• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Darul Falah Sikap Ahlus Sunnah terhadap Ahli Bidah dan Pengikut Hawa Nafsu Penulis : Syaikh Prof Dr Ibrahim bin Amir Ar Ruhaili ; Penerbit: Darul Falah .. Product #: DFH-0051-SET Regular price: Rp 194.000 Rp 194.000

Sikap Ahlus Sunnah terhadap Ahli Bidah dan Pengikut Hawa Nafsu, Penerbit Darul Falah

    Ibnu Umar Radhiallahu Anhuma berkata kepada orang yang menyampaikan kepadanya tentang Qadariyah, "Jika engkau bertemu dengan mereka, maka sampaikan kepada mereka bahwa Ibnu Umar berlepas diri dari mereka dan mereka lepas diri darinya".
     Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma berkata, "Tidak ada di muka bumi ini suatu kaum yang paling besar kemarahanku kepada mereka daripada mereka yang datang kepadaku lalu melawanku dari kalangan kelompok Qadariyah tentang qadar. Semua itu tiada lain adalah karena mereka tidak tahu qadar Allah."
 Dari Abu Al-Jauza' Rahimahullah berkata, "Jika aku didampingi oleh kera-kera dan babi-babi dalam sebuah rumah lebih aku sukai daripada jika aku didampingi oleh seseorang dari para pengikut hawa nafsu."
     Imam Al-Baghawi-rahimahullah- ketika menukil ijma' para salaf tentang permusuhan dan pemboikotan para pelaku bid'ah berkata, "Telah berlalu para shahabat, para tabi'in, dan para pengikut mereka. Para ulama sunan berkenaan dengan semua ini sepakat untuk memusuhi dan memboikot para pelaku bid'ah."
     Sikap para salaf terhadap para pelaku bid'ah adalah melarang untuk bergaul dengan para pelaku bid'ah dan bershahabat dengan mereka. Sekaligus mengingatkan dengan tegas semua itu. Sebagaimana tidak pernah dilihat bahwa para salaf mendengarkan bid'ah mereka. Tidak juga mendebat mereka sama sekali.
Di antaranya:
    Dari Abu Qilabah Rahimahullah bahwa dia berkata, "Janganlah kalian bergaul dengan para pengikut hawa nafsu dan jangan kalian debat mereka, karena aku tidak merasa aman bahwa mereka akan menenggelamkan kalian dalam kesesatan. Atau membuat rancu pemahaman kalian sebagaimana rancunya pemahaman mereka."
    Dari AI-Hasan AI-Bashri rahimahullah  bahwa dia berkata, "Janganlah kalian bergaul dengan para pengikut hawa nafsu dan jangan bantah mereka serta jangan dengar mereka."
        Imam Ahmad berkata, "Pokok-pokok sunnah bagi kita adalah berpegang-teguh dengan apa-apa yang menjadi pegangan para shahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, mengikuti mereka, meninggalkan macam-macam bid'ah, dan setiap bid'ah adalah kesesatan, meninggalkan berbagai macam bentuk permusuhan dan duduk bersama para pengikut hawa nafsu dan meninggalkan para pengikut hawa nafsu itu, meninggalkan berdebat, dan berbagai macam perdebatan dalam berbagai urusan agama."
       Syaikh Isma'il Ash-Shabuni ketika menyebutkan ciri-ciri akidah salaf dan para pemegang teguh hadits mengatakan, "Mereka murka kepada para pelaku bid'ah yang mengadakan dalam agama apa-apa yang bukan bagian dari agama itu, tidak mencintai mereka, dan tidak bergaul dengan mereka. Tidak mendengar kata-kata mereka, tidak dengan mereka, tidak mendebat mereka dalam hal-hal yang berkaitan dengan agama, tidak mendebat mereka dan selalu menjaga telinga dari cerita-cerita kosong ahli bid'ah tersebut."
      Para salaf juga berpendapat untuk tidak menunaikan shalat di belakang (sebagai makmum) para pelaku bid'ah dan tidak pula membesuk mereka jika mereka sakit, tidak pula mengiringi jenazah mereka,dan melarang menikah dengan mereka, tidak menerima riwayat dan persaksian mereka. Juga berpendapat untuk tidak menggunakan jasa mereka berkenaan dengan segala macam urusan kaum Muslimin sebagai bagian dari boikot dan pelajaran tegas bagi mereka karena memang pada dasarnya semua itu tidak boleh. Semua itu dibahas panjang-lebar di dalam buku-buku sunnah dan akidah. Pembahasan itu telah banyak dikompilasikan dengan berbagai nukilan dari para salaf.
     Kaum salaf juga menempuh jalan pemboikotan dan pelajaran tegas terhadap para pelaku bid'ah sebagaimana yang telah disebutkan sebagian bentuknya di atas. Mereka tidak menyepelekan jalan kelembutan dan dorongan, bahkan dalam urusan dakwah kepada para pelaku bid'ah dan selain mereka para pelaku kemaksiatan, kaum salaf menempuh apa yang menurut pandangan mereka sesuai dengan kondisi mereka dan lebih manjur untuk menunjuki dan mengarahkan mereka berupa dua macam jalan: pemboikotan dan kelembutan.
     Semua itu sejalan dengan studi kondisi dan situasi yang memberikan pengaruh berkenaan dengan manfaat salah satu dari dua cara tersebut ketika diterapkan terhadap para pelaku bid'ah, yang mana ada yang terang-terangan dengan bid'ah yang ia lakukan dan ada pula tidak demikian itu. Juga sesuai dengan tingkat kekuatan dan kelemahannya. Juga dengan memperhatikan kondisi waktu dan tempat yang berkaitan dengan banyak sedikitnya bid'ah dan mana yang lebih dominan dalam hal itu, apakah ahli sunnah atau ahli bid'ah. Sehingga ketika bersama pelaku bid'ah tidak dilakukan dua cara pemboikotan dan sikap tegas kecuali jika memang cocok baginya sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada.
Inilah terjemah dari kitab Mauqif Ahl Sunnah wal Al Jamaah min Ahl Ahwa Wa Al Bida',sebuah kitab karya Syaikh Dr Ibarahim bin Amir Ar Ruhaili -hafidhahullah- yang membahas tuntas tentang sikap Ahlus Sunnah terhadap Ahli Bidah dan para pengikut hawa nafsu dan penyeru bidah, sebuah sikap tegas yang dilandasi dengan pemahaman Al Qur'an, Sunnah sesuai dengan yang difahami Salafush Shalih.

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Judul Asli mauqif Ahlussunnah wal jamaah min Ahlul Ahwa' wal Bi'da
Judul Buku Sikap Ahlus Sunnah terhadap Ahli Bidah dan Pengikut Hawa Nafsu
Jumlah Jilid Lengkap 2 Jilid Lengkap
Penerbit / Publisher Darul Falah
Penulis Syaikh Dr Ibrahim bin Amir Ar Ruhaili
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 16 x 24.5 cm