• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku

Terjemah Al Adabul Mufrod

Harga: Rp 190.000

- +

Sesungguhnya Alloh Azza wa Jalla telah menetapkan syariat bagi hambaNya, jika mereka mengamalkan syariat tersebut niscaya akan baik kehidupan dunianya dan diakherat kelak dia termasuk orang-orang yang beruntung.
Seluruh syariat Islam baik itu perkara wajib, sunnah dan lainnya bertujuan untuk beribadah kepada Alloh Azza wa Jalla . maka dari itu barangsiapa yang menjadikan seluruh kehidupannya malam maupun siangnya, tidur atau terjaganya,safar maupun mukimnya, sehat maupun sakitnya serta seluruh keadaan bersesuaian dengan keadaan Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam maka dia telah beradab dengan adab Islami.
Bahwasanya Seorang Muslim haruslah beradab dengan adab Islami, yakni dengan melaksanakan seluruh perintahNya baik yang wajib maupun yang sunnah, dan meninggalkan seluruh laranganNya baik yang haram maupun makruh. Adapun dalam perkara yang mubah, yang paling sempurna adalah yang dipilih oleh Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam
Dan sesungguhnya, Adab yang paling agung, yang mencakup seluruh adab Islami, baik perkataan maupun perbuatan adalah adab kepada Alloh Azza wa Jalla dan adab kepada Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam .lah satu bukti yang menunjukkan kesempumaan Islam adalah bahwa Allah dan Rasul-Nya menjabarkan setiap perkara yang dibutuhkan oleh pribadi Muslim, baik dalam peribadahan kepada Rabb-nya, penunaian hak-Nya dan dorongan agar senantiasa berhubungan dengan-Nya. Begitu pula Allah dan Rasul-Nya telah menjabarkan segala sesuatu yang dibutuh-kan hamba-Nya untuk memperbaiki pribadi; hubungan kekeluargaan dan sosial kemasyarakatan. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasul-Nya telah menganjurkan umat agar berperilaku dengan akhlak yang mulia, berperangai dengan adab yang sopan dan menghiasi diri dengan berbagai sifat terpuji.

Kedudukan Akhlak Islam dan Adab yang Mulia dalam Islam

Akhlak dan adab yang mulia memiliki porsi besar dalam Islam, karena Islam adalah agama yang menghimpun seluruh kebaikan. Allah Ta'ala telah melukiskan Nabi-Nya -Sholallahu Alaihi Wassalam- dalam rangka memuji dan menyanjung beliau dengan firman-Nya:
"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (Al-Qalam: 4)
Hal ini berarti akhlak yang mulia memiliki kedudukan yang penting dalam Islam.
Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda: "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik."
Beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam- juga bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya."
Beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda:
"Amalan yang timbangan pahalanya paling berat kelak adalah akhlak yang baik."
Berbagai hadits lain menunjukkan bahwa beliau menyeru dan mendorong umatnya agar berakhlak mulia dan bertatakrama dengan santun. Sebaliknya, beliau tidak suka jika mereka berakhlak buruk.
Imam Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa adab Islam terbagi tiga:
Pertama, adab terhadap Allah Ta'ala yang akan menjaganya untuk tidak berlaku kurang ajar terhadap-Nya. Demikian pula hal itu akan melindungi hatinya agar tidak berpaling kepada selain-Nya dan menjaga keinginannya dari segala sesuatu yang dapat memancing kemurkaan Allah kepadanya.
Kedua, adab terhadap Rasulullah . Hal ini telah dipaparkan secara gamblang dalam al-Qur-an. Adab yang paling utama terhadap Rasulullah adalah tunduk dan patuh pada perintahnya serta menerima dan membenarkan sabdanya. Di antara adab terhadap beliau adalah tidak menduakan (dengan orang lain) dalam perintah, larangan, persetujuan dan tindakan. Begitupula termasuk adab terhadap beliau adalah tidak mengeraskan suara melebihi suara beliau. Segala hal tersebut merupakan sebab yang dapat memusnahkan amal. Maka tentulah mengedepankan/mengutamakan logika dan produk pemikiran dari tuntunan beliau lebih mampu memusnahkan amalan.
Ketiga, adab terhadap sesama makhluk. Yaitu berinteraksi dengan mereka sesuai dengan martabat yang mereka miliki, karena masing-masing memiliki adab tersendiri. Oleh karena itu, ada adab tersendiri ketika berinteraksi dengan orang tua, pengajar, penguasa, kerabat, tetangga, rekan, tamu dan keluarga.
Begitu pula di setiap kondisi berlaku adab khusus. Ada adab khusus yang berlaku ketika makan, minum, berkendara, masuk dan keluar rumah, bersafar, iqamah, tidur, berbincang, diam dan menyimak.
Adab yang ada dalam pribadi seseorang merupakan ciri kesuksesan dan kebahagiaan. Sebaliknya, rendahnya adab merupakan ciri kehancuran dan kesengsaraannya. Kebaikan dunia dan akhirat akan direngkuh dengan adab santun yang dimiliki seseorang, begitupula kesengsaraan dunia dan akhirat akan terjadi disebabkan rendahnya adab.
Apabila Anda mempelajari Islam secara mendetail maka Anda akan mengetahui bahwa Allah Ta'ala menegakkan dakwah Islam di atas pondasi yang kokoh berupa akhlak yang mulia, adab yang santun dan berbagai sifat terpuji. Allah menjelaskan bahwa akhlak mulia merupakan pondasi seluruh kebaikan dan kunci untuk menggapai segala kebaikan, keberuntungan dan kesuksesan. Dia juga menjelaskan bahwa umat Islam tidak akan mengalami kemajuan melainkan dengan menggapai dan melaksanakan derajat akhlak yang tertinggi. Umat Islam tidak akan terjerumus ke dalam jurang kebinasa-an kecuali telah rusak akhlak dan adab mereka terhadap Allah, Rasul-Nya dan sesama makhluk. Sungguh {mospagebreak}
Oleh karena itu, Islam menaruh perhatian ekstra dalam mendidik umat di atas akhlak dan adab yang mulia. Begitupula al-Qur-an yang mulia dan Sunnah Nabi sangat memperhatikan hal tersebut. Bahkan para ulama penyusun kitab hadits telah mengkhususkan beberapa bab atau pasal dalam kitab mereka untuk menjelaskan berbagai adab dan adab tersebut. Di antara mereka ada yang menyusun kitab yang secara khusus membahas berbagai adab Islami dikarenakan hal tersebut sangat penting dalam kehidupan seorang muslim,
Imam Muhammad bin Sirrin -rahimahullah- berkata," Para Salaf mempelajari adab sebagaimana mereka mempelajari ilmu."[lihat : Tadzkiratuus Saami wal Mutakallim hal 2].
Abu Bakar Al Mithwai -rahimahullah- berkata," Aku bolak balik dalam majelis Abu Abdillah {yakni Imam Ahmad bin Hambal -rahimahullah- red} selama sepuluh tahun.Beliau membacakan kitab Al Musnad kepada anak-anaknya. Aku tidak menulis satupun hadits darinya. Tetapi aku hanya melihat adab dan akhlaq beliau." {lihat: Siyar Alam An Nubala XI /316}.
Imam Adz Dzahabi -rahimahullah- berkata,"bahwasanya majelis Imam Ahmad dihadiri sekitar lima ribuan orang. Lima ratus diantaranya mencatat (hadits), sedangkan selebihnya mengambil manfaat dari perilaku,akhlaq dan adab beliau."[ {lihat: Siyar Alam An Nubala XI /316}.
Imam Ibnul Mubarak -rahimahullah- berkata,"Aku mempelajari adab 30 tahun, dan aku mempelajari ilmu selama 20 tahun. Adalah para Salaf, mempelajari adab, baru kemudian mempelajari ilmu."
Imam Al Muhadits Abdurrahman Al Yamani Al Muallimi -rahimahulloh- berkata,” orang-orang yang mengenal Islam dan ikhlas terhadapnya telah banyak membuat kesimpulan bahwa semua kelemahan, kehinaan dan berbagai kemunduruan yang diderita oleh kaum muslimin hanyalah disebabkan oleh jauhnya mereka dari hakekat Islam, menurut pendapat saya,hal ini dilatarbelakangi oleh beberpa sebab :
1. Pencampuradukan ajaran Islam dengan ajaran lainnya yang tidak pernah diajarkan islam
2. Keyakinan yang lemah kerhadap ajaran agama Islam
3. Tidak mengamalkan ajaran agama
satu-satunya obat bagi hal tersebut adalah mengenal ( dan mengamalkan) berbagai adab ( etika) Nabi yang shahih dalam ( segala kondisi), baik dalam peribadahan dan mu’ammalah, ketika bermukim ataupun safar, ketika bermasyarakat dan ketika dalam keadaan bersendirian, bergerak atau diam dan berbagai kondisi yang dilakukan manusia selama hidup."
Sesungguhnya sebagian besar dari berbagai etika tersebut sangatlah mudah dilakukan. Apabila seseorang mengerjakan salahsatu adab nabi yang mudah baginya dan meninggalkan berbagai etika yang justru menyelisihinya, maka Insya Alloh dirinya akan bersegera mengamalkan etika/adab tuntunan Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam yang lainnya. Dengan demikian dalam setiap waktu yang dia lalui, dirinya akan menjadi qudwah/teladan bagi orang lain, dengan meneladani petunjuk nabi yang lurus serta berperilaku dengan akhlak beliau yang agung maka hati akan bersinar dan terasa tentram, dada menjadi lapang, keyakinan semakin kokoh dan segala amal perbuatan akan menjadi baik. Apabila kuantitas orang-orang yang menempuh jalan ini bertambah banyak, niscaya segala penyakit tersebut diatas akan hilang, Insya Alloh
Diantara kitab yang merangkum berbagai etika yang diajarkan Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam adalah kitab adabul Mufrod karya Imam Muhammad bin Islmail Al Bukhari -rahimahulloh- , Imam Bukhari sudah diakui kredibilitas dan validitasnya, dan kitab ini sepatutnya menjadi kitab yang pertama kali ditelaah oleh setiap muslim yang ingin mengikuti sunnah beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam-

Kitab al-Adabul Mufrod dan Arti Penting Mempelajarinya

Kitab al-Adabul Mufrad karya Amirul Muvminin fil Hadits, Abu 'Abdillah Muhammad bin Isma'il al-Bukhari -rahimahulloh- (penulis kitab at-Tarikhul Kabir, al-Jami'ush Shahihil Musnad min Haditsi Rasulillah -Sholallahu Alaihi Wassalam- yang populer dengan judul Shahih al-Bukhari dan berbagai kitab yang sarat faedah lainnya). Dalam kitab tersebut, al-Bukhari telah mengumpulkan berbagai (hadits Nabi yang menggambarkan berbagai bentuk) sifat dan adab terpuji yang sangat dibutuhkan pribadi muslim ketika bermukim dan bepergian, atau adab yang dibutuhkan ketika berada di tengah keluarga dan tetangga serta segala sesuatu yang erat kaitannya dengan kekerabatan dan kemasyarakatan.
Penulis kitab Fadhlullahish Shamad, syaikh Fadlullahi Al Jilani -rahimahulloh- mengatakan, "Kitab al-Adabul Mufrad karya Amirul Mukminin fil Hadits, pakar 'ilal (cacat yang tersembunyi dalam hadits) di masa dulu dan sekarang, penjaga Islam dan kaum muslimin, pemuka para ahli hadits, al-Imamul Himam Abu 'Abdillah Muhammad bin Isma'il al-Bukhari semoga Allah melimpahkan karunia kepada-Nya, rnerupakan salah satu karya yang sangat bermanfaat. Tidak ada kitab yang serupa dengan kitab yang berukuran kecil dan bermuatan ilmu yang melimpah ini. Kitab ini menghimpun berbagai riwayat seputar adab dan akhlak mulia yang berasal dari Nabi -, para pemuka Shahabat dan para ulama. Kitab ini rnerupakan salah satu karya terbaik yang pernah ditulis, disusun dengan sangat sistematis serta sangat layak dipelajari. Akan tetapi, seorang penuntut ilmu mestilah tergolong cerdas, terkadang tidak mampu mengetahui kedudukan kitab ini dan hanya sedikit yang mampu memetik berbagai hikmah dan mutiara berharga yang terkandung di dalamnya.

Inilah Edisi terjemah dari Al Adabul Mufrod, karya Imam Bukhari -rahimahulloh- , edisi lengkap, mencakup hadits shahih dan hadits dhaif yang sudah di takhrij oleh Syaikh Muhammad nashiruddin al albani -rahimahulloh-

Al Adabul Mufrod
Judul asli : Al Adabul Mufrod
Penulis : Imam Muhammad bin Ismail Al Bukhari -rahimahulloh-
Takhrij & Tashih : Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani -rahimahulloh-
Fisik : buku ukuran sedang, hardcover, 1094 hal
Penerbit : Buana Ilmu Islami