• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku

Syarah Musnad Asy-Syafii, Penerbit Pustaka Azzam]

Harga: Rp 742.000  Rp 593.000

- +

     Musnad Al Imam Asy-Syafi'i adalah kitab yang berisi hadits dengan sanad ‘Ali yang merupakan kumpulan riwayat-riwayat Imam Syafii yang diriwayatkan secara Musnad Kedudukannya kitab ini tidak lagi bagi para penuntut ilmu. Para ulama memberi perhatian terhadap kitab ini. Mereka mendengar-nya, meriwayatkannya dan berupaya memperdengarkannya kepada para penuntut ilmu. [ Lihat At-Tujaibi (Hal 119-120), Barnamaj Al Wadi Asyi (Hal 201), Al Fawa'id Al Majmu'ah karya Al Hafizh Al 'Ala'i (Q12), Al Mujam Mufahras (Hal 39), Al Majma Al Muassis [ 3/175,178), keduanya karya Al Hafizh Ibnu Al Hajar. Shilatu Al Half Bi-maushul As-Salaf karya Ar-Raudani (Hal 41) , dan kitab-kitab lainnya baik berupa Mu'jam, Baramij maupun Masyyakh.
Musnad Al Imam Asy-Syafi'i adalah Musnad yang terkenal di kalangan ahli hadits dan fikih. Kitab ini tidak dikarang oleh imam Asy-Syafi'i , akan tetapi diperoleh dari riwayat Abu Al Abbas Al Asham dari Ar-Rabi' bin Sulaiman Al Muradi dari Asy-Syafi'i yang berasal dari kitab Al Umm dan kitab-kitab lainnya. Jadi kitab ini dinisbatkan kepada Asy-Syafi'i karena ia merupakan kumpulan riwayat-riwayat haditsnya; hanya saja ia tidak memuat seluruh riwayat Asy-Syafi'i dalam kitab-kitabnya.
Hal ini dinyatakan oleh imam Ar-Rafi'i dalam mukadimah Syarah-nya terhadap kitab ini. Dia menisbatkan penyusunan dan Takhrij ini kepada imam Abu Al Abbas Muhammad bin Ya'qub bin Yusuf Al Asham.
Ibnu Hajar berkata dalam Ta'jil Al Manfa'ah, "Asy-Syafi'i tidak menyusun Musnad ini, akan tetapi ia disusun oleh sebagian ulama Naisabur yang diambil dari kitab Al Umm dan kitab-kitab lainnya yang merupakan hasil pendengaran Abu Al Abbas Al Asham yang diriwayatkannya secara menyendiri dari Ar-Rabi'. Dan masih banyak hadits-hadits riwayat Asy-Syafi'i yang tidak dicantumkan dalam Musnad ini.
Bukti akan hal ini adalah perkataan imam Ibnu Khuzaimah, "Sesungguhnya terdapat hadits-hadits Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- yang tidak disebutkan Asy-Syafi'i dalam kitabnya (Al Musnad)". Dan memang, masih banyak hadits Nabi yang tidak terdapat dalam Musnad ini.
Ar-Raudani berkata dalam Shilatu Al Khalaf, "Musnad Al Imam Asy-Syafi'i adalah kitab yang memuat hadits-hadits yang diriwayatkan secara Musnad olehAsy-Syafi'i baik yang marfu maupun yang Mauquf. Kitab ini berasal dari riwayat Sama'i (yang didapatkan dengan mendengarkan) Abu Al Abbas Al Asham dari Ar-Rabi' bin Sulaiman yang berasal dari kitab Al Umm dan Al Mabsuth, kecuali empat hadits yang diriwayatkan oleh Ar-Rabi' dari Al Buwaithi dari Asy-Syafi'i yang ditemukan oleh Muhammad bin Mathr An-Naisaburi dari beberapa bab milik Abu Al Abbas Al Asham. Tapi ada yang berpendapat bahwa Al Asham menyusunnya sendiri secara independent
Al Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Ta'jil Al Manfa'ah, "Orang yang menyusun hadits-hadits Asy-Syafi'i ini tidak mengurutkan baik berdasarkan Musnad atau bab-bab. Hal ini sungguh sangat .kurang, karena ia dihimpun dari kitab Al Umm dan kitab-kitab lainnya, jadi bagaimana bias sesuai ?, akrena itulah banyak terjadi pengulangan di beberapa tempat.”

Penyusunan Musnad Al Imam Asy-Syafi'i
- Sebagian ulama berperan besar dalam menyusun (mengurutkan) kitab ini. Di antaranya adalah Al Amir Sanjar bin Abdullah Al Jawali.
- Imam Abu As-Sa'adat Ibnu Al Atsir -rahimahulloh- menyusunnya sesuai bab-bab fikih yang bebas dari sanad-sanad dan syarahnya.
- Imam As-Sindi juga mengurutkannya dan kemudian dicetak dalam satu jilid
- Ahmad bin Abdurrahman As-Sa'ati juga mengurutkannya dan memberinya judul: Bada’I Al Minan.

Profil Para Perawi
- Para ularna memberi perhatian serius terhadap para perawi Musnad Al Imam Asy-Syafi'i. Al Hafizh Al Husaini menyusun biografi mereka dalam At-Tadzkirah Bi-Ruwat Al Kutub Al 'Asyarah.
- Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani juga menyusun buku tentang biografi mereka dalam kitabnya "Ta'jil Al Manfa'ati Bi-Rijali Al Aimmati Al Arba'ah. Juga syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Abdurrahman bin Abdul Khaliq Al Birsyinsi dalam kitab yang diberinya judul "Asma' Rijal Musnad Asy-Syafii sebagaimana yang disebutkan oleh As-Sakhawi dalam Adh-Dhau'u Al-Lami' (4/54).

Syarah- Syarahnya
Beberapa ulama telah menyusun syarah kitab Musnad Asyafii Di antaranya adalah:
1. Imam Abu As-Sa'adat Ibnu Al Atsir AI Jizzi yang diberi judul "Syafi Al 'lyyi Bi-Syarh Musnad Asy-Syafii.
2. Abu Al Qosim Imam Ar-Rafi'I -rahimahulloh- , yaitu kitab ini.
3. Amir Sanjar bin Abdullah Al Jawi (745 H) dalam beberapa jilid.
4. Al Hafizh As-Suyuthi yang diberi judul Syafi Al 'lyyi 'Ala Musnad Asy-Syafi'i, dalam bentuk manuskrip.
5. As-Sindi yang diberi judul "Mu 'tamad Al Alma'I Fi Halli Musnadi Asy-Syafii"yang masih berbentuk manuskrip.

Syarah Musnad Imam Syafi’i oleh Imam Ar-Rafi’i
Tidak diragukan lagi bahwa kitab-kitab para ulama kita dan generasi Salafush Shalih yang diakui ulama sangat penting, khususnya kitab-kitab Syarah. Ketahuilah bahwa Syarah Al Musnad karya imam Ar-Rafi'i merupakan kitab penting yang dapat diambil manfaatnya oleh para pelajar. Cukuplah sebagai bukti akan pentingnya kitab ini karena pensyarahnya adalah imam Abu Al Qosim Ar-Rafi'i -rahimahulloh-, [ w 623 H], Imam dari madhzab Syafiiyyah. Dari didikan beliau lahir banyak ulama-ulama besar, sah satu nya adalah Imam Al Mundziri -rahimahulloh- . penulis kitab At targhib wa tarhib.
Adapun mengenai nilai penting kitab ini dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Nilai penting yang membedakan kitab ini dari kitab-kitab lainnya adalah pengarang menyebut hadits dengan sanad dan redaksi lengkap, seraya membahas tentang perbedaan antara naskah-naskah yang ada padanya dan memberikan komentar terhadapnya.
2. Imam Ar-Rafi'i juga menyebutkan profil para perawi Al Musnad secara detail dengan menjelaskan sebagian dari status mereka. Inilah keistimewaan kitab ini dari kitab-kitab lainnya. Beliau tidak melalaikan salah satu darinya kecuali sedikit saja,
3. Beliau juga mentakhrij hadits-hadits Al Musnad. Memang takhrijnya ringkas, tapi beliau menjelaskan hukum hadits yang diuraikannya dan tidak ada yang luput dari takhrij tersebut kecuali sedikit saja.
4. Imam Ar-Rafi'i juga menjelaskan arti-arti redaksi dan ungkapan-ungkapan pada hadits dengan menyebutkan penafsiran-penafsiran yang ada.
5. Disamping itu, beliau memberi komentar terhadap imam Abu Al Abbas Al Asham yang menyalahkan imam Asy-Syafi'i dan menjelaskan hal tersebut di tempatnya. Beliau juga menjelaskan sebagian kekeliruan yang dilakukan sebagian Huffazh. Lihat -misalnya- syarah hadits No. 38.
6. Beliau juga menjelaskan redaksi-redaksi hadits yang Gharib,
7. Beliau memberi komentar-komentar fikih secara panjang lebar yang bisa disimpulkan dari hadits-hadits yang disebutkan. Dalam hal ini beliau telah memberi komentar dan pendapat bagus.
8. Beliau juga sering menyebut pendapat para fuqaha dengan mengemukakan argumen dan Tarjih (penguatan). Jadi Syarah ini kaya dengan hadits-hadits Nabi.
9. Beliau juga mengutip sebagian kitab ( belum banyak diteliti manuskrip nya)
10. Karena pentingnya kitab ini, banyak ulama yang mengambil manfaat darinya dan menjadikannya sebagai rujukan, seperti ulama-ulama di bawah ini:
a. Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari. Misalnya adalah sebagai berikut:
Bab Al Istijmar Witran (bersuci dengan batu secara ganjil)
- Bab Dalki Al Mar'ati Nafsiha Idza Tathahharat Min Al Mahidh (Wanita hendaknya meminjat dirinya jika telah suci dari haidh)
Bab Ash-Shalat Baina As-Sawari Jama'atan (shalat berjamaah diantara tiang-tiang)
Bab Idza Thawwala Al Imam Wa Kana Li Ar-Rajuli Hajatun (Jika seorang shalat berjamaah sementara Imam membaca bacaan yang panjang)
- Bab Al Jam'i Baina As-Swatain Fi Ar-Rak'ati (menggabungkan dua surah dalam satu rakaat)
Dan juga dalam At-Talkhish Al Habir, lihat (1/34).
b. Az-Zarqani dalam Syarah-nya terhadap Al Muwaththa Lihat -misalnya- (1/23), (1/30), (1/77), (2/322).
c. Abu Ath-Thayyib dalam 'Aun Al Ma'bud syarah sunan abu daud (3/4).
d. As-Suyuthi dalam Tanwir Al Hawalik syarah muwatho malik. Lihat -misalnya-(1/15), (1/18), (1/25), (1/35), (1/65), (1/114). Dan juga dalam Tadrib Ar-Rawi (1/311). Dan juga dalam Al Asybah Wa An-Nazha'ir(l/49Q). Dan juga dalam Basth Al Kaffi(hal 18).
e, Al Munawi dalam Faidh Al Qadir (4/376).
f. Ibnu Al Mulaqqin dalam Al Khulashah. Lihat -misalnya-: (1/23), (1/60), (1/111).
Dan juga dalam At-Taudhih Syarh AlJami 'Ash-Shahih.
g. Al Khathib Asy-Syarbini dalam Al iqna'(1/107) dan Mughni Al Muhtaj (l/473).