• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Imam Syafii Sifat Wudhu & Shalat Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam – ( Dilengkapi dengan Gambar ) Penulis : Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas ; Penerbit : Pustaka Imam Syafii .. Product #: PIS-0112 Regular price: Rp 90.000 Rp 90.000

Sifat Wudhu & Shalat Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam – ( Dilengkapi dengan Gambar )

Ibadah bersuci , terutama wudhu adalah salah satu masalah penting dalam ajaran Islam, karena wudhu yang tidak mengikuti tata cara wudhu Nabi maka wudhunya tidak sempurna.
Bahkan Rasulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam - mengancam dengan api Neraka terhadap orang yang tidak mencuci kedua kakinya dengan sempurna. 
Beliau - Sholallahu Alaihi Wassalam - bersabda:
"Celakalah tumit-tumit dari api Neraka!" [Shahih: HR. Al-Bukhari (no. 60, 96,163) dan Muslim (no. 241 [27])

Permasalahan wudhu ini amat penting karena banyak kaum Muslimin belum mengetahui tata cara wudhu Nabi Oleh sebab itu, mudah-mudahan buku ini dapat membantu nereka untuk melaksanakan wudhu sesuai dengan yang beliau contohkan. Buku ini berisi keterangan tentang tata cara wudhu Rasulullah dari awal hingga akhirnya, ditambah dengan pembatal-pembatal wudhu dan tanya jawab seputarnya. Di dalam buku ini, diuraikan masalah wudhu hanya dengan dalil hadits-hadits yang berderajat shahih dan hasan menurut ulama ahli hadits.

kita dapat mengetahui sifat (tata cara) wudhu Nabi melalui perantaraan para Sahabat Sesungguhnya para Sahabat telah berjasa besar meriwayatkan kepada kita tentang cara-cara Rasulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam - beribadah, seperti cara berwudhu, shalat,
puasa, zakat, haji, dan yang lainnya.

Sebagaimana wudhu, Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - juga mewajibkan kepada umat Islam shalat lima waktu sebagai bentuk ketundukan di hadapan Rabb Yang Mahaagung, sebagai bentuk kekhusyukan terhadap kebesaran-Nya, dan sebagai bentuk kerendahan hati terhadap kemahakuasaan-Nya.
Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - tidak membebankan satu kewajiban yang pertama kali kepada mereka setelah kewajiban mentauhidkan-Nya dan membenarkan para Rasul-Nya serta syariat yang mereka bawa dari sisi Allah—selain shalat. 
Dan Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - mengabarkan bahwa shalat adalah perintah-Nya untuk mereka dan untuk para Nabi serta umat-umat terdahulu sebelum diutusnya Nabi Muhammad - Sholallahu Alaihi Wassalam -

Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - berfirman:
“ Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata, (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (al-Qur-an), di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar). Dan tidaklah berpecah belah orang-orangAhli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata. Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar mereka melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)". (QS. Al-Bayyinah [98]: 1-5)

Allah Ta'ala juga memerintahkan Rasulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam - untuk memerangi manusia agar mereka mengucapkan dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, dan membayar zakat.

Rasulullah bersabda:
" Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, dan membayar zakat. Jika mereka telah melakukan hal tersebut, maka mereka telah melindungi darah dan harta mereka dariku, kecuali dengan hak Islam, dan hisab mereka ada pada Allah Ta'ala." [Shahih: HR. Al-Bukhari (no. 25) dan Muslim (no. 22), dari Ibnu Umar]

Shalat adalah Rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim dan muslimah.
Shalat merupakan tiang agama yang wajib ditegakkan dan dikokohkan.
Shalat adalah sebaik-baik amal.
Shalat adalah cahaya kehidupan seorang mukmin.
Shalat adalah amal yang membawa keselamatan di dun dan akhirat.
Shalat adalah amal yang membawa ketenangan hati dan barakah.
Shalat adalah jalan menuju Surga.
Shalat adalah amal yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat. Oleh karena itu, apabila ada orang masuk Islam, maka yang pertama kali diajarkan adalah masalah shalat.

Dari Abu Malik al-Asyja'i, dari ayahnya (Thariq bin Asy-yam) ia berkata:
"Apabila seseorang masuk Islam, maka perkara pertama yang beliau ajarkan kepada kami adalah shalat." Atau, ia berkata: "Beliau mengajarinya shalat."
[Shahih: HR. Al-Bazzar dalam Musnad-nya (1/171, no. 338). Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (no. 3030)]

Shalat merupakan hubungan antara hamba dengan Rabbnya yang wajib dilaksanakan lima waktu sehari semalam, sesuai petunjuk Rasulullah sebagaimana sabda beliau:
"Shalatlah, sebagaimana kalian melihat aku shalat."
[Shahih: HR. Al-Bukhari (no. 631, 6008, 7246), ad-Darimi (1/ 286), Ibnu Khuzaimah (no. 397), Ibnu Hibban (no. 1656,1869-At-Taliqatul Hisan ), ad-Daraquthni (no. 1053, 1295), dan al-Baihaqi dalam Sunannya (11/345) dari Malik bin al-Huwairits ]

Para ulama fiqih telah berbicara dan menulis tentang sifat (tatacara) shalat Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - Hal itu karena syarat diterimanya ibadah ada dua:
1. Ikhlas, beribadah hanya karena Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - semata.
2. Ittiba' (mengikuti contoh) , yang diamalkan Rasulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam -

Oleh karena itu, barangsiapa yang mengikuti contoh Rasulullah tanpa keikhlasan maka ibadahnya tidak sah, berdasarkan firman Allah Taala dalam hadits Qudsi:
"Aku tidak butuh kepada semua sekutu. Barangsiapa beramal dengan mempersekutukan-Ku dengan yang lain, maka Aku biarkan dia bersama sekutunya."
[Shahih: HR. Muslim (no. 2985) dan Ibnu Majah (no. 4202) dari Abu Hurairah]

Dan barangsiapa yang ikhlas karena Allah tetapi tidak mengikuti contoh Rasulullah maka ibadahnya tertolak, berdasarkan sabda Rasulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam - 
"Barangsiapa beramal tanpa adanya tuntunan dari kami, maka amalan tersebut tertolak."
[Shahih: HR. Al-Bukhari (no. 2697), Muslim (no. 1718 [18]), dan Ahmad (VI/146,180,256), dari Ummul Mukminin Aisyah ]

Shalat wajib dikerjakan dengan ikhlas dan ittiba' serta shalat wajib dikerjakan dengan khusyuk dan thuma'ninah. Oleh karena itu, beruntunglah orang yng menegakkan shalat dengan khusyuk dan thuma 'ninah.

Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - berfirman:
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya." (QS. Al-Mu'minun [23]: 1-2)

Sebaliknya merugi-lah orang-orang yang lalai dari shalatnya dan mengerjakannya dengan tidak khusyuk dan tidak thuma 'ninah.

Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - berfirman,
"Maka celakalah orang- orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya." (QS. Al-Ma'un [107]: 4-5)

Rasulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam - bersabda:
"Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang mengerjakan shalat selama enam puluh tahun, tetapi tidak ada satu shalat pun yang diterima darinya. Barangkali ia menyempurnakan rukuk, tetapi tidak menyempurnakan sujud, dan menyempurnakan sujud, tetapi tidak menyempurnakan rukuk."
[Hasan: HR. Al-Ashbahani dari Abu Hurairah teggg. Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahddits ash-Shahihah (no. 2535).]

Rasulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam - juga bersabda:
"Allah tidak akan melihat kepada shalat seorang hamba yang tidak meluruskan punggungnya pada saat berdiri di antara rukuk dan sujudnya (i'tidal)."
[Sanadnya jayyid: HR. Ahmad (IV/22) dari Thalq bin Ali al-Hanafi Lihat Silsilah al-Ahaddits ash-Shahihah (no. 2536)]

Hadits ini adalah ancaman bagi orang yang tidak khusyuk dan tidak thuma 'ninah dalam shalatnya. Hadits ini menunjukkan wajibnya khusyuk dan thuma 'ninah dalam shalat. Dan ini wajib dijaga dalam semua shalat.

Barangsiapa menjaga shalat yang lima waktu dengan khusyuk dan thuma 'ninah serta dengan ikhlas dan sesuai dengan contoh Rasulullah maka pada hari Kiamat ia akan mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan. Dan Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - akan menjanjikannya untuk masuk Surga.

Shalat akan mendidik seorang muslim agar selalu cinta, takut, dan mengharap hanya kepada Allah, yang apabila dilaksanakan dengan khusyuk dan thuma 'ninah, maka shalat tersebut akan mencegah seorang hamba dari perbuatan keji dan mungkar.

Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - berfirman:
"Bacalah Kitab (al-Qur-an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah~dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) sesungguhnya mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan"(0S. A1-'Ankabut [29]: 45)

Shalat merupakan amalan yang pertama dihisab pada hari Kiamat. Sebagaimana Rasulullah bersabda:

"Amal seorang hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah shalat, apabila shalatnya baik maka baik pula seluruh amalnya dan apabila shalatnya rusak maka rusak pula seluruh amalnya."
[Shahih: HR. Ath-Thabrani dalam al-Mu'jamul Ausath (11/512, no. 1880), dari Anas bin Malik . Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (no. 1358)]

Shalat wajib yang lima waktu, yang dilaksanakan seorang mukmin dengan khusyuk dan thuma'ninah akan menghapuskan dosa-dosa dan kesalahan.

Yang wajib diperhatikan dalam masalah shalat

1. Harus dikerjakan pada waktunya, yang utama di awal waktu.
2. Harus dikerjakan dengan khusyuk dan thuma 'ninah.
3. Harus dikerjakan sesuai dengan contoh Nabi dari mulai takbir sampai salam.
4. Bagi laki-laki mengerjakannya dengan berjamaah di masjid.
5. Dan lain-lain.

Dalam buku ini, penulis menjelaskan tentang wajibnya mengerjakan shalat sesuai dengan contoh Nabi Bahasan buku ini tentang Sifat Wudhu dan Sifat Shalat Nabi

Buku ini berusaha semaksimal mungkin untuk menjelaskan dengan dalil-dalil yang shahih dan pendapat yang rajih (kuat) menurut penelitian para ulama setelah mengumpulkan beberapa dalil.

Detail Info Buku
Format Cover Hardcover
ISBN 978-602-9183-76-4
Judul Asli Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas
Judul Buku Sifat Wudhu & Shalat Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam –
Jumlah Halaman 426 hlm
Penerbit / Publisher Pustaka Imam Syafii
Ukuran Fisik Buku buku ukuran sedang 15x23cm