• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku

Ringkasan Shahih Muslim, Al Albani, penerbit Pustaka Azzam

Harga: Rp 392.000  Rp 313.000

- +

Kitab Shahih Muslim adalah salah satu dari kitab yang paling sahih setelah al-Qur'an.
Imam Muslim -rahimahullah- sangat teliti dalam mempelajari para rawi, menyeleksi yang diriwayatkan, dan membandingkan antara riwayat yang satu dengan lainnya, meneliti susunan lafaznya dan memberikan petunjuk bila terdapat perbedaan pada lafaz-lafaz itu. Dari usaha ini menghasilkan kitab sahih yang menjadi rujukan bagi para peneliti dan para ulama.
Imam Muslim -rahimahullah- menyaring hadis yang dimasukkan dalam kitabnya itu dari ribuan hadis yang telah didengarnya. Dia pernah berkata: 'Aku menyusun kitab sahih ini hasil dari 300.000 hadis."
Kitab sahih ini adalah hasil dari kehidupan yang penuh berkah, yang ditulis di mana saja ia berada, baik dalam waktu sempit maupun lapang. Dia mengumpulkan, menghafal, menyaring dan menulis sehingga menjadi sebuah kitab sahih yang sangat baik dan teratur. Dia dan beberapa muridnya menyelesaikan penyusunan kitab sahih itu dalam waktu lima belas tahun. Ahmad bin Salamah -rahimahullah- mengatakan: "Aku menulis bersama Muslim untuk menyusun kitab sahih itu selama lima belas tahun. Kitab itu berisi 12 000 hadis.
Kita tidak perlu heran bila Imam Muslim -rahimahullah- sangat bangga dengan kitab sahihnya itu. Dia pernah berkata sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah yang diterimanya, "Apabila penduduk bumi ini menulis hadis ini selama 200 tahun, maka mereka hanya berputar sekitar kitab ini saja."
Setelah menyusun kitab sahih itu, Imam Muslim -rahimahullah- memperlihatkannya kepada para ulama hadis untuk diperiksa. Al-Khatib meriwayatkan dari Makki bin Abdan, salah seorang hafiz dari Naisabur, ia berkata: "Saya mendengar Muslim berkata: "Aku memperlihatkan kitabku ini kepada Abu Zur'ah ar-Razi. Semua hadis yang ditunjukkan ar-Razi ada kelemahannya, aku tinggalkan. Dan semua yang dikatakan sahih, itulah yang kutulis."
Itulah sikap rendah hati Imam Muslim yang tidak terbujuk oleh hawa nafsu dan bangga atas pendapatnya sendiri.

Metodologi
Imam Muslim -rahimahullah- menetapkan syarat tertentu yang dipakai dalam sahihnya. Tetapi para ulama telah menggali syaratnya itu melalui pengkajian terhadap kitabnya. Mereka menyimpukan bahwa syarat yang dipakai dalam Sahih Muslim ialah:
1. la tidak meriwayatkan hadis kecuali dari perawi yang adil, kuat hafalannya, jujur, amanah, tidak pelupa. la juga meriwayatkan dari perawi yang memiliki sifat-sifat lebih rendah dari sifat tersebut di atas.
2. Dia sama sekali tidak meriwayatkan kecuali hadis musnad (sanadnya lengkap), muttasil (sanadnya bersambung) dan marfu' (disandarkan) kepada Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam. Tak selamanya Imam Muslim berpegang teguh pada ketentuan sebagaimana yang dipakai oleh Imam Bukhari -rahimahullah- . Yaitu adanya tingkatan tertentu dalam periwayatan dan para perawi. Karena itu, dia meriwayatkan hadis dari perawi yang hadisnya tidak dicantumkan oleh Bukhari dalam Sahihnya.
Imam Muslim dalam muqadimahnya memberikan penjelasan yang lebih gamblang mengenai syarat yang dipakai dalam Sahihnya. Dia membagi hadis dalam tiga macam:
1. Hadis yang diriwayatkan oleh perawi yang adil dan kuat hafalannya.
2. Hadis yang diriwayatkan oleh perawi yang tidak diketahui keadaannya (mastur), dan kekuatan hafalannya dipertengahan.
3. Hadis yang diriwayatkan oleh perawi yang lemah hafalannya dan banyak salahnya.
Apabila Muslim meriwayatkan hadis dari perawi kelompok pertama, dia selalu meriwayatkan hadis dari kelompok kedua. Tapi Muslim tidak meriwayatkan hadis dari kelompok ketiga.

Ciri khas Sahih Muslim
   Yang menjadi ciri khas kitab Shahih Muslim, ialah matan-matan hadis yang semakna beserta dengan sanadnya diletakkan pada satu tempat, dan tidak dipisah dalam beberapa bab yang berbeda, juga tidak mengulang hadis kecuali karena sangat perlu diulang untuk kepentingan sanad atau matan hadis.
Cara ini dilakukan oleh Imam Muslim -rahimahullah- , karena hadis ini bukan untuk menerangkan segi fiqih dan penggalian hukum dan adab dari hadis tersebut. Tidak seperti Bukhari yang memang mempunyai maksud untuk menggali kandungan hadis itu. Oleh karena itu, dia menempuh caranya sendiri untuk menyusun kitab sahihnya.
Ciri Sahih Muslim lainnya adalah ketelitian dalam kata-kata. Apabila seorang perawi dengan perawi lainnya terdapat perbedaan lafaz, padahal maknanya sama, maka Muslim mencantumkan dan menerangkan matan-matan hadis yang lafaznya berbeda itu. Begitu pula, jika seorang perawi mengatakan haddasana (dia menceritakan kepada kami), dan perawi lain mengatakan akhbarana (dia mengabarkan kepada kami), maka Muslim akan menjelaskan perbedaan lafaz ini. Apabila sebuah hadis diriwayatkan oleh orang banyak dan terdapat beberapa lafaz yang berbeda, Muslim akan menerangkan bahwa lafaz yang disebutkan itu berasal dari si fulan. Oleh karena itu, dalam hadis semacam ini, Muslim
mengatakan (lafaz ini dari si fulan). Itulah ketelitian dan kejujuran dalam periwayatan yang menjadi ciri khas Imam Muslim -rahimahullah- .
Dia berusaha keras agar di dalam kitabnya hanya memuat hadis-hadis musnad dan marfu', yakni hadis yang disandarkan kepada Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam karena itu, dia tidak mencantumkan perkataan sahabat dan tabi'in.
Begitu pula, Muslim tidak meriwayatkan hadis Muallaq. Di dalam kitabnya hanya terdapat 12 hadis Muallaq yang hanya sebagai hadis penguat (mutabi') dan bukan hadis utama. Selain yang telah disebutkan, masih banyak ciri khas lain yang bisa diketahui dengan mengkaji kitab sahihnya.
Begitu pentingnya kitab shahih Muslim ini, maka sebagian ulama berupaya meringkasnya supaya mudah dipelajari oleh muslimin lainnya, Di antara kitab Mukhtasar (ringkasan) Sahih Muslim adalah:
1. Mukhtasar tulisan Syaikh Abu Abdullah Syarafudin Muhammad bin Abdullah al-Mursi. Wafat tahun 656 H.
2. Mukhtasar karya Syaikh Imam Ahmad bin Umar bin Ibrahim al-Qurtubi, wafat tahun 656 H. Kitab ini kemudian diberi syarah sendiri. Pada syarah tersebut dia menjelaskan, "Setelah menyusun ikhtisar itu, Jalu membuat bab-babnya, membuat syarahnya, menerangkan kata-kata yang sulit, menguraikan kalimat dan beristidlal dengan hadis." Syarah ini diberi nama al-Mumim Lima Usykila min Talkhisi Sahihi Muslim. Isi syarah ini banyak mengutip dari syarah Sahih Muslim Imam Nawawi dan Fathul Bari Ibnu Hajar.
3. Mukhtasar yang disusun oleh Imam Zakiyyudin Abdul Azim bin Abdul Qawa al-Munziri, wafat tahun 656 H. Mukhtasar ini telah diberi syarah oleh Syaikh Usman bin Abdul Malik al-Misri yang wafat tahun 738 H.
Inilah Edisi terjemah dari Mukhtashor Shahih Muslim, ditulis oleh al imam Muhammad Nashiruddin Al Albani -rahimahullah- .

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Hardcover
Judul Asli Mukhtashor Shahih Muslim
Judul Buku Ringkasan Shahih Muslim
Jumlah Jilid Lengkap 2 Jilid lengkap
Penerbit / Publisher Pustaka Azzam
Penulis Imam Muslim
Peringkas Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 15 x 23.5 cm