• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Muawiyah Benarkah Sholahuddin Al Ayubi Merayakan Maulid Nabi ? penulis : Ust.Ibnu Saini , Penerbit : Maktabah Muawiyah .. Product #: MUA-0004 Regular price: Rp 75.000 Rp 75.000

Benarkah Sholahuddin Al Ayubi Merayakan Maulid Nabi ?

Harga: Rp 75.000  Rp 60.000

- +

Perayaan Maulidan telah menjadi tradisi ritual tahunan yang mendarah daging di tengah-tengah kaum muslimin, khususnya di Indonesia ini, sehingga tidak sah kiranya bila pada satu tahun saja mereka tidak merayakannya. Tapi yang menjadi pertanyaan besar adalah: Dari manakah kaum muslimin mengambil contoh perayaan maulidan tersebut, apakah mereka mengambil contoh dari Rasulullah sebagai suri teladan yang terbaik ataukah dari orang-orang yang tidak layak untuk dijadikan suri teladan?...
Pembahasan buku ini berkaitan tentang  penyelisihan umumnya kaum muslimin di negeri ini dari apa yang telah diajarkan dan digariskan oleh Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam dalam Sunnah beliau dengan slogan "Cinta Rasul" yakni dengan cara mengadakan perkara yang baru yang tidak pernah diadakan    oleh    Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam  dengan    mengadakan perayaan   hari   ulang   tahun   Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam.  yang   lebih dikenal dengan sebutan maulidan. Kemudian telah banyak beredar di masyarakat kita pernyataan bahwa panglima besar Islam yang bernama Shalahuddin al Ayubi -rahimahullah-  adalah seorang   yang   turut   memarakkan   atau   bahkan   yang pertamakali   mengadakan   acara    maulidan,   sedangkan keterangan yang ada dari para ulama justru menerangkan sebaliknya; bahwa beliau adalah seorang yang memerangi perayaan maulidan yang biasa dirayakan di Mesir oleh kerajaan    'Ubaidiyyah    (yang    biasa    disebut    dengan Fathimiyyah).     inilah buku yang menunjukkan bukti  sejarah  ini.
Para pembesar ulama yang akan' dinukil keterangannya di dalam buku ini, seperti Imam Ghazali dan Imam Abu Bakar bin al Baqilani dan yang lainnya telah menulis satu buku khusus yang menerangkan keadaan para penguasa kerajaan Fathimiyyah dalam hal ini, maka kita harus mengikuti jejak mereka, karena merekalah para pewaris Nabi Dan pada zaman mereka kaum muslimin maju dan menguasai dunia. Dan sejarah telah mencatat semua itu dengan rinci dan jelas, dan hanya orang bodohlah yang tidak mengetahui hal tersebut. Karena dalam hal ini mereka menerapkan dua metode dakwah Islam. Yaitu metode tashfiyah dan tarbiyah.
Yang dimaksud dengan metode tashfiyah adalah dengan mengadakan pembersihan ajaran Islam dari kotoran syirik, bid'ah dan segala bentuk penyimpangan dari ajaran Islam yang dibawa dan diajarkan oleh Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam
Dan termasuk metode tashfiyah adalah dengan menerangkan penyimpangan kaum muslimin dari apa yang telah diajarkan dan digariskan oleh Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam  dalam hal ini adalah perayaan maulidan. dan membantah syubhat-syubhat yang berkaitan dengan maulidan.
Sedangkan yang dimaksud dengan metode tarbiyah adalah dengan cara mendidik umat Islam dengan ajaran Islam yang sebenarnya, seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah dan diamalkan oleh para Shahabat beliau.

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover softcover
Judul Buku Benarkah Sholahuddin Al Ayubi Merayakan Maulid Nabi ?
Jumlah Halaman 247 hlm
Penerbit / Publisher Pustaka Muawiyah bin Abi Sufyan
Penulis Ust. Ibnu Saini bin Muhammad
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 14.5 x 21 cm