• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Imam Syafii Panduan manasik Haji dan Umroh [ Edisi Revisi Dilengkapi dengan gambar panduan] Penulis : ust. Yazid bin Abdul Qodir jawas, ust. Mubarak Ba Muallim ; Penerbit : pustaka Imam Syafii.. Product #: PIS-0072 Regular price: Rp 70.000 Rp 70.000

Panduan manasik Haji dan Umroh [ Edisi Revisi Dilengkapi dengan gambar panduan]

Ibadah haji adalah salah satu rukun dalam Islam, berdasarkan al-Qur-an, as Sunnah dan ijma' kaum Muslimin. Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala-  berfirman:
... Mengerjakan haji itu adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS. All 'Imran: 97)
Dan Rosululloh -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda,
"Islam ditegakkan di atas lima hal; persaksian bahwasanya tiada ilah yang berhak diibadahi selain Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala-  dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah , menegakkan shalat, menunaikan zakat, mengerjakan ibadah haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan. [HR. Al-Bukhari dan Muslim.]
Diantara Keutamaan haji dan Umroh :
1) Ibadah haji adalah salah satu ibadah yang paling utama, berdasarkan hadits
Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- :
"Dari Abu Hurairah -Rodliallohu Anhu- ia berkata: Rasu¬lullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- ditanya: 'Amal ibadah apakah yang paling utama?' Beliau menjawab: 'Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.'Dikatakan (kepadanya): 'Kemudian apa?, Beliau mcnjawab: 'Jihad di jalan Alloh Azza Wa Jalla.’ Dikatakan (kepadanya): 'Kemudian apa?' Beliau menjawab: 'Haji yang mabrur.” [ HR Bukhari dan Muslim, Lihat ; Shahit targhib wa tarhib II/3, no. 1094].
2.    Ibadah haji sebagai penghapus dosa
berdasarkan hadits Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- :
“ barangsiapa mengerjakan ibadah haji dan dia tidak melakukan jima’ serta perbuatan dosa, dia akan kembali dari dosa-dosanya seperti pada hari ketika ia dilahirkan oleh ibunya.” [ HR Al bukhari, Muslim, An nasai, Ibnu majah dan Tirmidzi ]
3.    Balasan bagi haji mabrur adalah surga
Berdasarkan sabda Rosululloh -Sholallahu Alaihi Wassalam-
"Umrah (yang pertama) ke umrah yang berikutnya adalah kaffarat (penghapus) bagi (dosa) yang dilakukan di antara keduanya. Adapun, haji yang mabrur, tidak ada balasan tas) baginya selain Surga.” [HR. Malik, al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa-i dan Ibnu Majah. Lihat Shahiihut Targhiib (no. 1096)]
     Dari Jabir bin 'Abdullah -Rodliallohu Anhu-  dari Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam-  , beliau bersabda:
"Haji yang mabrur tidak ada balasan (yang pantas) baginya selain Surga. Dikatakan (kepada beliau): 'Apakah tanda haji mabrur itu? dalam haji itu?' Beliau menjawab: 'Mem-beri makan dan berbicara yang baik.” [HR. Malik, al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa-i dan Ibnu Majah. Lihat Shahiihut Targhiib (no. 1096)]
4.    Haji adalah jihad bagi para wanita dan setiap orang yang lemah
berdasarkan hadits Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- :dalam riwayah Ibnu Khuzaimah,
Aisyah -Rodliallohu Anha-  , ia berkata, "Aku bertutur: 'Ya Rasulullah, apakah ada kewajiban berjihad bagi kaum wanita?

Beliau menjawab: 'Bagi wanita ada keharusan jihad yang tiada peperangan di dalamnya (yaitu) haji dan umrah.'" (Dishahihkan oleh al-Albani. Lihat Shahiihut Targhiib (no. 1099)
Dari Abu Hurairah -Rodliallohu Anhu- dari Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam-, beliau bersabda:
"Jihad orang yang tua, lemah dan wanita adalah haji dan umrah.” [HR. An-Nasa-i dan Syaikh al-Albani berkata: "Hadits hasan lighairihi", lihat Shahiihut Targhiib (II/5, no. 1100)]

5.    Orang yang melaksanakan haji dan umrah adalah tamu Allah. Oleh sebab itu, permohonan mereka dikabulkan.
Hal tersebut berdasarkan hadits ' Abdullah Ibnu 'Umar  -Rodliallohu Anhu- , Nabi  -Sholallahu Alaihi Wassalam-  bersabda:
‘Orang yang yang berperang di jalan Allah, serta yang haji dan yang umrah, adalah tamu Allah. Dia memanggil dan mereka dan mereka pun menjawab (panggilan)-Nya. Mereka  memohon kepada-Nya, Dia pun  mengabulkan permohonan mereka."  [Riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, dan dihasan-kan oleh Syaikh al-Albani. Lihat Shahiihut Targhiib (0/8, no. 1108)]

6.     Keutamaan perjalanan haji, orang yang mati  dalam perjalanan untuk melaksanakan ibadah haji, dan orang yang mati ketika  berihram, semuanya termaktub dalam hadits-hadits dibawah ini:
Dari 'Abdullah bin 'Umar -Rodliallohu Anhu- , ia berkata, aku mendengar Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam-  bersabda,
tTidaklah unta (yang dikendarai) seseorang yang melaksanakan haji mengangkat kaki-
 (nya), tidak pula meletakkan tangan(nya), melainkan Allah mencatat bagi orang itu satu kebaikan atau menghapus darinya satu kejelekan atau mengangkatnya satu derajat." [&. Al-Baihaqi dan Ibnu Hibban serta dihasankan oleh al-Albani. Lihat Sbahiihut Targhiib (II/7, no. 1106)]
   Dari Abu Hurairah -Rodliallohu Anhu-  , ia berkata, Rasulullah bersabda:
"Barang siapa keluar dalam melaksanakan haji lalu ia meninggal dunia, niscaya dicatat baginya pahala seorang haji hingga hari Kiamat. Dan barang siapa keluar dalam me¬laksanakan umrah lalu ia meninggal dunia, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang
melaksanakan umrah sampai hari Kiamat. ,barang siapa keluar dalam berperang di jalan Allah lalu ia gugur, niscaya dicatat bagiinya pahala seorang yang berperang  di jalan Allah sampai hari Kiamat." [HR. Abu Ya'la, Syaikh al-Albani berkata: "Shahik lighairihi". Lihat Shabiihut Targhiib (no. 1114).]
Dari Abdullah bin Abbas  -Rodliallohu Anhu- ia berkata,
Tatkala seseorang sedang wukuf bersama Rasulullah  di padang 'Arafah, tiba-ttba ia terjatuh dari binatang (unta) yang dikendarainya sehingga lehernya patah. Rasulullah  bersabda: Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara, kafanilah dia dengan dua helai (kain) ihramnya dan jangan  kalian tutup kepalanya, serta jangan pula kalian beri wangi-wangian padanya. Karena, sesungguhnya dia akan dibangkitkan di hari Kiamat dalam keadaan mengucapkaq talbiyah’. [ HR Bukhari, Muslim, Ibn Khuzaimah. Lihat Shahihut targhiib (II/12 no. 1115]
     Itulah sejumlah keutamaan ibadah haji dan umrah yang dapat kami rangkum dari sejumlah hadits yang shahih dan hasan. Jika kita telah mengetahuinya, maka sepatutnya bagi orang yang mampu untuk giat dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah haji, serta menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya.

Buku ini adalah buku Panduan Haji dan Umrah.  dijelaskan tentang kaifiyyah (tatacara) haji dan umrah yang dirangkum dari hadits-hadits Rasulullah yang shahih dan hasan serta dari atsar para Sahabat dan pendapat para ulama yang paling rajih (kuat) menurut analisa penulis. Penulis bawakan juga dalam buku ini hal-hal yang tidak ada contohnya dari Nabi dan para Sahabat beliau. Yaitu, amal perbuatan bid'ah yang banyak dilakukan oleh sebagian kaum Muslimin, di antaranya seperti do'a yang dibaca pada setiap putaran thawaf, mencium Rukun Yamani, mengusap Maqam Ibrahim, dan lainnya.

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Hardcover
ISBN 978-602-8062-65-7
Judul Buku Panduan manasik Haji dan Umroh
Jumlah Halaman 236 hlm
Penerbit / Publisher Pustaka Imam Syafii
Penulis ust. Yazid bin Abdul Qodir jawas, ust. Mubarak Ba Muallim
Ukuran Fisik Buku Buku ukuran kecil 11 x 19 cm