• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku

Ringkasan Shahih Bukhari , Al Albani, Penerbit Pustaka Azzam

Harga: Rp 847.000  Rp 677.000

- +

  Inilah rangkaian kitab Ringkasan dari Shahih Al Bukhari yang disusun secara ilmiyah mendetail, menghimpun seluruh hadits Shahih dan hadits mu'allaq yang marfu', serta atsar yang mauquf tanpa menyebutkan sanad-nya dan matan yang diulang-ulang. Kecuali tambahan yang terdapat dalam riwayat yang disebutkan berulang-ulang, Tambahan tersebut sudah digabungkan dalam haditsnya, dimana masing-masing tambahan diletakkan pada tempatnya (yakni dalam hadits) dengan metode ilmiyah yang belum ada sebelumnya.

Metodologi dalam peringkasan Shahih Al Bukhari yang dilakukan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani -rahimahullah- adalah :

1. Menghapus seluruh sanad hadits, kecuali nama sahabat yang langsung meriwayatkan hadits dari Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam Selain itu juga nama para perawi (selain sahabat) yang memang harus disebutkan, karena nama tersebut berhubungan erat dengan kisah hadits, sehingga riwayat hadits tidak akan sempurna tanpa menyebutkan nama mereka.

2. Seperti yang telah diketahui, bahwa Imam Bukhari banyak mengulang hadits dalam kitabnya, dimana beliau menyebutkan riwayat yang berbeda lebih dari satu jalur dalam banyak tempat, kitab, dan bab yang berbeda. Terkadang beliau menyebutkan riwayat-riwayat tersebut secara panjang atau secara ringkas. Oleh karena itu, maka dalam riwayat-riwayat yang diulang-ulang ini Syaikh Albani memilih riwayat yang paling sempurna dan lengkap, dan menjadikannya sebagai "Hadits inti" dalam buku Mukhtashar ini. Meskipun demikian, Syaikh Albani tidak mengabaikan riwayat-riwayat lainnya, bahkan Beliau telah melakukan kajian terhadap riwayat-riwayat tersebut secara khusus, untuk mencari kalau-kalau ada faidah atau tambahan makna yang tidak terdapat dalam riwayat yang telah Beliau pilih, sehingga Beliau dapat menggabungkannya ke dalam "Hadits inti".
Adapun cara penggabungan tersebut ada dua:
Pertama, jika tambahan tersebut dapat digabungkan ke dalam "Hadits inti" dan mempunyai hubungan yang erat dengan konteks "Hadits inti", sehingga pembaca yang ahli sastra tidak merasakannya sebagai tambahan. Dalam hal ini Syaikh Albani meletakkannya dengan menggunakan tanda kurung [ ], seperti yang beliau lakukan dalam sebagian buku-buku karangannya, diantaranya Shifat Ash-Shalah, Hijjat An-Nabia, Ahkam Al Janaiz, dan lainnya.
Kedua, jika tambahan tersebut tidak sesuai dengan konteks "Hadits inti", maka Syaikh Albani memberi tanda kurung biasa ( ) dengan mengatakan: (wa fii riwayati : kadza wa kadza). Bila riwayat tambahan ini didapat melalui jalur periwayatan lain dari sahabat yang sama, maka beliau tulis: (wa fii thariiq atau :wa fii thariiqi tsaani) dan bila terdapat tambahan yang lain dari jenis yang sama melalui jalur periwayatan ketiga, maka ditulis: wa fii thariiqi tsaalits) demikian seterusnya.
Tujuannya adalah memberi pemahaman kepada pembaca melalui ungkapan yang singkat, bahwa hadits tersebut bukan gharib fard (diriwayatkan secara tersendiri) dari sahabat yang disebutkan. Masing-masing cara tersebut telah beliau beri nomor juz, dan halamannya berdasarkan cetakan Istambul tahun (...) di akhir tambahan sebelum tanda kurung () atau tanda kurung [ ].

3. Jika ditinjau dari segi sanad, maka Hadits-hadits yang terdapat dalam kitab Shahih dapat dibagi menjadi dua bagian, sebagaimana yang diketahui para ulama.
Pertama, Hadits maushul, yaitu hadits-hadits yang diriwayatkan oleh pengarangnya dengan sanad yang bersambung, sampai kepada perawi-perawi dari kalangan sahabat.
Dalam hal ini termasuk sebagian atsar atau riwayat yang mauquf dari para sahabat atau selain mereka.
Kedua, Hadits mu 'allaq, yaitu Hadits yang semua sanadnya tidak disebutkan oleh pengarang atau disebutkan perawi yang paling atas, yaitu sahabat atau perawi sebelumnya. Bahkan terkadang perawi terakhir dalam sanad adalah syaikh (guru) dari syaikhnya Imam Al Bukhari.
Bagian yang kedua ini terbagi menjadi dua; yaitu marfu' dan mauquf.
Kedua macam ini (menurut Imam Al Bukhari dan ulama-ulama setelah beliau) tidak termasuk dalam kategori hadits shahih, tetapi ada yang kualitasnya shahih, hasan serta dha'if. Hadits-hadits seperti ini juga beliau sertakan bersama matannya dalam buku Mukhtashar ini. Namun dalam mentakhrijnya, Beliau menulisnya secara ringkas pada hasyiyah (anotasi) disertai keterangan tentang kualitasnya, bila ia termasuk hadits-hadits yang marfu' baik, karena sanad itu sendiri atau karena yang lain. Sedangkan bila ia termasuk atsar-atsar yang mauquf, maka hanya sebatas takhrijnya saja, dan saya jarang menyinggung tentang kualitasnya.

4. Memberi nomor khusus pada ketiga jenis hadits (maushul atau musnadah, marfu' mu 'allaq, dan mauquf) dengan ukuran yang bervariasi supaya pembaca mengetahui jumlah masing-masing hadits.

5. Memberi nomor unit pada kitab (tema) dan bab dalam kitab ini. Hal ini karena sudah masyhur di kalangan ulama, bahwa fikih Imam Al Bukhari terletak pada judul babnya (Menyesuaikan antara judul bab dengan kandungan haditsnya-penerj.). Akan tetapi Syaikh Albani hanya membuang satu (darinya) manakala tidak terdapat judul pada bab tersebut, seperti apabila Imam Al Bukhari menulis: "Baab" dan dia tidak menambahkan kalimat lainnya. Bila dalam jenis ini terdapat Hadits tertentu dalam kitab Shahih Imam Al Bukhari, dan layak untuk dihilangkan dalam kitab Mukhtashar, maka dalam bab tersebut tidak ada lagi hadits yang dicantumkan, sehingga Syaikh Albani menghapus bab beserta nomornya, sebagai tanda bahwa bab tersebut dihilangkan.
Tujuan memberikan nomor adalah, agar Fihris (daftar isi) yang biasa digunakan dalam A! Kutub As-Sittah (enam kitab-kitab induk hadits) dapat digunakan juga terhadap buku Mukhtashar ini, sebagaimana digunakan dalam kitab aslinya, guna memudahkan dalam mentakhrij hadits.

Syaikh Albani juga mensyarah lafazh yang gharib pada anotasinya dan menjelaskan sebagian kalimat yang kurang jeias. Syaikh Albani juga menyebutkan banyak masalah ilmiah yang bermanfaat. Disamping itu, di setiap akhir buku (jilid) Syaikh Albani membuat daftar isi secara rinci tentang tema, bab, serta Hadits-haditsnya, bersama ketiga pembagiannya.

Ringkasan Shahih Al Bukhari [ 1 Set 5 Jilid Lengkap ]
judul asli : Mukhtashor Shahih Al Imam Al Bukhari
Penulis ; Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani -rahimahullah-
Fisik: buku ukuran sedang ( p= 15,5 cm), Hardcover
Penerbit : Pustaka Azzam

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Hardcover
Judul Asli Mukhtashor Shahih Al Bukhari
Judul Buku Ringkasan Shahih Bukhari [ 1 Set 5 Jilid Lengkap]
Jumlah Jilid Lengkap 5 Jilid lengkap
Penerbit / Publisher Pustaka Azzam
Penulis Imam Al Bukhari
Peringkas Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 15 x 23.5 cm