• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Imam Syafii Prioritas dalam Ilmu, Amal dan Dakwah Penulis : Syaikh Husein bin Audah Al Awaisyah, Penerbit : Pustaka Imam Syafii .. Product #: PIS-00037 Regular price: Rp 20.000 Rp 20.000

Prioritas dalam Ilmu, Amal dan Dakwah

Harga: Rp 20.000  Rp 16.000

- +

Orang berilmu memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Alloh Azza wa Jalla . namun, berilmu saja belum cukup, sebab di dalam Islam ilmu menuntut penerapan amal. Oleh sebab itu, ilmu yang tidak diamalkan tidak ada manfaatnya ia ibarat sebuah pohon yang tumbuh dengan rindang, tetapi tidak menghasilkan buah. Pepatah Arab mengatakan: "Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah."
Bahkan, ilmu yang tidak diamalkan akan menjadi beban bagi pemiliknya di akhirat kelak. Alloh Azza wa Jalla pasti akan meminta pertanggungjawaban dari setiap orang yang berilmu, apakah ilmunya itu diamalkan atau tidak, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:
"Dari Abu Barzah -rodliallohu anhu- , dia berkata bahwa Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda: 'Pada hari Kiamat nanti, kaki seorang hamba tidak akan (dibiar-kan) melangkah hingga ia ditanya tentang umurnya, untuk apa dia habiskan; tentang ilmunya, apa saja yang telah dia amalkan; tentang hartanya, dan mana dia dapatkan dan untuk apa dia gunakan; dan tentang jasadnya, untuk apa dia pergunakan.'[hadits hasan shahih, lihat jamii At Tirmidzi 2417]
Jadi, ilmu harus diikuti dengan amal. demikian pula sebaliknya, amal harus didasarkan pada ilmu. Ilmu tanpa amal adalah kemandulan, sedangkan amal tanpa ilmu adalah kesesatan. Yang Iebih parah lagi, dakwah yang diserukan tanpa berlandaskan ilmu dan amal sama saja dengan sebuah kenihilan karena bagaimana mungkin orang yang tidak memiliki sesuatu dapat memberi kepada orang lain?
Maka dari itu, ketiga unsur ini harus ada karena semuanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, serta antara satu dengan yang lainnya saling membutuhkan dan melengkapi.
Di samping itu, ketiga unsur tersebut menuntut adanya skala prioritas, yaitu manakah yang harus didahulukan? Mana yang lebih utama: ilmu, amal, ataukah dakwah? Bagaimana kedudukannya apabila salah satu dari ketiga unsur tadi ada tanpa dilengkapi dengan keberadaan unsur yang lainnya?
inilah Buku membahas secara spesifik masalah tersebut dan aplikasinya dalam kehidupan nyata.
dalam buku ini penulis membahas secara terperinci dan panjang lebar tentang sepenggal hadits Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam yang artinya"... apa yang telah dia amalkan dari ilmu yang telah diketahuinya ...."
Mengawali pembahasannya, penulis menyebutkan ayat-ayat yang berkenaan dengan balasan amal perbuatan manusia, lalu diikuti dengan menerangkan penghalang-penghalang dalam mengamalkan ilmu dan mendakwahkannya, yang disertai penyebutan sebagian contohnya. Selanjutnya, secara berturut-turut penyusun menjelaskan tema-tema kecil berkaitan dengan judul, di antaranya kewajiban dalam hal ibadah lebih diprioritaskan daripada sunnah; darimana kita memulai dakwah ?; siapa yang harus didahulukan dalam berdakwah ?, bagaimaan jadinya jika orang berdakwah tanpa ilmu dan amal? atau berilmu tanpa beramal?; menghayati teks-teks agama merupakan langkah awal pengamalan ilmu; do'a adalah buah dari amal; ilmu yang tidak bermanfaat; adzab bagi orang yang tidak mengamalkan ilmunya; serta seruan kepada para penuntut ilmu, para da'i, imam-imam masjid, pedagang, dan penerbit-penerbit.

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Softcover
Judul Buku Prioritas dalam Ilmu, Amal dan Dakwah
Jumlah Halaman 196 hlm
Penerbit / Publisher Pustaka Imam Syafii
Penulis Syaikh Husein bin Audah Al Awaisyah
Ukuran Fisik Buku Buku ukuran sedang 12x15.8cm