• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Imam Bonjol Membedah Akar Fitnah Wahabi Penulis : ust.Zaenal Abidin bin Syamsudin Lc , Penerbit : Pustaka Imam Bonjol .. Product #: IBON-0001 Regular price: Rp 65.000 Rp 65.000

toko buku islam muslim jual buku Membedah Akar Fitnah Wahabi

Harga: Rp 65.000  Rp 52.000

- +

Sungguh, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala telah memberi kenikmatan kepada Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam , dan Beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam- dengan berbagai nikmat tersebut senantiasa bersungguh-sungguh dan bersabar dalam menyampaikan tauhid kepada Ummat, walaupun dalam perjalanan dakwahnya beliau dihina, dianiaya, difitnah dan entah banyak lagi cobaan yang beliau hadapi. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala memberikan kemenangan kepada beliau sehingga tauhid menyebar di seluruh dunia dan menjadi hinalah penyembah berhala dan pembelanya.
Dakwah tauhid yang sangat mulia tetap berjalan terus meski beliau telah meninggal dunia, dilanjutkan oleh pem¬belanya, yaitu para sahabat dan generasi salaf sesudahnya. Dari Tsauban -Rodliallahu Anhu- , Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda:
"Senantiasa ada golongan dari umatku yang membela kebenaran (sunnah). Tidaklah membahayakan mereka orang yang menghinanya sampai datang ketentuan Allah pada hari kiamat." — (HR. Muslim: 3544)
Golongan selamat salafush shalih, ahli atsar, walaupun jumlahnya sedikit akan tetapi tetap tegar membela tauhid meski dimusuhi oleh tujuh puluh dua golongan dari yang mengaku muslim; dan pantang mundur, tidak takut celaan musuhnya dari mana pun datangnya. Mereka punya prinsip bahwa semua penegak tauhid pasti dimusuhi, dicaci, dan difitnah, dan itu Sunnatulloh, sebagaimana yang pernah dialami Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- .
Bangsa Arab yang menggelari Nabi dengan al-Amin (insan yang dapat dipercaya) diganti dengan majnun (gila) setelah beliau memberantas penyembah kuburan dan berhala dan mengajak manusia agar mentauhidkan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala - saja. Para sahabatnya banyak dibunuh dan difitnah karena dakwah tauhid. Demikian pula ulama salaf sesudahnya, terutama yang hidup di lingkungan penyembah kubur, yang senantiasa menasihati mereka agar berdo'a hanya kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala - dan meninggalkan kegiatan meminta kepada orang mati, wali, sunan, dan lainnya; mereka difitnah dan dijauhkan dari umat.
Memang, penyembah kubur selalu membuat makar dan ingin memadamkan bendera tauhid. Akan tetapi, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berkehendak menghidupkannya.
Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.(QS. All Imran [3]: 54)
Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. (QS. ash-Shaf[6i]:8)
Ulama Sunnah telah menyadari bahwa sudah menjadi sunnatullah, setiap pembela tauhid pasti dimusuhi.
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipu
(manusia). Jikalau Rabbmu menghendaki, niscaya mereka ti¬dak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. — (QS. al-An'am [6]: 112)
Ketahuilah bahwa musuh utama para nabi dan sahabat-nya adalah kaum musyrikin dan penyembah kubur, seperti yang menimpa Nabi Nuh alaihissalam dan para utusan sesudahnya., sebagaimana firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala ,
Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. — (QS. al-Buruj [85]:
Di antara imam pembela tauhid, pembongkar akar kesyirikan pada abad kedua belas Hijriah yang membingungkan ahli syirik internasional hingga sekarang adalah Imam Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahulloh-
Orang sufi, tarekat, dan kebatinan marah dan benci karena Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahulloh- membongkar kesyirikan mereka dengan mengambil dalil dari al-Qur'an dan Sunnah shahihah, dengan pemahaman sahabat dan ulama atsar, dengan sistem membantah syubhat mereka, dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh orang awam, singkat dan padat, tidak satu pun yang bisa membantahnya; seperti kitab beliau: al-Qawa'idul Arba, Kasyfusy Syubuha tfit Tauhid Kitab Tauhid yang membahas tauhid uluhiyyah, dan karya tulis beliau lainnya.
Lantaran keberanian beliau inilah banyak permusuhan dan fitnah dari kalangan kaum musy¬rikin. Sehingga beliau dituduh membawa madzhab baru, yaitu Wahhabiyyah (Wahhabi); yang mestinya Muhammadiyyah, karena nama beliau Muhammad. Akan tetapi, mereka telah keliru, mereka menisbahkannya kepada nama Alloh Subhanahu Wa Ta'ala yaitu al-Wahhab. Jadi, Wahhabiyyah bukan madzhab yang salah, melainkan yang benar karena bersumber dari wahyu Alloh Subhanahu Wa Ta'ala walaupun ahli syirik tidak suka.
Beliau mengajari orang awam untuk membantah tokoh pembela kesyirikan dengan pelajaran yang mudah dipahami. Di dalam kitab Kasyfusy Syubuhat beliau menjelaskan, "Ketahuilah bahwa musuh tauhid adalah orang yang punya ilmu, pandai berdalil, dan pandai bicara. Akan tetapi, satu orang awam yang mengerti tauhid akan mampu mengalahkan sekian banyak tokoh ahli syirik."
Dan memang benarlah yang beliau sampaikan tersebut. Tidak sedikit pengikut mereka keluar dari cengkeraman tokoh kesyirikan karena mendengar atau membaca risalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahulloh- . Sehingga de¬ngan makin banyak orang yang jauh dari tokoh kesyirikan, mereka—para tokoh ini—marah. Mereka pun bangkit un-tuk mengadakan perlawanan, misalnya berupa bantahan tertulis kepada Syaikh.
Akan tetapi, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala memberi hidayah kepada hamba-Nya yang berilmu untuk membalas bantahan tersebut. Ada lagi yang mengobarkan perlawanan dengan cara melecehkan Ahli Sunnah, seperti yang dikatakan oleh Imam Abu Hatim ar-Razi -rahimahulloh- , "Tanda ahli bid'ah adalah mencaci ahli atsar." '
Ada pula musuh dakwah tauhid yang menempuh cara demonstrasi, merusak, bahkan menyakiti secara fisik. Hal ini apabila mereka merasa kuat dan jumlahnya banyak. Sikap mereka ini diterangkan oleh Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- :
"Sesungguhnya ada suatu kaum termasuk keturunan orang ini, mereka membaca al-Qur'an tetapi tidak sampai kepada tenggorokannya, mereka itu membunuh pembela Islam dan membiarkan penyembah berhala." — (HR. Muslim: 1762 bersumber dari sahabat Abu Sa'id al-Khudri -Rodliallahu Anhu- )
Apabila mereka tidak mampu menyerang dengan fisik, karena mereka merasa lemah dan hina, tidak mampu mela-wan dengan dalil dan khawatir. pengikut mereka banyak yang lari, maka para tokoh minta bantuan kepada pemerin-tah untuk menghentikan dakwah ahli tauhid di masjid-masjid dan lembaga kajian lainnya, dengan alasan mereka meresahkan umat, mereka membawa madzhab baru, seba-gaimana yang pernah terjadi pada diri Bisyr al-Marisi pada masa kerajaan al-Ma'mun. Dan hal itu telah dirasakan pula oleh saudara kita di berbagai tempat. Untuk lebih jelasnya, lihat kitab Ushulus Sunnah oleh Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahulloh- tahqiq Walid bin Muhammad an-Nashr - hlm. 35, Imam Syathibi -rahimahulloh- berkata:
"Ketahuilah bahwa ahli bid' ah pada zaman tabi'in dan sesudahnya, mereka minta bantuan kepada pemerintah dan min¬ta perlindungan orang kaya untuk mempertahankan kesyirikan mereka. Dan jika mereka merasa lemah, mereka sembunyi dan menjauh dari khalayak ramai." Kejahatan mereka perlu kita ketahui agar kita waspada dan tidak heran dengan tindakan mereka yang mengawur. Demikian kira-kira sebagian kecil suara sumbang dan komentar-komentar miring tentang Wahhabi. Tentunya, setiap kita akan bertanya-bertanya, "Benarkah isu-isu terse-but ataukah itu hanyalah kedustaan belaka?!" mari kita buktikan, Semoga Anda dapat menemukan jawabannya dalam buku ini.
Saudaraku , bila kita memperhatikan dan mengikuti perkembangan dakwah akhir-akhir ini, niscaya akan kita dapati bahwa dakwah salafiyyah al-mubarakah semakin menggeliat dan semarak, baik lewat pengajian, majalah, internet, radio, dan sebagainya. Orang-orang pun semakin tahu hakikat dakwah ini. Kini bukan hanya masyarakat biasa yang bisa 'menikmatinya' karena dakwah ini sudah masuk ke kantor-kantor dan masyarakat kelas atas. Inilah salah satu bukti Alloh Subhanahu Wa Ta'ala telah berikan barokah kepada dakwah salafi ini. Ummat yang dulu “buta” tentang Islam yang haq, dulunya mereka sibuk dengan amalan bid’ah bahkan amalan kesyirikan, mereka beramal ibadah hanya dengan ikut-ikutan saja, mereka menjadi faham bahwa amalan yang dulu mereka lakukan adalah salah dan jauh dari tuntunan Islam yang benar dari Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam, setelah Allah berikan ilmu kepada mereka dengan kajian ilmiyyah salafiyyah ini.
Sayangnya, perkembangan dan semaraknya dakwah ter¬sebut tidak menyenangkan sebagian kalangan yang dalam hatinya terdapat penyakit, sehingga mereka berusaha sekuat tenaga untuk menghadang dan menyerangnya dengan berbagai cara, baik dengan doktrin lisan, tulisan, internet, buku, dan sebagainya.
Namun, demi Allah sampai detik ini tidak ada hujjah yang mereka utarakan selain hujjah yang lemah dan kedustaan yang justru menguatkan keyakinan kita akan kebenaran dakwah ini.
Sungguh benar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahulloh- tatkala mengatakan, "Kebenaran itu apabila semakin ditentang dengan syubhat (kerancuan) maka Allah akan membangkitkan kebenaran dan melenyapkan kebatilan dengan bukti-bukti kuat. Kebenaran itu ibaratnya emas murni, semakin teruji semakin tampak keasliannya, sedangkan kebatilan itu seperti emas palsu, semakin diuji semakin tampak kepalsu-annya.”

Buku ini berisi tentang bagaimana bersikap bijak terhadap issu Wahabi. Untuk meluruskan dan sebagai bentuk klarifikasi terhadap buku-buku:
* SALAFI, SEBUAH FASE SEJARAH BUKAN MAZHAB
* BEDA SALAF DENGAN SALAFI
* SALAH KAPRAH SALAFI
* DAKWAH SALAFIYAH, DAKWAH BIJAK
* SEJARAH BERDARAH SEKTE SALAFI WAHABI
* MENGENAL SALAFI DARI DUA SISI
* MENYINGKAP TIPU DAYA DAN FITNAH KEJI KAUM
SALAFI WAHABI

Setiap Muslim puritan dituduh Wahabi. Kenapa serangan terhadap Wahabi dihembuskan secara bertubi-tubi? Sebenarnya pihak mana yang paling dirugikan dan diuntungkan dengan issu Wahabi. Siapakah penebar benih fitnah Wahabi yang merusak citra dakwah tauhid yang diusung Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan kelompok manakah yang paling berperan menendang bola liar fitnah Wahabi dan siapakah aktor intelektual penggulir fitnah Wahabi? Barangsiapa menebar angin akan menunai badai. Bila kelompok Wahabi
sesat tunjukkan sejauh mana kesesatan mereka ! Dan benarkah Muhammad bin Abdul Wahhab tokoh sentral Wahabi ? Apakah beliau
seorang muslim yang beraqidah ahli sunnah wal jamaah dan bermadzhab Hambali? Tepatkah kalau beliau dituduh sesat dan bisakah disebutdzalim, mereka yang menuduh beliau penjahat agama kelas internasional?

 

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Softcover
Judul Buku Membedah Akar Fitnah Wahabi
Jumlah Halaman 396 hlm
Penerbit / Publisher Pustaka Imam Bonjol
Penulis ust.Zaenal Abidin bin Syamsudin Lc
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 15.5 x 24 cm