• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Darussunnah Syarah Umdatul Ahkam: Penjelasan Hadits-Hadits Hukum yang Disepakati oleh Al Bukhari dan Muslim Penulis : Syaikh Abdurrahman bin nashir As Sa’di, Penerbit : Darus Sunnah .. Product #: DSN-0121 Regular price: Rp 180.000 Rp 180.000

Syarah Umdatul Ahkam: Penjelasan Hadits-Hadits Hukum yang Disepakati oleh Al Bukhari dan Muslim

Brand: Darussunnah

Harga: Rp 180.000  Rp 144.000

- +

Sesungguhnya Allah Ta'ala dengan segala hikmah-Nya telah memutuskan untuk mengutus para rasul kepada manusia, agar para Rasul ini menjadi suri tauladan bagi kaumnya masing-masing. Sehingga manusia dapat mengikuti petunjuk para rasul, mereka beramal seperti amal para rasul. Untuk itu, Allah telah menurunkan kitab kepada para Rosul agar diajarkan kepada manusia. Maka jadilah manusia beramal berdasarkan amalan para rasul 'alaihimus salam. Akan tetapi sebagian orang telah merubah risalah-risalah Allah, dimana mereka diperintahkan untuk menjaga risalah tersebut.
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan." (QS. Maryam: 69)
Ketika Allah -dengan hikmah-Nya hendak menutup risalah dan mengakhiri nubuwwat/wahyu-Nya, Dia mengutus seorang rasul terakhir , kepadanya Dia turunkan kitab yang berisi hukum-hukum syariat Lalu rasul terakhir itu, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- mengamalkan isi tersebut dan menyampaikannya kepada umat. Sebagian umatnya mengikuti isi kitab itu.
Dengan hikmah, ilmu, dan kuasa-Nya pula, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menjaga risalah ini, Allah menjadikan nash al-Qur'an tetap terpelihara, dan nash as-Sunnah terpraktikkan. Maka manusia saat ini mendapati adanya nash (tulisan) dan praktik sekaligus. Dan para ulama-lah yang mentransfer ajaran al-Qur'an, as-Sunnah, dan pemahaman -sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah - kepada orang lain. Para shahabat telah memberikan pemahaman yang baik tentang agama kepada para tabi'in. Manusia mewarisi ilmu dari orang besar yang disampaikan melalui orang besar pula, dari satu generasi ke generasi berikutnya, sedangkan para ulama berjasa karena mereka berusaha agar ilmu mudah untuk dipahami. Dengan itu, maka berkembanglah berbagai macam disiplin ilim syari'at seperti ilmu fiqih dan ilmu ushul fiqih. Dan ilmu mereka tentang al-Qur'an, cara penulisan huruf dan makhrajnya pun berkembang, demikian pula halnya dengan hadits, karena keduanya merupakan sumber hukum.
Karena itu pula bermunculanlah ilmu fiqih dan madzhab-madzhab fiqhiyah yang berbeda-beda, dan para ulama' berlomba untuk beristhinbath (mengeksplorasi al-Qur'an dan as-Sunnah untuk menentukan suatu hukum) yang benar berdasarkan nash nash al-Qur'an dan as-Sunnah tersebut, dan membatasi pemahaman mereka dengan apa yang telah diamalkan para salafus shalih.
Para ulama pula yang mengumpulkan nash-nash atau naskah-naskah perkataan, perbuatan, dan taqrir Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- , sehingga ia menjadi rujukan bagi para ulama -di samping al-Qur'an- untuk menentukan dan memahami suatu hukum.
Akan tetapi, seiring berjalannya sang waktu, maka manusia lebih senang bertaqlid buta tanpa memahami dalilnya. Mereka fanatik dengan pendapat para ahli fiqih, seolah-olah para pengikut madzhab setiap madzhab memiliki imam tersendiri yang khusus diutus kepada mereka, hingga berkembanglah sikap taqlid buta dan ta'ashub (fanatisme golongan) yang kronis.
Karena itu dapat Anda jumpai setiap masa dari masa-masa keemasan Islam, orang yang mengingatkan agar kembali kepada fiqih Islam dan ushulnya, kembali kepada nash-nashnya, sehingga perpustakaan-perpustakaan islam penuh dengan nash-nash fiqih yang terkumpul disana, disamping banyak juga kitab-kitab yang telah disyarah.
Para ulama di setiap generasi senantiasa berusaha keras agar ilmu mudah dipahami dan dipraktikkan. Mereka telah menyusun banyak kitab, yang telah tersebar ke seantero dunia. Pentingnya memahami syariat islam yang mulia ini, menuntut kita untuk mengetahui dan mencari dalil-dalil yang shahih dengan keterangan para ulama Ahlussunnah Wal jamaah sehingga kita senantiasa beribadah dan beramal di atas ilmu yang shahih., diantara nya yang tercantum dalam kitab "Umdatul Ahkam" ini karya seorang ulama besar pada zamannya, Asy- Syaikh Abdul Ghani bin Abdul Wahid bin Ali bin Surur bin Rafi' bin Hasan bin ja'far Al-Jamma'aliy -rahimahullah- atau sering dikenal sebagai Syaikh Al Imam Abdul Ghani Al maqdisy -rahimahullah- , lahir di Al-Maqdisy, pada tahun 541 H. Beliau seusia dan bersahabat dengan Imam yang terkenal Ibnu Qudamah -rahimahullah- penulis kitab Al Mughni.
Keduanya merupakan teman dekat dan selevel di dalam menuntut ilmu, akan tetapi Ibnu Qudamah Al Maqdisy Al Hambali -rahimahullah- lebih cenderung mendalami masalah fiqih, dan 'Abdul Ghani Al-Maqdisy cenderung mendalami ilmu hadits.
Kedua ulama ini tatkala rihlah/melakukan perjalanan menuntut ilmu ke Baghdad, berguru pada ulama besar dan mulia di zamannya, pembesar dari madzab Hambali, di antaranya : Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani -rahimahullah- ,dan Al-Allamah Nashr bin Futyan bin Al-Muny. Beliau berdua juga rihlah ke negeri lainnya, seperti Mesir dan Ashbahan.
Sejumlah Ulama memuji Asy-Syaikh Abdul Ghani Al-Maqdisy, sebagaimana diterangkan oleh Imam Ibnu Rajab -rahimahullah- , beliau dijuluki "Amirul Mukminiin fil Hadits" ahli ibadah, wara', berakidah baik dan mengikuti atsar para salafusshaleh.
Kitab Umdatul Ahkam berisi hadits-hadits fiqih yang tercantum dalam Kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dengan demikian hadits yang tercantum dalam Umdatul Ahkam adalah hadits-hadits Shahih .kemudian Kitab Umdatul Ahkam disyarah oleh syaikh Abdurrahmn bin Nashir As Sa’di -rahimahulloh- .
Kemuliaan kitab Umdah dan keberkahan yang terkandung di dalamnya sudah sangat jelas adanya, dimana kitab itu telah me-nyebar luas di kalangan para ulama, dan perhatian mereka terhadap-nya juga sangat nampak, baik dalam hal penjelasan maupun dalam hal pengajaran, dari seluruh madzhab. Keinginan para penuntut ilmu dalam menghapalnya pun sangat kuat sekali, sehingga kitab ini dikategorikan sebagai penguat matan-matan hadits hukum.
Pensyarah -kitab Umdatul Ahkam- kitab ini, yakni -Allamah Al-Faqih Al-Murabbi Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di Rahimahullah (wafat tahun 1376 H). Beliau masyhur di kalangan orang-orang awam dan orang-orang alim sebagai orang yang memiliki andil dalam ilmu fikih. Beliau sangat ahli di dalam mengajar, perkataannya mudah dipahami, isyarat keilmuannya sangat lembut, faedah fikihnya sangat banyak, dan beliau sangat taat dalam menjalankan agama. Semoga Allah Ta'ala selalu men-curahkan rahmat kepadanya.
Syarah dan ta'liq kitab ini merupakan penjelasan matan Umdah Al-Ahkam yang disampaikan oleh Syaikh As-Sa'di Rahimahullah di tengah-tengah kajiannya kepada murid-muridnya di masjid Jami Unaizah pada tahun 1349 H. Di antara yang mencatat penjelasan Syaikh adalah salah satu murid seniornya, yaitu Syaikh Abdullah bin Muhammad Al-Auhali Rahimahullah. Dan selanjutnya menulis dan menyusun penjelasan Syaikh As-Sa'di di dalam satu kitab yang penuh berkah ini.
Catatan-catatan tersebut masih terjaga dari sejak penulisannya, lalu Allah Ta'ala memberikan kemudahan kepada anak cucu Syaikh Al-Auhali Rahimahullah untuk menampakkannya -semoga Allah memberi balasan yang terbaik kepada mereka dan memberi ampunan kepada orang tua mereka-.
Kitab syarah Syaikh Abdurrahman As sadi Rahimahullah ini memiliki banyak keistimewaan, di antaranya:
Kitab syarah tersebut berkaitan dengan Al-Hafizh Abdul Ghani Al-Maqdisi dan Al-Allamah As-Sa'di Rahimahumallah. Mereka berdua adalah orang-orang besar. Al-Hafizh Abdul Ghani Al-Maqdisi Rahi¬mahullah dikenal dengan keimanannya dan keluasannya dalam hal sunnah dan ilmu; sedangkan Al-Allamah As-Sa'di Rahimahullah di¬kenal dengan akhlaknya yang baik dan pengorbanannya dalam me-ngajarkan ilmu dan mengadakan perbaikan.
- Kitab syarah tersebut memiliki faedah-faedah fikih yang sangat banyak. Meskipun kitab tersebut sangat ringkas, namun terdapat banyak permasalahan-permasalahan fikih yang terkandung di dalam pembahasan hadits yang disyarah. Jadi kitab tersebut lebih pantas dikategorikan ke dalam kitab-kitab fikih ketimbang ke dalam kitab-kitab syarah hadits.
- Kitab syarah tersebut sangat bermanfaat bagi para penuntut ilmu fikih yang pemula, dimana mencakup banyak permasalahan-permasalahan fikih dan arahan-arahan tarbiyah.
- Kitab syarah tersebut sangat mudah dipahami dan sangat jelas kata-katanya, sehingga tidak ada makna yang rumit atau sulit dimengerti. Itulah yang biasa dilakukan oleh Syaikh Rahimahullah di kebanyakan kitab-kitabnya dan tulisan-tulisannya.
- Kitab syarah tersebut memiliki ketersambungan yang sangat baik padahal dia adalah hasil dari kajian yang disampaikan oleh Syaikh Rahimahullah- sehingga pembaca menyangka bahwa dia adalah sebuah kitab yang telah disusun rapih oleh penulisnya.
- Di dalam kitab syarah tersebut terdapat banyak penetapan kaedah dan penghubungan antara permasalahan-permasalahan fikih dengan kaedah-kaedah fikih.
- Di dalam kitab tersebut juga terdapat penetapan tentang akidah yang kuat dan benar dengan uslub yang jelas dan nampak, dan dengan cara yang sangat baik.
- di dalam kitab syarah tersebut akan didapatkan banyak faedah dan arahan ilmiah yang sulit dikumpulkan dalam satu kitab.

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Hardcover
ISBN 978-602-8406-895
Judul Asli Syarah Umdatul Ahkam
Judul Buku Syarah Umdatul Ahkam: Penjelasan Hadits-Hadits Hukum yang Disepakati oleh Al Bukhari dan Muslim
Jumlah Halaman 1052 hlm
Penerbit / Publisher Darus Sunnah
Penulis Syaikh Abdurrahman bin nashir As Sa’di
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 16 x 24.5 cm