• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Ibnu Katsir Kubur yang Menanti Penulis : Asyraf bin Abdurrahman, Penerbit : Pustaka Ibnu Katsir .. Product #: PIK-0008 Regular price: Rp 25.000 Rp 25.000

toko buku islam muslim jual buku Kubur yang Menanti

Harga: Rp 25.000  Rp 20.000

- +

Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim -rahimakumulloh- meriwayatkan dalam ash-Shahihain dari hadits Asma' binti Abu Bakar -Rodliallohu Anha- :
"Bahwa Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda dalam khutbahnya ketika terjadinya gerhana matahari: 'Sungguh telah diwahyukan kepadaku bahwa kalian kelak akan diuji dalam kubur-kubur kalian seperti atau sangat mirip dengan fitnah al-Masih ad-Dajjal, salah seorang dari kalian akan didatangi (oleh malaikat) dan dikatakan kepadanya: "Apakah yang kamu ketahui tentang laki-laki ini?,'Adapun orang yang beriman atau yakin, dia akan mengatakan: 'Dia adalah Muhammad utusan Allah, dia datang kepada kami dengan membawa bukti-bukti dan petunjuk, lalu kami pun memenuhi ajakannya, beriman dan mengikutinya.' Maka dikatakan kepada orang tersebut: 'Tidurlah dengan nyaman, sungguh kami telah mengetahui bahwa kamu benar-benar seorang yang beriman.' Adapun orang yang munafik atau ragu-ragu dalam urusan agama, maka dia akan menjawab: 'Aku tidak tahu, aku mendengar manusia mengatakan sesuatu, lalu aku pun mengatakan sebagaimana yang mereka katakan'."
[Diriwayatkan oieh al-Bukhari, no. 86, Muslim, no. 905, an-Nasa'i, (3/I51]]
Imam Ahmad -rahimahulloh- meriwayatkannya dan lafazhnya berbunyi:
"Sungguh aku telah melihat kalian akan diuji dalam kubur-kubur kalian dan seseorang akan ditanya: 'Apakah yang kamu katakan? Apakah yang kamu sembah?' Maka bila dia menjawab: 'Aku tidak tahu. Aku telah mendengar manusia mengatakan sesuatu, kemudian aku pun mengatakan sebagaimana yang mereka katakan. Mereka telah melakukan sesuatu, kemudian aku pun melakukan seperti yang mereka lakukan. ' Dikatakanlah kepada orang tersebut: 'Benar, kamu telah hidup di atas keraguan dan di atasnya pula kamu meninggal dunia. Inilah tempatmu dari neraka. ' Dan bila orang yang di-tanya itu menjawab: 'Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi dengan haq kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.' Maka dikatakanlah kepada orang tersebut: 'Kamu telah hidup di atas keyakinan dan meninggal di atasnya. Maka inilah tempat dudukmu dari surga. ' [Imam Ahmad dalam al-Musnad (6/345-355)]
Imam Ahmad juga meriwayatkan, dari hadits Aisyah -Rodliallohu Anha- , beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda:
"Adapun fitnah (ujian di dalam) kubur, maka disebabkan aku, kalian akan diuji dan tentang aku, kalian akan ditanya. Apabila seorang yang shalih, maka dia didudukkan dalam kuburnya tanpa rasa gentar dan takut. Kemu¬dian dikatakan kepadanya: 'Pada apa dulu kamu hidup?' Dia menjawab: 'Aku hidup dalam keadaan Islam. ' Kemudian ditanyakan kepadanya: 'Siapakah laki-laki ini yang ada di tengah-tengah kalian?' Dia menjawab: 'Muhammad utusan Allah, dia datang kepada kami dengan membawa bukti-bukti dan petunjuk dari sisi Allah, lalu kami pun membenarkannya’. Lalu dibukakanlah untuknya satu lubang ke arah neraka, lalu dia melihat ke arahnya, sebagiannya melahap sebagian lainnya, lalu dikatakan kepadanya: 'Lihatlah ke arah tempat yang Allah telah pelihara kamu darinya. ' Kemudian dibukankanlah untuknya sebuah lubang ke arah surga, lalu dia melihat kemegahannya dan segala sesuatu yang ada di dalamnya (berbagai macam kenikmatanj, kemudian dikatakan kepadanya: inilah tempat duduk-mu (kembalimu). Dulu (di dunia) kamu hidup di atas keyakinan (Islam) dan meninggal di atasnya, serta di atasnya pula kamu akan dibangkitkan atas kehendak Allah. ' Apabila orang yang buruk amal-nya, maka dia didudukkan dalam kuburnya dalam keadaan gentar dan ketakutan. Ditanyakan kepadanya: 'Pada apa dulu kamu hidup?' Orang itu menjawab: 'Aku tidak tahu.' Ditanyakan lagi kepadanya: 'Siapakah laki-laki ini yang ada di tengah-tengah kalian?' Dia men-jawab: 'Aku telah mendengar orang-orang mengatakan suatu perkataan, lalu aku pun mengatakan sebagaimana yang mereka katakan. ' Lalu dibukankanlah untuknya sebuah lubang ke arah surga, lalu dia melihat kemegahannya dan segala sesuatu yang ada di dalamnya (berbagai macam kenikmatan), lalu dikatakan kepadanya: 'Lihatlah ke tempat yang telah Allah palingkan kamu darinya. ' Kemudian di-bukakanlah untuknya satu lubang ke arah neraka, lalu dia melihat ke arahnya, sebagiannya melahap sebagian lainnya, lalu dikatakan kepadanya: "Inilah tempat dudukmu (kembalimu). Dulu (di dunia) kamu hidup di atas keraguan (terhadap Islam), di atasnya kamu me-ninggal dunia dan di atasnya pula kamu akan dibangkitkan atas kehendak Allah, kemudian dia pun diadzab'."
[Imam Ahmad , dalam Musnad (6/139-140 ]
Imam Ahmad juga meriwayatkan, dari hadits Abu Sa'id al-Khudri, dia menuturkan:
"Kami pernah menyaksikan prosesi (penguburan) jenazah bersama Rasulullah, lalu beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya umat ini akan diuji dalam kuburnya. Bila seorang insan dikuburkan dan para sahabatnya meninggalkannya, maka satu malaikat mendatangi-nya dengan membawa sebuah pemukul di tangannya, kemudian malaikat itu mendudukkannya dan bertanya: 'Apakah yang kamu kata-kan tentang laki-laki ini?' Bila mayit itu orang yang beriman, maka dia akan menjawab: 'Aku bersaksi bahiua tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan haq selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya,' Malaikat itu pun berkata: 'Kamu telah berkata benar.' Kemudian dibukakan-lah untuknya satu pintu menuju neraka seraya berkata (kepadanya): ‘inilah tempat tinggal-mu seandainya kamu kafir kepada Rabb-mu. Adapun jika kamu beriman kepada Rabb-mu, maka inilah tempat tinggalmu lalu dibukakan-lah untuknya sebuah pin¬tu menuju surga, kemudian dia ingin beranjak memasukinya, tapi malaikat berkata kepadanya: 'Diam dan tenanglah dan dilapangkan-lah untuknya dalam kuburnya. Bila si mayit itu orang kafir atau orang munafik, malaikat berkata bertanya kepadanya: 'Apakah yang kamu katakan tentang laki-laki ini?' Maka mayit itu akan menjawab: 'Aku tidak tahu, aku mendengar manusia mengatakan sesuatu (maka aku pun mengatakan seperti yang mereka katakan)." Malaikat pun berkata kepadanya: "Kamu tidak mengetahuinya, tidak membaca (petunjuknya) dan tidak mau menerima petunjuk." Lalu dibukakan-lah untuknya sebuah pintu menuju surga, lalu dikatakan kepadanya: "Inilah tempat tinggal-mu jika kamu beriman kepada Rabbmu. Ada-pun jika kamu kafir terhadap Allah, maka Allah akan mengganti-nya untukmu dengan ini," dan dibukakanlah untuknya sebuah pintu menuju neraka. Kemudian malaikat itu pun memukul-nya dengan satu kali pukulan dengan menggunakan pemukul, maka teriakannya terdengar oleh seluruh makhluk Allah selain jin dan manusia.' Sebagian orang (yang hadir dalam prosesi tersebut-red) berkata: 'Wahai Rasulullah, tak seorang pun yang di atasnya berdiri malaikat yang membawa pemukul di tangannya melainkan dia akan dipukul secara bertubi-tubi ketika itu ? .' Lalu Nabi bersabda, 'Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman:” Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu.' (Ibrahim: 27).”
[ Imam Ahmad , dalam Musnad nya (3 / 3-4)]
Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman, yang artinya:
"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh ( Qoulu Tsabit ) itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang dhalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki." (Ibrahim: 27)
Rosululloh -Sholallahu Alaihi Wassalam- menjelaskan makna “ ucapan yang teguh (Qoulu Tsabit)" tersebut dalam hadits-hadits berikut ini:
Diriwayatkan dari Shahabat al-Barra' bin 'Azib -Rodliallohu Anhu- , dari Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- , beliau bersabda:
"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu." (QS Ibrahim: 27), ayat ini turun mengenai siksa kubur."
[ hadits Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 1369,4699, Muslim, no.2871,at-Tirmidzi, no. 3119, Abu Dawud, no.4750, an-Nasa'i, (6/101), Ibnu Majah, no. 4269 dan Ahmad dalam al-Musnad (4/291-293)]
Imam Muslim menambahkan, Rasulullah bersabda:
"Ditanyakan kepadanya; 'Siapakah Rabbmu?' Maka mayit itu menjawab: 'Rabbku adalah Allah, Nabiku adalah Muhammad. “Maka itulah kandungan firman Allah: 'Allah meneguhkan (keimanan )orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu.” (Ibrahim: 27 )."
Dalam riwayat al-Bukhari, Rasulullah bersabda:
"Apabila seorang hamba Mukmin didudukkan dalam kuburnya, maka datanglah kepadanya (Malaikat), kemudian dia bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan haq selain Allah dan Muhammad adalah-Nya, maka itulah kandungan firman-Nya: 'Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu. '(Ibrahim: 27).
esungguhnya keyakinan adanya "Adzab Kubur" merupakan salah satu di antara aqidah Islam yang absolut berdasarkan dalil-dalil yang banyak sekali. Oleh karena itu sewajibnya bagi seorang muslim untuk memahami aqidah ini, lebih-lebih pada saat ini, dimana pemikiran-pemikiran bid'ah bermunculan dengan gencar, yang dimotori oleh sebagian gerakan yang menghidupkan kembali kesesatan Khawarij dan sebagian Mu'tazilah yang mengingkari adzab kubur ini.
Begitu banyak buku yang ditulis dengan tanpa malu dalam menyebarkan paham sesat dan menggoyahkan aqidah umat. Sekilas, mungkin kita bertanya-tanya, "Kok ada orang yang mengaku muslim berani mengingkari aqidah yang sudah mapan ini?! Namun, keheranan itu akan segera hilang bila kita tahu bahwa sejak beberapa abad yang lampau, Khalifah Umar bin Khathab -Rodliallahu Anhu- telah mengkabarkan adanya para pengingkar tersebut.
Beliau -Rodliallahu Anhu- berkata ,
"Ketauhilah, bahwa akan ada suatu kaum setelah kalian yang mendustakan hukum rajam, Dajjal, syafa'at, adzab kubur dan suatu kaum yang dikeluarkan dari Neraka setelah hitam kelam." [Riwayat Imam Ahmad dalam Musnad-nya 1/24, Ad-Dani dalam Al-Fitan, 2/23 dan dihasankan Al-Albani dalam Qishatul Masih, hal-30 dan hadits ini tergolong marfu' hukman, yakni 1hukumnya sampai kepada Nabi, sebab berbicara tentang yang akan datang]
Masalah ini telah menarik perhatian para ulama kita sejak dahulu sampai sekarang, sehingga hampir tidak ada kitab hadits, aqidah dan lainnya kecuali membahas tentangnya. Lebih dari itu, sebagian para ulama telah membukukannya secara khusus, seperti Imam Al-Baihaqi dalam Itsbat Adzab Qabr wa Sualil Malakaini [Imam Ibnu Qayyim dalam kitabnya Ar-Ruuh, hal. 91 menyebutkan bahwa Imam Ad-Daruqutni telah mengumpulkan jalan jalan riwayat hadits Bara' bin Azib tentang nikmat dan siksa kubur dalam se-buah buku khusus]

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Hardcover
Judul Buku Kubur yang Menanti
Jumlah Halaman 207 hlm
Penerbit / Publisher Pustaka Ibnu Katsir
Penulis Asyraf bin Abdurrahman
Ukuran Fisik Buku Buku ukuran sedang 12.5x17.5cm