• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Al Qowam Umdatul Ahkam : Kumpulan Hadits Hukum yang Shahih Penulis : Imam Abdul Ghoni Al Maqdisi Al Hambali , Penerbit : Al Qowam .. Product #: AQM-0050 Regular price: Rp 95.000 Rp 95.000

toko buku islam muslim jual bukuUmdatul Ahkam : Kumpulan Hadits Hukum yang Shahih

Brand: Al Qowam

Harga: Rp 95.000  Rp 76.000

- +

Sesungguhnya Allah Ta'ala dengan segala hikmah-Nya telah memutuskan untuk mengutus para rasul kepada manusia, agar para Rasul ini menjadi suri tauladan bagi kaumnya masing-masing. Sehingga manusia dapat mengikuti petunjuk para rasul, mereka beramal seperti amal para rasul. Untuk itu, Allah telah menurunkan kitab kepada para Rosul agar diajarkan kepada manusia. Maka jadilah manusia beramal berdasarkan amalan para rasul 'alaihimus salam. Akan tetapi sebagian orang telah merubah risalah-risalah Allah, dimana mereka diperintahkan untuk menjaga risalah tersebut.
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan." (QS. Maryam: 69)
Ketika Allah -dengan hikmah-Nya hendak menutup risalah dan mengakhiri nubuwwat/wahyu-Nya, Dia mengutus seorang rasul terakhir , kepadanya Dia turunkan kitab yang berisi hukum-hukum syariat Lalu rasul terakhir itu, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- mengamalkan isi tersebut dan menyampaikannya kepada umat. Sebagian umatnya mengikuti isi kitab itu.
Dengan hikmah, ilmu, dan kuasa-Nya pula, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menjaga risalah ini, Allah menjadikan nash al-Qur'an tetap terpelihara, dan nash as-Sunnah terpraktikkan. Maka manusia saat ini mendapati adanya nash (tulisan) dan praktik sekaligus. Dan para ulama-lah yang mentransfer ajaran al-Qur'an, as-Sunnah, dan pemahaman -sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah - kepada orang lain. Para shahabat telah memberikan pemahaman yang baik tentang agama kepada para tabi'in. Manusia mewarisi ilmu dari orang besar yang disampaikan melalui orang besar pula, dari satu generasi ke generasi berikutnya, sedangkan para ulama berjasa karena mereka berusaha agar ilmu mudah untuk dipahami. Dengan itu, maka berkembanglah berbagai macam disiplin ilim syari'at seperti ilmu fiqih dan ilmu ushul fiqih. Dan ilmu mereka tentang al-Qur'an, cara penulisan huruf dan makhrajnya pun berkembang, demikian pula halnya dengan hadits, karena keduanya merupakan sumber hukum.

Karena itu pula bermunculanlah ilmu fiqih dan madzhab-madzhab fiqhiyah yang berbeda-beda, dan para ulama' berlomba untuk beristhinbath (mengeksplorasi al-Qur'an dan as-Sunnah untuk menentukan suatu hukum) yang benar berdasarkan nash nash al-Qur'an dan as-Sunnah tersebut, dan membatasi pemahaman mereka dengan apa yang telah diamalkan para salafus shalih.
Para ulama pula yang mengumpulkan nash-nash atau naskah-naskah perkataan, perbuatan, dan taqrir Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- , sehingga ia menjadi rujukan bagi para ulama -di samping al-Qur'an- untuk menentukan dan memahami suatu hukum.
Akan tetapi, seiring berjalannya sang waktu, maka manusia lebih senang bertaqlid buta tanpa memahami dalilnya. Mereka fanatik dengan pendapat para ahli fiqih, seolah-olah para pengikut madzhab setiap madzhab memiliki imam tersendiri yang khusus diutus kepada mereka, hingga berkembanglah sikap taqlid buta dan ta'ashub (fanatisme golongan) yang kronis.
Karena itu dapat Anda jumpai setiap masa dari masa-masa keemasan Islam, orang yang mengingatkan agar kembali kepada fiqih Islam dan ushulnya, kembali kepada nash-nashnya, sehingga perpustakaan-perpustakaan islam penuh dengan nash-nash fiqih yang terkumpul disana, disamping banyak juga kitab-kitab yang telah disyarah.
Para ulama di setiap generasi senantiasa berusaha keras agar ilmu mudah dipahami dan dipraktikkan. Mereka telah menyusun banyak kitab, yang telah tersebar ke seantero dunia. Pentingnya memahami syariat islam yang mulia ini, menuntut kita untuk mengetahui dan mencari dalil-dalil yang shahih dengan keterangan para ulama Ahlussunnah Wal jamaah sehingga kita senantiasa beribadah dan beramal di atas ilmu yang shahih., diantara nya yang tercantum dalam kitab "Umdatul Ahkam" ini karya seorang ulama besar pada zamannya, Asy- Syaikh Abdul Ghani bin Abdul Wahid bin Ali bin Surur bin Rafi' bin Hasan bin ja'far Al-Jamma'aliy -rahimahullah- atau sering dikenal sebagai Syaikh Al Imam Abdul Ghani Al maqdisy -rahimahullah- , lahir di Al-Maqdisi palestina, pada tahun 541 H. Beliau seusia dan bersahabat dengan Imam yang terkenal Ibnu Qudamah -rahimahullah- penulis kitab Al Mughni.
Keduanya merupakan teman dekat dan selevel di dalam menuntut ilmu, akan tetapi Ibnu Qudamah Al Maqdisy Al Hambali -rahimahullah- lebih cenderung mendalami masalah fiqih, dan 'Abdul Ghani Al-Maqdisy cenderung mendalami ilmu hadits.
Kedua ulama ini tatkala rihlah/melakukan perjalanan menuntut ilmu ke Baghdad, berguru pada ulama besar dan mulia di zamannya, pembesar dari madzab Hambali, di antaranya : Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani -rahimahullah- ,dan Al-Allamah Nashr bin Futyan bin Al-Muny. Beliau berdua juga rihlah ke negeri lainnya, seperti Mesir dan Ashbahan.
Sejumlah Ulama memuji Asy-Syaikh Abdul Ghani Al-Maqdisy, sebagaimana diterangkan oleh Imam Ibnu Rajab -rahimahullah- , beliau dijuluki "Amirul Mukminiin fil Hadits" ahli ibadah, wara', berakidah baik dan mengikuti atsar para salafusshaleh.
Kitab Umdatul Ahkam berisi hadits-hadits fiqih yang tercantum dalam Kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dengan demikian hadits yang tercantum dalam Umdatul Ahkam adalah hadits-hadits Shahih.
Kemuliaan kitab Umdah dan keberkahan yang terkandung di dalamnya sudah sangat jelas adanya, dimana kitab itu telah me-nyebar luas di kalangan para ulama, dan perhatian mereka terhadap-nya juga sangat nampak, baik dalam hal penjelasan maupun dalam hal pengajaran, dari seluruh madzhab. Keinginan para penuntut ilmu dalam menghapalnya pun sangat kuat sekali, sehingga kitab ini dikategorikan sebagai penguat matan-matan hadits hukum.

Umdatul Ahkam diakui oleh banyak ulama sebagai kitab terbaik yang menghimpun hadits-hadits tentang hokum-hukum syariat. Hamper seluruh hadits yang dihimpun di kitab ini merupakan hadits mutafaq’alaihi, yang diriwayatkan dan disepakati kesahihannya oleh imam Bukhari dan Imam Muslim.

Allah telah memberikan keberkahan-Nya, sehingga kitab yang memuat 420an hadits yang sangat dibutuhkan untuk mengambil kesimpulan hukum dalam berbagai persoalan fikih ini, diterima dengan antusiasme luar biasa. Kelengkapan, kesahihan, dan kemudahan mempelajarinya menjadi kelebihan tersendiri, sehingga ia dibaca, dikaji, dihafal, ditahqiq, dan disyarah oleh banyak ulama dan penuntut ilmu di berbagai negeri, dari masa ke masa.

Adapun buku Umdatul Ahkam, Matan-Terjemahan-  ini diterbitkan untuk membantu Anda dalam mengkaji, memahami dan menghafal kitab yang diberkahi tesebut, dengan beberapa keistimewaan :

  • Disertai Takhrij dan penomoran hadits
  • Dilengkapi kesimpulan hadist.
  • Disertai penjelasan kosakata sulit.
  • Redaksi hadist merujuk kepada tesis Syaikh Nizar bin Muhammad bin Qasim Asy-Syaikh
Detail Info Buku
Bahasa Indonesia/ terjemah
Format Cover Hardcover
ISBN 978-602-8417-55-6
Judul Asli Umdatul Ahkam
Judul Buku Umdatul Ahkam
Jumlah Halaman 444 hlm
Penerbit / Publisher Al Qowam
Pentakhrij Syaikh Nizar bin Muhammad bin Qasim Asy-Syaikh
Penulis Syaikh Al-Hafizh Al Imam Abdhulghani Al-Maqdisi
Ukuran Fisik Buku 15,5 x 24 cm