• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Azzam Ketika Ajal Tiba.. Penulis : Imam Ibnu Abi Dunya, penerbit :Pustaka Azzam .. Product #: AZ-000763 Regular price: Rp 123.000 Rp 123.000

Ketika Ajal Tiba..

Harga: Rp 123.000  Rp 98.400

- +

Kematian, inilah yang kita selalu lari darinya. Ini juga seringkali kita lupakan, dan hanya orang beriman selalu teringat dengannya. Banyak sekali keutamaan yang bisa dipetik seorang hamba dari mengingat kematian, di antaranya: membersihkan hati yang telah kusut, tumbuhnya kesadaran untuk kembali ke akhirat, menghidupkan rohani yang Mulai berkarat, menggugah semangat ibadah yang sedang melemah, menumbuhkan keimanan dan ketaatan yang telah mengendur, menguatkan tekad dalam bertobat dan membentuk pribadi tangguh dan qana'ah.

Sementara orang yang terlena dengan kenikmatan dunia, silau dengan gemerlapnya harta, dan menjadi budak syahwat akan lalai hatinya untuk mengingat kematian. dan ketika kematian dingatkan maka hatinya sangat Membencinya dan ingin lari darinya, bahkan tidak ingin berpisah dengan dunia dan ingin hidup seribu tahun lagi.

Alloh Azza wa Jalla berfirman, yang artinya,
"Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari pada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan,"(QS Al-Baqarah [2]: 96).
Abdullah bin Mutharrif berkata, "Sesungguhnya kematian menjadikan para pecinta nikmat dunia tidak selera lagi untuk menikmati seluruh kenikmatan, maka carilah kenikmatan yang tidak tersentuh kematian." [Mauidzatul Mukminin, Muhammad Jamaluddin al-Qasimi, hal. 480]

Dari Abu Hurairah -rodliallohu anhu- berkata bahwa Rasulullah bersabda:
"Perbanyaklah kalian mengingat penghancur kelezatan, yaitu kematian."
[Shahih diriwayatkan Imam at-Tirmidzi dalam Sunannya (2307), Imam Nasa'i diSunannya 0824), Imam Ibnu Majah dalam Sunannya, (3358), Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnahnya (1447) dan dishahihkan Syaikh al-Bani dalam Shahihul Jami' (1210) dan Irwaul Ghalil (682),]

Abu Ali Ad-Daqqaq -rahimahullah- berkata, "Siapa yang memperbanyak mengingat kematian maka akan mendapatkan tiga kemuliaan: bersegera untuk bertobat, hatinya qana'ah dan semangat dalam beribadah." [ at Tadzkirah, Imam al-Qurthubi, hal. 15]

Dari Ibnu Umar -rodliallohu anhu- bahwasannya beliau berkata, "Kami duduk-duduk bersama Rasulullah, datanglah seorang laki-Iaki dari kaum Anshar, lalu mengucapkan salam kepada Nabi kemudian dia berkata, 'Wahai Rasulullah, orang mukmin manakah yang paling utama?' Beliau bersabda, 'Mereka yang paling baik akhlaknya" Dia berkata, 'Orang mukmin manakah yang paling cerdik?' Beliau bersabda, 'Mereka yang paling banyak mengingat kematian dan orang paling baik persiapannya untuk kehidupan setelahnya, mereka itulah orang-orang cerdik." [ hadits hasan, diriwayatkan oleh ibnu majah dalam sunannya no 4259 dan dishahihkan oleh al albani dalam shahihul jami' 7978]

Sahal bin Abdullah At-Tustari -rahimahullah- berkata, "Tidak ada orang yang paling nekad mati kecuali tiga orang: orang yang bodoh tentang kehidupan setelah kematian, orang yang ingin melarikan diri dari takdir Allah atas dirinya, dan orang yang rindu ingin bertemu dengan Allah." [ lihat : At tazkiroh, al qurthubi hal 9, dan Syarhus sudur, as suyuthi hal 16]

Mengingat kematian memiliki keutamaan yang sangat banyak, karena mengingat kematian mengajak seorang hamba terlatih meninggalkan hunian penuh penipuan dan bersiap-siap untuk menuju kampung akhirat. Lalai mengingat kematian membuat manusia terlena dalam kubangan syahwat dunia.
Mengingat kematian memiliki keutamaan yang sangat banyak, karena mengingat kematian mengajak seorang hamba terlatih meninggalkan hunian penuh penipuan dan bersiap-siap untuk menuju kampung akhirat. Lalai mengingat kematian membuat manusia terlena dalam kubangan syahwat dunia.

Semua manusia dan makhluk berjiwa akan mati. Bahkan orang yang tidak percaya bahwa Tuhan itu ada ( Komunis, Atheis dan semisal-nya), tahu itu. Semua juga tahu, jasad manusia yang sudah tak bernyawa akan dikubur, diawetkan, atau apa pun terserah yang mengurus -kalau ada yang mengurus.
Yang banyak orang tak mau tahu adalah bahwa setelah kematian itu akan ada kehidupan baru bagi sang ruh. Lebih banyak yang tak mau tahu lagi, bahwa sang ruh itu akan menderita atau gembira tergantung pada amal mereka sewaktu Allah beri kesempatan untuk hidupdialamdunia.

Detail Info Buku
Bahasa 504 hlm
Format Cover Hardcover
Judul Buku Ketika Ajal Tiba..
Penerbit / Publisher Pustaka Azzam
Pentahqiq Muhammad Khoir Romdhon Yusuf
Penulis Imam Ibnu Abi Dunya
Ukuran Fisik Buku Buku UKuran Sedang 15 x 23.5 cm