• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku

Tegar di Atas Sunnah : Ibarat Menggengam Bara Api

Harga: Rp 38.000  Rp 30.400

- +

Sungguh, Seseorang tidak akan selamat dari perselisihan yang tercela yang hal itu merupakan ciri suatu kelemahan, kecuali dengan taat kepada Allah Ta'ala dan Rasul-Nya shallollaohu 'alaihi wa sal lam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,yang artinya,
"Taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar." (QS. AI-Anfaal: 46)
Mengikuti dan mengamalkan Sunnah adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah Ta'ala dan Rasul-Nya, serta jalan keselamatan dari perpecahan yang tercela.
Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunan-nya, di kitab al-'llmu bab Maa Jaa-a fit Akhdzi bis Sunnah wa Ijtinabil Bida', juga Abu Dawud dalam Sunan-nya, di kitab as-Sunnah, bab Maa Jaa-a fii Luzumis Sunnah, dari sahabat Irbadh bin Sariyah -Rodliallohu Anhu- ia berkata:
"Suatu hari -setelah shalat Shubuh- Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam memberikan nasihat yang sangat bagus, yang menjadikan mata menangis dan hati bergetar. Lalu seseorang berkata, 'Ini seperti wasiat terakhir, lalu apa yang engkau wasiatkan kepada kami, wahai Rasulullah?' Maka Rasulullah bersabda, 'Aku mewasiatkan kepada kalian agar bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat (kepada pemimpin) walaupun ia seorang budak dari Habasyah. Karena barangsiapa di antara kalian nanti yang hidup akan melihat berbagai perselisihan. Jauhilah oleh kalian hal-hal yang diada-adakan, karena setiap yang perkara yang diada-adakan itu adalah kesesatan.
Barangsiapa yang mendapati perselisihan itu, maka ia harus berpegang dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafa' ar-Rasyidin yang mendapatkan petunjuk! Dan gigitlah Sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian!"'
Menurut lafazh Ibnu Majah disebutkan:
"Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Aku telah tinggalkan kalian di atas jalan yang putih malamnya seperti siangnya. Tidak ada yang menyimpang dari jalan tersebut kecuali akan celaka. Barang siapa diantara kalian nanti yang hidup akan mendapatkan banyak perselisihan. Maka, ber-peganglah dengan apa yang kalian ketahui dari Sunnahku dan Sunnah Khulafa' ar-Rasyidin yang mendapatkan petunjuk. Gigitlah Sunnah itu dengan gigi geraham kalian! Taatlah kalian kepada pemimpin meskipun ia seorang budak dari Habasyah. Seorang mukmin itu bagaikan unto yangjinak, kemana diarah-kan ia tunduk."'
Wasiat dari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam tersebut termasuk dari Jawaamil kalim (perkataan ringkas tapi mengandung makna yang luas) yang tidak ada satu perkara pun yang keluar darinya. Wasiat ini merupakan salah satu dasar agama yang agung. Hal ini karena kehidupan manusia itu memiliki ber¬bagai hubungan. Baik itu hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya maupun hubungan dengan masyarakat, juga hubungannya dengan dirinya sendiri.
Hadits di atas menjelaskan tentang hubungan seorang hamba dengan Allah. Yang terdapat dalam sabda Rasulullah, "Aku wasiat-kan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah!"
Hadits di atas juga menjelaskan tentang hubungan seorang hamba dengan masyarakatnya, yang terdapat dalam sabda beliau, "Dengar dan taatilah (kepada pemimpin) meskipun ia seorang budak dari Habasyah. Karena barangsiapa di antara kalian nanti yang hidup akan melihat berbagai perselisihan. Jauhilah oleh kalian hal-hal yang diada-adakan, karena setiap yang perkara yang diada-adakan itu adalah kesesatan. Barangsiapa yang mendapati perselisihan itu, maka ia harus berpegang dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafa'ur Rasyidin yang telah mendapat¬kan petunjuk. Pegang erat-erat dan gigitlah Sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian!"
Sedangkan hubungan seorang hamba dengan dirinya sendiri, dijelaskan pada wasiat takwa dan berpegang dengan Sunnah.
Wasiat ini menunjukkan kepada kita salah satu keutamaan mengikuti Sunnah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Hadits Abu Najiih 'Irbadh bin Sariyah di atas memberitakan tentang perkara yang akan terjadi di kemudian hari.

Apakah perkara tersebut?

Memberitakan kepada kita bahwa akan terjadi banyak perselisihan di antara kaum Muslimin, tentang apa yang ada di zaman Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. "Barangsiapa di antara kalian nanti yang masih hidup akan melihat berbagai perselisihan."

Apa jalan keluarnya?

Rasulullah bersabda: "Kalian harus berpegang dengan sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin yang mendapatkan petunjuk setelahku, gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian!" [ pegang dengan erat - red] Jadi yang pertama dari keutamaan mengikuti As-Sunnah adalah melindungi diri dari perselisisihan yang tercela, sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah dan para Shahabat, melindungi diri dari terjerumus ke dalam perselisihan dan perpecahan yang dicela Islam, dengan cara berpegang teguh kepada As-Sunnah. Inilah ukuran dari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam yang harus kita ajarkan dan sampaikan kepada orang-orang. Kita katakan kepada mereka, apabila kalian mendapatkan suatu perkara, sedangkan perkara tersebut masih samar bagi kalian, dan kalian tidak tahu perkara itu boleh atau tidak? Maka lihatlah apakah perkara itu dilakukan oleh Rasulullah dan para Shahabat atau tidak? Ini adalah kaidah yang telah diajarkan beliau kepada kita. Beliau bersabada: "Barangsiapa di antara kalian yang hidup nanti akan mendapatkan banyak perselisihan..."
Sabda Rasulullah, "maka ia harus berpegang dengan Sunnah-ku' maksudnya ia harus selalu berpedoman dengan As-Sunnah. Sedangkan sabda beliau, "dan Sunnah Khulafa'ur Rasyidin yang telah mendapat petunjuk," karena mereka tidak mengamalkan sesuatu kecuali sesuai dengan As-Sunnah. Dikaitkannya mereka dengan Rasulullah, bisa jadi karena mereka mengamalkan Sunnah atau karena mereka selalu berpegang dan mengutamakan As-Sunnah. Jalan yang mereka tempuh sama dengan jalan yang ditempuh Rasulullah. Merekalah orang yang paling sungguh-sungguh dalam mengamalkan Sunnah dalam segala perkara. Mereka adalah orang-orang yang sangat berhati-hati agar tidak menyelisihi Rasulullah dalam perkara sekecil apapun, apalagi perkara yang paling besar. Apabila mereka tidak mendapatkan dalil dari AI-Qur'an dan As-Sunnah, maka mereka beramal sesuai dengan pendapat mereka setelah berusaha mencari, mempelajari, mendiskusikan dan menghayatinya. Pendapat mereka ini lebih diutamakan daripada pendapat selain mereka, ketika tidak didapatkan dalil.
Imam Abu Hatim bin Hibban rahimahullaah berkata, "Sabda beliau, kalian harus berpegang dengan Sunnah-ku, yang beliau sampaikan saat menyebutkan perpecahan yang akan terjadi pada ummat ini, secara jelas menerangkan bahwa barangsiapa yang selalu beramal dan berkata sesuai dengan Sunnah beliau, serta tidak berpedoman dengan pendapat-pendapat manusia, maka ia termasuk ke dalam golongan yang selamat di hari Kiamat. Semoga dengan kemurahan-Nya, Allah menjadikan kita termasuk dari mereka."

Lalu beliau ( Imam Ibnu Hibban) juga membuat sebuah bab yang menyebutkan hadits-hadits tentang wajibnya seseorang berpegang dengan Sunnah-Sunnah Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, serta tentang wajibnya seseorang melindungi dirinya dari kesesatan orang yang menyelisihi Sunnah, yaitu dari kalangan Ahli Bid'ah walaupun mereka memandang hal itu adalah baik dan indah.” [Shahiih Ibnu Hibban (1/180 ] Inilah kumpulan terjemah dari tulisan dan ceramah para Ulama Sunnah yang mengajak kita Muslimin untuk benar-benar mengikuti Rosululloh dan para Shahabat nya, tabiin, tabiut tabiin dan para Imam Sunnah yang mengikuti mereka dengan benar, mereka adalah orang-orang yang tegar tegak diatas Sunnah sepanjang zaman, ketika sekian banyak kelompok mengatas namakan Islam, mengaku-ngaku Islam tapi hakekatnya melenceng jauh dari islam ajaran Rosul yang sebenar nya.
Bagaimana supaya kita tidak terjerumus pada kelompok-kelompok Sesat yang mengaku-ngaku memperjuangkan Islam itu ?
simak bahasan nya.

 

MUQADDIMAH: Universalitas Syari'at Nabi Muhammad
Syaikh DR. 'Abdul Muhsin bin Hammad AI-'Abbad AI-Badr

DEFINISI DAN PENGERTIAN AS-SUNNAH
Syaikh DR. Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani

WAJIBNYA BERPEGANG TEGUH KEPADA AS-SUNNAH
Syaikh 'Abdul 'Aziz bin 'Abdullah bin Baaz

PERKATAAN PARA IMAM UNTUK MENGIKUTI SUNNAH DAN MENINGGALKAN PERKATAAN MEREKA JIKA MENYELISIHI SUNNAH
Syaikh Muhammad Nashiruddin AI-Albani

KEUTAMAAN TEGAR Dl ATAS SUNNAH
Syaikh DR. Muhammad bin 'Umar Bazmul

KEDUDUKAN AHLUS SUNNAH DAN CIRI-CIRINYA
Syaikh DR. Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani

IKUTI SUNNAH JAUHI BID'AH!
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin

ANTARA AHLUS SUNNAH DAN SALAFIYYAH
Syaikh Abu Usamah Salim bin led AI-Hilali

MENGAPA HARUS SALAFI?
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

TEGAR Dl ATAS MAIMHAJ SALAF
Fatwa-Fatwa Ulama Kaum Muslimin

IBARAT MENGGENGGAM BARA API
Syaikh Salim bin 'led AI-Hilali

SIAPAKAH PARA PEMEGAMG BARA API?
Syaikh Abu Usamah Salim bin led AI-Hilali

AGAR TEGAR Dl ATAS SUNNAH
Syaikh Abu Usamah Salim bin led AI-Hilali

KHATIMAH: "Jangan Ikuti Tipu daya Setan!"
Syaikh Prof. DR. Rabi' bin Hadi AI-Madkhali

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover softcover
Judul Buku Tegar di Atas Sunnah : Ibarat Menggengam Bara Api
Jumlah Halaman 166 hlm
Penerbit / Publisher Media Tarbiyah
Penyusun Kumpulan tulisan dan ceramah Ulama Sunnah
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 13.5 x 20 cm