
Apa yang disabdakan oleh Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , telah terjadi. Kaum Muslimin -kecuali yang dirahmati Allah- telah menyepelekan masalah bersuci/thaharoh dan sholat, sampai hal itu menjadi petaka bagi mereka, bukan rahmat.
Kebanyakan orang selesai dari mengerjakan shalat, sedangkan mereka tidak tahu apa yang baru saja mereka dengar dari bacaan Imam sholat dan mereka baca dalam sholatnya. Sampai ketika usai shalat, mereka bernafas lega, seakan-akan mereka baru saja terbebas dari beban berat yang ada menghimpit dada-dada mereka, seakan sholat hanya menjadi beban mereka saja. innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Sesungguhnya shalat itu akan menjadi sesuatu yang besar lagi memberatkan bagi orang yang hatinya kosong dari rasa cinta kepada Alloh Azza wa Jalla , tidak ada rasa khusyu' dan rendahnya semangat mereka dalam mencintai-Nya. Hadirnya hati seorang hamba dan kekhusyuan didalam sholat, penyempurnaan dan pencurahan seluruh usahanya dalam menegakkan shalat, semua itu sesuai dengan kadar kecintaannya kepada Alloh Azza wa Jalla .
Berkata Imam Ahmad -rahimahullah-
"Sesungguhnya semangat mereka terhadap Islam sesuai dengan semangat mereka terhadap Sholat, dan kecintaan mereka terhadap shalat dan kecintaan mereka kepada Islam sesuai dengan kecintaan mereka terhadap shalat. Maka kenalilah dirimu hamba Allah, waspadalah kamu untuk berjumpa dengan Alloh Azza wa Jalla , sedangkan kedudukan Islam tidak ada pada dirimu, karena sesungguhnya kedudukan (Islam) di hatimu seperti kedudukan shalat di hatimu" [ lihat : Ash Shalah wa hukmu tarikuha , ibnul Qoyyim].
Beliau juga berkata:
" Ketauhilah,seandainya seseorang telah berbuat baik dalam sholatnya dan menyempurnakannya, kemudian ia melihat orang lain melakukan shalat dengan jelek (seperti) mendahului gerakan imam, lalu ia mendiamkan dan tidak memberi tahu tentang kesalahan dan tidak pula mencegah perbuatan itu, juga tidak menasehatinya. Maka orang seperti ini turut serta mendapatkan dosa. Orang yang baik dalam shalatnya sama dengan orang yang jelek dalam shalatnya jika ia tidak mencegah dan menasehati orang yang jelek shalatnya." [ lihat : Ash Shalah : 40]


Merupakan keharusan wahai saudaraku, orang yang shalat untuk mempelajari kesalahan-kesalahan ini agar dapat dijauhinya, sesuai dengan ucapan seorang penyair:
" Aku mengenali kejahatan/kejelekan bukan untuk berbuat jahat
akan tetapi untuk membentengi diri darinya
dan barang siapa yang tidak mengetahui kejahatan dari kebaikan
dikhawatirkan ia akan terjatuh kedalamnya."
Sungguh, telah berkata Shohabat Hudzaifah bin Al Yaman -rodliallohu anhu- ,
"Dahulu manusia bertanya kepada Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam tentang kebaikan, namun aku bertanya kepada beliau tentang kejahatan Karena khawatir mengenaiku."
Oleh karena itu merupakan perkara yang sangat mendesak untuk Memperingatkan kaum muslimin dari kesalahan-kesalahan mereka dalam ucapan dan perbuatan yang telah mereka masukkan ke dalam agama. Dalam rangka khawatir akan tersembunyinya perkara ini pada sebagian mereka sehingga mereka terjerumus ke dalamnya. Ini semua dalam rangka mendekatkan diri kepada Alloh Azza wa Jalla .
Diantara perkara yang paling penting untuk disampaikan kepada masyarakat adalah kesalahan dalam praktek ibadah shalat dan sifat malas mereka untuk mempelajari petunjuk Nabi. Karena shalat itu ibarat sebuah hadiah yang akan dipersembahkan seorang hamba kepada para raja dan para pembesar.
Maka tidak sama (keadaannya) antara orang yang sengaja (mempersembahkan) hadiah terbaik menurut kadar kemampuannya - yakni dengan menghias dan mempercantiknya lalu dipersembahkan kepada orang yang menjadi tumpuan harapan dan yang ditakuti (amarahnya) - dengan orang yang sengaja mempersembahkan hadiah apa adanya dan menggampangkannya, kemudian ia berikan kepada orang yang tidak mempunyai kedudukan di sisinya.
Juga tidak sama antara orang yang menjadikan shalatnya sebagai penyejuk hati dan penyejuk kehidupannya, sebagai sesuatu yang menyenangkan dan penyejuk matanya, penghilang rasa sedih, pengusir rasa cemas dan susah, dengan orang yang menganggap shalat sebagai beban hatinya dan belenggu anggota tubuhnya.
Alloh Azza wa Jalla berfirman,
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu' (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. " (Al-Baqarah: 45-46)

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover hardcover
ISBN 978-979-1254-39-7
Judul Asli Irsyad As Salikin ila Akhtha al mushallin
Judul Buku Kesalahan-Kesalahan Umum dalam Sholat: Lengkap dengan Koreksinya
Jumlah Halaman 358 hlm
Penerbit / Publisher Darul Haq
Penulis Abu Ammar Mahmud Al Misri
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 16 x 24.5 cm