• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Ibnu Katsir Panduan Praktis Hukum Waris Penulis: Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin -rahimahullah- ; Penerbit Pustaka Ibnu Katsir .. Product #: PIK-0012 Regular price: Rp 49.000 Rp 49.000

toko buku islam muslim jual buku Panduan Praktis Hukum Waris

Harga: Rp 49.000  Rp 39.200

- +

Seringkali harta warisan menjadi pemicu utama terjadinya pertengkaran, perpecahan dan terputusnya tali silaturahmi, bahkan pertumpahan darah dalam satu keluarga.hal ini karena kedzoliman dan ketidakadilan dalam pembagian waris.Terkadang seorang berwasiat bahwa sepeninggalnya seluruh hartanya diwariskan kepada salah satu anaknya saja, atau seluruh anaknya, namun ditentukan dengan porsi sekehendaknya. Atau harta waris dikuasai secara paksa oleh sebagian anggota keluarga sehingga sebagian keluarga yang berhak mendapat waris tidak mendapat hak bagiannya.Oleh karean itu perkara waris menjadi salah satu yang diajarkan dalam Islam.
Jika pada umumnya Al Qur'an menjelaskan syariat Islam secara global kemudian ajaran tersebut dirinci oleh Sunnah Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , namun untuk urusan waris ,hampir seluruhnya dijelaskan secara rinci bagian per bagian didalam Al Qur'an dari mulai kategori waris, porsi warisan, syarat-syarat ahli waris,hingga penghalang warisan.
Siapapun tidak berhak menentukan pembagian harta peninggalannya semaunya sendiri,s e suai kecenderungan hawa nafsunya.
Alloh Azza wa Jalla telah mewajibkan tata cara pembagian warisan berdasarkan hikmah dan ilmu-Nya. Menetapkan bagian-bagian tertentu untuk ahli waris dengan pembagian yang terbaik dan teradll menurut hikmah-Nya yang sangat dalam, rahmat-Nya yang meliputi segala sesuatu dan ilmu-Nya yang mahaluas. Lalu Dia menjelaskan perkara warisan dengan penjelasan yang sangat sempurna. Hal ini tercantum dalam ayat-ayat dan hadits-hadits tentang warisan yang mencakup semua hal yang mungkin terjadi disaat warisan tersebut dibagikan. Hanya saja ada ayat-ayat dan hadits-hadits yang jelas dan dapat difahami oleh semua orang dan ada juga yang membutuhkan penelitian dan pemikiran.
Dahulu, kaum Jahiliyyah tidak memberikan harta warisan kepada kaum wanita dan anak lelaki yang masih kecil. Mereka mengatakan, "Bagi yang belum pernah berperang atau mendapatkan harta rampasan perang, maka mereka tidak berhak mendapat warisan."
Maka Allah membatalkan hukum yang dibuat atas dasar kebodohan dan kezhaliman tersebut serta menetapkan bagian tertentu untuk kaum wanita sesuai dengan kebutuhan mereka. Dia menetapkan jatah mereka setengah dan jatah laki-laki yang sejajar dengan mereka. Allah tidak menghalangi mereka mendapatkan harta warisan seperti yang dilakukan oleh kaum Jahiliyyah, tidak juga menyamakan bagian mereka dengan bagian laki-laki sebagai-mana yang dilakukan oleh sebagian orang-orang yang menyimpang dari akal dan fitrah yang lurus.

Kemudian Allah berfirman:
"Orang tuamu dan anak-anakmu, engkau tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana." (QS. An-Nisaa': 11)

Dalam ayat lain Allah berfirman:
"... (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. (Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. " (QS. An-Nisaa: 12-14)

Pada ayat yang ketiga Allah berfirman:
"... Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetabui segala, sesuatu." (QS. An-Nisaa1:176)

Allah telah menjelaskan bahiwa Dia telah mewajibkan cara pembagian warisan berdasarkan ilmu dan hikmah-Nya. Dan itu merupakan kewajiban yang tidak boleh ditambah-tambah atau dikurang-kurangi. Bagi siapa saja yang mentaati peraturan ini dan melaksanakannya sesuai dengan batasan-batasan yang telah ditetapkan, maka Allah telah menjanjikan untuknya Surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai dan ia kekal di dalamnya selama-lamanya bersama orang-orang yang telah Allah beri nikmat dari kalangan para Nabi, kaum shidiqin, para syuhada' dan orang-orang shalih.
Allah juga mengancam orang yang menyelisihi dan melanggar peraturan tersebut akan dimasukkan ke dalam Neraka selamanya dan akan ditimpakan kepadanya siksaan yang sangat hina. Alloh Azza wa Jalla juga telah menganugerahkan kepada kita penjelasan yang sempurna, sehingga kita tidak tersesat yang pada akhirnya akan membuat binasa.

Pembahasan:

ILMU FARAA-IDH
A. Definisi
B. Pokok Bahasan
C. Tujuan
D. Hukum
Hak-Hak yang Berkaitan dengan at-Tirkah

WARISAN
hukum Waris
Syarat Menerima Waris
Sebab Menerima Waris
a. Nikah
b. Keturunan
c. Wala'
Beberapa Cabang yang Berkaitan dengan Sebab menerima Warisan
Hal-hal yang Dapat Menghalangi Seseorang untuk Medapatkan Warisan
Beberapa cabang masalah yang berkaitan dengan peng-menerima wansan
Jenis Bagian Hana Warisan
1. bagian Fardh
2. Bagian 'ashabah
Ash-haabul furudh (ahli waris yang mendapatkan bagian yang sudah ditentukan)
Contoh-contoh keadaan ibu
Keadaan kakek bersama saudara ada dua keadaan
Al Ashobah
Pembagian 'Ashabah
Jalur dan Tingkatan Ahli Waris yang Mendapat 'Ashabah
AL-HAJB
Hajb hi Washfin
Hajb hi Syakhsin

DZAWIL ARHAAM
A. Beberapa Keadaan Dzawil Arhaam
B. Beberapa Jalur Dzawil Arhaam
Beberapa Faidah

TA'-SHIIL DAN TASH-HIIH
A. Ta'-shiil
Praktek masalah radd
B. At-Tash-hiih
Keadaan pertama
Keadaan kedua
Beberapa Faidah

MUNAASARHAAT.
Keadaan Pertama
Keadaan Kedua
Keadaan Ketiga
Contoh bentuk pertama
Contoh bentuk kedua
Contoh bentuk ketiga
Proses Penghitungan dengan Tabel

PROSES PENGHITUNGAN RADD

QISMATUT TARIKAAT(PROSES PEMBAGIAN HARTA WARISAN)
Pembagian Harta Warisan JikaTerdapat Wasiat
1. Wasiat Binnashiib
2. Wasiat Biljuz-i
3. Wasiat Binnashiih dun Biljuz-i

WARISAN JANIN
A. Syarat Warisan Janin
B. Proses Penghitungan Masalah Janin

WARISAN UNTUK MAFQUUD (ORANG HILANG)
Proses Penghitungan Warisan Orang Hilang

BANCI MUSYKIL
Hukum Banci Musykil

ORANG YANG MATI TENGGELAM ATAU
TERTIMPA RERUNTUHAN (Secara Masal)
Proses Penghitungan Warisan Orang Tenggelam

 

 

Panduan Praktis Hukum Waris
judul asli : tashiilul Faraaidh
Penulis: Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin -rahimahullah-
Fisik: Buku ukuran sedang Hardcover,276 Hal
Penerbit Pustaka Ibnu Katsir
Harga Rp 49.000

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover hardcover
Judul Asli tashiilul Faraaidh
Judul Buku Panduan Praktis Hukum Waris
Penerbit / Publisher Pustaka Ibnu Katsir
Penulis Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin -rahimahullah-
Ukuran Fisik Buku buku ukuran sedang 16x24cm