• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku

Adab dan Akhlak Penuntut Ilmu

Harga: Rp 34.000  Rp 27.200

- +

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam telah menerangkan tentang Islam, termasuk di dalamnya masalah adab. Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam telah mengajarkan adab dan segala sesuatu dengan jelas hingga adab buang air pun beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam jelaskan. Di antara adab yang beliau ajarkan adalah ikhlas dalam menuntut ilmu, ikhlas dalam mengamalkan ilmu, dan ikhlas dalam menga¬jarkan dan mendakwahkan ilmu. Begitu pula para Shahabat dan Tabi'in, mereka menasehati agar setiap Muslim dan Muslimah memperhatikan adab-adab dalam menuntut ilmu, agar ilmu yang dikaji dan dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat.
Adab dan akhlak yang baik adalah bagian dari amal shalih yang dapat menambah keimanan dan memiliki bobot yang berat dalam timbangan. Pemiliknya sangat dicintai oleh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dan akhlak yang baik adalah salah satu penyebab seseorang untuk dapat masuk Surga.
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad (no. 273), Ahmad (11/318), dan al-Hakim (11/613). Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi]
    Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,
"Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari Kiamat daripada akhlak yang baik, dan sesungguhnya Allah sangat membenci orang yang suka berbicara keji dan kotor.”[ Hadits shahih: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 2002) dan Ibnu Hibban (no. 1920—al-Mawaarid), dari Shahabat Abu Darda' radhi-yallaahu 'anhuma. At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan shahih." Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 876)]
     Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda pula:
"Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat majelisnya denganku pada hari Kiamat adalah yang paling baik akhlaknya...”[ Hadits shahih: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 2018), ia ber¬kata: "Hadits hasan." Hadits ini dari Shahabat Jabir bin 'Abdillah]
     Para ulama terdahulu selalu mengajarkan anak-anak mereka mempelajari adab terlebih dahulu sebelum mereka menuntut ilmu.
Telah berkata Imam Sufyan ats-Tsauri (wafat th. 161 H) rahimahullaah, "Mereka tidak menyuruh/mengirimkan anak-anak mereka untuk menuntut ilmu, hingga mereka mem-pelajari adab dan beribadah selama 20 (dua puluh) tahun.”[ Hilyatul 'Auliyaa' (VI/361), dinukil dari Min Hadyis Salaffii Thalabil 'llmi (hal. 23)]
   Imam 'Abdullah Ibnul Mubarak (wafat tahun 181 H) rahimahullaah mengatakan, "Aku mempelajari adab selama 30 (tiga puluh) tahun kemudian aku menuntut ilmu selama 20 (dua puluh) tahun. Mereka mempelajari adab sebelum belajar ilmu.”[ Min Hadyis Salaf fii Thalabil 'llmi (hal. 23)]
Beliau juga mengatakan, "Adab itu 2/3 (dua per tiga) ilmu.”
Imam Muhammad bin Sirin (wafat th. 110 H) rahima¬hullaah berkata, "Mereka (Salafush Shalih) mempelajari petunjuk Nabi (tentang adab) sebagaimana mereka belajar ilmu.” [Al-jaami' li Akhlaaqir Raawi wa Adaabis Saami' (1/79)]
   Imam 'Abdullah Ibnul Mubarak berkata, "Telah berkata kepadaku Makhlad bin al-Husain (wafat th. 191 H), 'Kami lebih sangat membutuhkan adab daripada banyak-nya hadits.” [Al-jaami' li Akhlaaqir Raawi wa Adaabis Saami' (1/80)]
      Al-Khathib al-Baghdadi (wafat th. 463 H) rahimahullaah berkata dalam kitabnya, "Selayaknya seorang penuntut ilmu dan hadits berbeda dalam semua urusannya (amal dan akhlaknya) dari cara dan perbuatan orang-orang awam. Seorang penuntut ilmu dan hadits harus berusaha melaksanakan Sunnah atas dirinya, karena Allah Snbhanahii wa Ta'ala berfirman:
"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitit) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. " (QS. AI-Ahzaab: 21)” [ Al Jaami li Akhlaaqi Raawi wa Adaabis Saami (I/142]

Seorang penuntut ilmu wajib mengetahui dan mem-pelajari adab-adab menuntut ilmu yang harus Ja kuasai. la harus mengikuti jejak para Salafush Shalih dalam men-cari ilmu dan beradab dengan ilmu yang telah diraih. la juga perlu mengetahui bagaimana para Salaf begadang dan meninggalkan enaknya tempat tidur demi mencari ilmu.
Seorang penuntut ilmu wajib beradab dan berakhlak yang mulia, dia wajib mengamalkan ilmunya dengan menerapkan akhlak yang mulia, baik terhadap dirinya maupun kepada orang lain.

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover softcover
Judul Buku Adab dan Akhlak Penuntut Ilmu
Jumlah Halaman 132 hlm
Penerbit / Publisher Pustaka At Taqwa
Penulis Ust.Yazid bin Abdul Qodir Jawas
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 14.5 x 21 cm