• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku

Air Mata Buaya Penganut Syiah

Brand: Rumah Ilmu

Harga: Rp 0

- +

Sungguh, para Ulama Sunnah dari zaman ke zaman telah mengetahui hakekat Rafidhah yang sebenar nya.
Pandangan dan putusan para imam dan ulama Islam tentang Rafidhah; Syi'ah Itsna Asyriyah Ja'fariyah, diataranya :

Imam Malik Rahimahullah berkata tentang Rafidhah,
"Mereka tidak memiliki sebutan dalam Islam."
Atau beliau berkata "Tidak memiliki bagian dalam Islam."
[lihat : As-Sunnah, Imam Al-Khallal, jilid II, hal 579 ]

Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah berkata,
"Barangsiapa mencaci, saya mengkhawatirkan kekufuran atasnya sepertiHalnya kekufuran Rawafidh..." [lihat : As-Sunnah, Imam Al-Khallal, jilid II, hal 558 ]

Imam Bukhari Rahimahullah berkata,
"Aku tidak peduli apakah aku shalat di belakang Jahmi dan Rafidhi ataukah shalat di belakang Yahudi dan Nashrani. Tidak boleh mengucap salam kepada mereka, menjenguk yang sakit dari mereka, menikahi atau menikahkan dengan mereka, menghadiri (jenazah) mereka dan tidak boleh memakan sembelihan mereka...."
[ lihat : Imam Bukhari, Khalq Af'al Al 'Ibad, hal 125]

Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata, "Mereka adalah lebih buruk dari kebanyakan ahli bid'ah (ahwa'), lebih berhak diperangi daripada Khawarij." [ lihat : X9Al-Fatawa, jilid XXVIII, hal 482]

Ibnu Hazm Rahimahullah berkata,

"Sesungguhnya Rafidhah bukan termasuk kaum Muslimin....Mereka adalah kelompok yang mengikuti jalannya Yahudi dan Nashrani dalam hal dusta dan kufur." [lihat : Al-Fashl,jilid II, hal 213]

Ar-Razi Rahimahullah berkata,

"Jika engkau melihat seseorang merendahkan seorang dari sahabat Rasul-ullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, maka ketahuilah bahwa ia adalah zindiq (lebih dari munafik), karena konsekwensi ucapannya membatalkan Al-Qur'an dan As-Sunnah." [ lihat : Al-Farq baina Al-Firaq, hal 356 ]
Beliau adalah Abaidillah bin Abdul Karim bin Yazid Al-Makhzumi Abu Zur'ah Ar-Razi (200-246 H). Salah satu imam besar dalam hadits, beliau hapal sekitar 100.000 hadits, hingga diucapkan, "Setiap hadits yang tidak diketahui oleh Abu Zur'ah berarti tidak ada asal-muasalnya (Thabaqat Al-Hanabilah, jilid I, hal 199).

Abdul Qahir Al-Baghdadi Rahimahullah berkata,

"Adapun Ahl Al-Ahwa' (ahli bid'ah) dari kelompok Jarudiyah, Hisyamiyah,
Jahmiyah dan Imamiyah (Rafidhah) yang mengkafirkan sahabat pilihan, maka
kita mengkafirkan mereka dan tidak boleh menshalati mereka juga shalat
(ma'mum) di belakang mereka." [ lihat Al-Farq baina Al-Firaq, hal 357]
Beliau adalah Abdul Qahir bin Thahir bin Muhammad Al-Baghdadi At-Tamimi Al-Isfiraini. Dilahirkan di Baghdad. Digelari Shadr Al-Islam pada zamannya. Dia termasuk ulama ushul, mewariskan ber-bagai macam kitab, antara lain: An-Nasikh wa Al-Mansukh, At-Tahshil, Tafsir Asma' Allah Al-Husna. (Wafat 429 H).

Abu Hamid Al-Ghazali Rahimahullah berkata,
"Orang yang mengatakan hal tersebut (yakni Rafidhi), jika telah sampai kabar
(hadits-hadits) kepadanya dia masih meyakini kafimya mereka (yakni sahabat),
maka dia kafir, sebab ia mendustakan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.
Siapa yang mendustakan satu kata dari ucapan-ucapannya maka ia kafir
berdasarkan ijma'." [ lihat : Fadhaih Al-Bathiniyah, hal 149]
Beliau adalah Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thusi Al-Ghazzali (wafat 505 H). Seorang alim yang memiliki banyak karangan, yang terkenal adalah Ihya' Ulum Ad-Din.

Ibnu Katsir Rahimahullah berkata:

"....seandainya masalahnya seperti yang mereka tuduhkan (yaitu Ali ditunjuk oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagai penggantinya) tentu tidak akan ada seorang sahabat pun yang menolaknya, sebab mereka adalah orang-orang yang sangat tunduk dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya, baik sewaktu beliau hidup maupun setelah wafat. Mustahil jika mereka berbuat semaunya sendiri, mengangkat orang yang tidak diangkat oleh Rasul dan membelakangkan orang yang dikedepankan oleh Rasul. Mustahil hal seperti itu. Barangsiapa menduga terhadap sahabat hal tersebut, ia benar-benar telah menasabkan semua sahabat kepada fujur (perbuatan keji) dan bersekongkol untuk memusuhi dan melawan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dalam hukum dan putusannya. Barangsiapa sampai ke tingkat ini, maka ia benar-benar telah melepas tali ikatan Islam dari leher-nya dan menjadi kafir karena ijma' para imam yang agung. Dan mengucurkan darahnya lebih halal daripada mengucurkan (membuang) khamr. “[Al-Bidayah waAn-Nihayah, jilid V. hal 252 ]
Beliau adalah Abu Al-Fida' Ismail bin Umar bin Katsir Asy Syafii (wafat 774 H), seorang alim yang terkenal, telah menafsiri Al-Qur'an dengan sangat bagus.

Muhammad bin Ali Asy-Syaukani Rahimahullah berkata, "Sesungguhnya pangkal dakwah Rafidhah adalah menikam agama dari belakang dan menentang syariat Islam." [ lihat : Natsr Al-Jauhar 'ala Hadits Abu Dzar, hal. 15-16]
Beliau adalah Imam Muhammad bin Ali bin Muhammad Asy Syaukani, pemuka ulama Yaman, penulis Tafsir Fath Al-Qadir, Nail Al-Authar dan lain-lain (wafat 1250 H).

Abu Hamid Al-Maqdisi Rahimahullah berkata, "Telah dipahami oleh setiap Muslim yang memiliki akal dan mata hati bahwa akidah kelompok Rafidhah, dengan berbagai macam golongannya adalah kufur nyata dan ingkar yang disertai oleh kebodohan yang sangat buruk, tidak ada yang ragu-ragu dalam mengafirkan mereka dan menghukuminya keluar dari Islam." [ lihat : Risalah Ar-Radd 'ala Ar-Rafidhah, hal 200]
Beliau adalah Muhammad bin Khalil bin Yusuf Ar-Ramli Al-Maqdisi. Lahir dan besar di Ramalah, faqih Syafi'i. Wafat 888 H

Ahmad bin Yunus Rahimahullah berkata, "Seandainya seorang Yahudi menyembelih kambing dan seorang Rafidhi juga menyembelih, tentu aku akan makan sembeiihan Yahudi dan tidak akan sudi makan sembelihan Rafidhi, karena dia telah murtad dari Islam." [ lihat : Ash-Sharim Al-Maslul, hal 570]
Beliau adalah Ahmad bin Yunus bin Abdullah, dinasabkan kepada kakeknya, dia dari penduduk Kufah, tempat tumbuhnya ajaran Rafidh, jadi lebih mengerti tentang Syi'ah dan macamnya. Ahmad bin Hambal berkata kepada seseorang, "Pergilah kepada Ahmad bin Yunus karena dia adalah Syaikh Al-Islam. Dia termasuk perawi dalam Kutub Sittah." An-Nasai berkata, "Dia tsiqah." (wafat 277 H).

As-Sam'ani Rahimahullah berkata,

“Telah sepakat bulat umat ini atas pengafiran "Syi'ah Imamiyah" karena mereka meyakini kesesatan para sahabat, mengingkari ijma' mereka dan menasabkan kepada mereka apa yang tidak layak dan tidak patut bagi mereka." [ lihat : Al-Ansab ,jilid VI, hal. 341]
Beliau adalah Al-Hafizh Abu Sa'ad Abdul Karim bin Muhammad bin Manshur At-Tamimi (506-562 H). Termasuk para penghapal hadits, dia menulis dari empat ribu guru (syaikh).

Al-Alusi Rahimahullah berkata,
"Mayoritas agama di balik sungai (Jihun38) telah mengkafirkan Syiah Itsna 'Asyriyah, dan mereka memvonis halal darah dan harta serta wanita-wanita mereka, karena mereka mencaci para sahabat ridhwanullah 'alaihim," [ lihat : Ruh Al-Ma 'ani Jilid XXVI, hal 116; Manhaj As-Salamah (manuskrip) kertas 356.]
Beliau adalah Abu Al-Ma'ali Mahmud Syukri bin Abdillah bin Syihabuddin Al-Alusi Al-Husaini. Lahir di Baghdad 1273 H. Da'i sunnah dan tauhid, pemberantas bid'ah, khurafat dan syirik, penulis tafsir Ruh Al-Ma 'ani (wafat 1342 H).

Muhammad bin Abd Al-Wahhab Rahimahullah berkata, "Apa yang shahih dari perkataan ulama bahwa tidak dikafirkan orang ahli kiblat, hal ini dikenakan kepada orang yang bid'ahnya tidak mukaffirah (tidak membuatnya kafir). Tidak diragukan bahwa mendustakan Rasulullah Shal-lallahu Alaihi wa Sallam tentang sesuatu yang diriwayatkan daripadanya secara pasti (qath'i) adalah kufur dan bodoh dalam hal semacam itu tidaklah menjadi alasan yang dibenarkan." [lihat : Risalah Ar-Raddu 'ala Ar-Rafidhah, hal. 20. Hukum ini tidak dikhususkan terhadap kekafiran Rafidhah, tetapi hukum umum]
Beliau adalah Imam Mujaddid di Jazirah Arabia pada abad ke-12 H, menyerukan tauhid murni, memberantas bid'ah dan khurafat yang telah melanda seluruh negeri Islam. Para pembaharu ba-nyak terpengaruh dan terwarnai oleh dakwahnya seperti para reformis yang ada di India, Mesir, Irak dan Syam. Para penjajah barat dan ahlul bid'ah yang sesat dari kaum Muslimin telah memfitnah Syaikh Muhammad dengan tuduhan keji, bahwa beliau dituduh menciptakan madzhab baru, karena itu mereka menjuluki dakwah untuk menghidupkan sunnah itu dengan istilah "Gerakan Wahabi." Akibatnya istilah ini menancap di benak kaum Muslimin (1115-1206 H).

Al-Qari Rahimahullah berkata,

"Adapun orang yang mencaci seorang sahabat maka ia adalah fasiq mubtadi' berdasarkan ijma', atau meyakini kufumya para sahabat dan ahlus-sunnah maka kafir berdasarkan ijma'. [ lihat : Syamm Al-'Awaridhfi Dzamm Ar-Rawafidh, hal. 6]
Beliau adalah Ali bin Sulthan bin Muhammad Al-Harawi, dikenal dengan Al-Qari Al-Hanafi. Pengarang kitab-kitab yang sangat bermanfaat, di antaranya Syarh Al-Misykah dan Syarh Asy-Syifa' (wafat 1014 H).

Ad-Dahlawi Rahimahullah berkata,
"Barangsiapa menyingkap akidah-akidah mereka yang keji dan apa yang ada pada mereka pasti ia tahu bahwa mereka tidak memiliki bagian apapun dalam Islam, dan menjadi pasti baginya tentang kekufurannya." [ lihat : At-TuhfahAl-ItsnaAl-'Asyriyah hal 300]
Beliau adalah Abdul Aziz bin Ahmad bin Abdurrahim Al-'Umari Al-Faruqi bergelar "Siraj Al-Hind." (pelita India) (1159-1239 H). Alim India terbesar di zamannya, ahli tafsir dan ahli hadits karyanya banyak sekali antara lain: FathAl- 'Aziz, Bustan Al-Muhadditsin, At-TuhfahAl-ItsnaAl-'Asyriyah.

Karena itu mayoritas ulama Islam menyetujui pengkafiran mereka. Al-Qurthubi telah menyetujui putusan Imam Malik yang mengafirkan Rafidhah. Ulama lain yang mengafirkan mereka adalah Al-Firyabi gurunya Imam Bukhari, Al-Qadhi 'Iyadh, Al-Fakhr Ar-Razi.

Inilah buku , sebagai salah satu sumber wawasan keislaman setiap Individu Muslim, supaya mereka mengetahui hakekat Rafidhah :
Siapakah Syiah itu ?,
Agama macam apakah Syiah itu ?,
Bagiamana keyakinan dan metode beragama dari agaram Syiah itu ?
Bagimana sikap Syiah Rafidhah kepada Umat Islam ?

Simak bahasannya dalam buku ini,

Daftar Isi :

Allah maha mengetahui
Tiga penyimpangan penganut syi'ah
Latar belakang munculnya ideologi al bada'
Menyoal jati diri imam-imam syi'ah
Nabi muhammad dalam persepsi penganut syi'ah
Istri-istri nabi dalam ideologi syi'ah
Al qur'an al karim dalam persepsi syi'ah
Sahabat nabi generasi pilihan.
Sahabat nabi dalam ideologi syi'ah
Hubungan antara para sahabat dengan kedua belas imam syi'ah.
Imam-imam syi'ah menamai putra-putranya dengan nama-nama para sahabat
Jalinan pernikahan antara ahlul bait dengan marga bani umayyah
Empat alasan yang mendorong syi'ah mencela sahabat nabi
Menyoroti "wasiat" nabi untuk ali bin abi thalib
Empat fakta sejarah yang meruntuhkan ideologi wilayah ala syi'ah
Air mata buaya penganut syi'ah
Ahlul bait dalam persepsi penganut syi'ah yang sebenarnya
Status warisan nabi
Pembela ahlul bait yang sejati
Para penerus perjuangan abrahah
Antara mut'ah versi syi'ah & prostitusi
Status wanita korban nikah mut'ah
Peringatan kematian husain bin ali bin abi thalib
Pungutan upeti ala syi'ah
Rekam jejak hitam penganut syi'ah dalam sejarah

Air Mata Buaya Penganut Syiah
Penulis : Dr Muhammad Arifin Badri MA
Fisik : Buku Ukuran sedang 16 x 24 cm, Hardcover, 340 hlm
Penerbit : Rumah Ilmu
ISBN : 978-602-17632-5-4