• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Imam Syafii Menghidupkan Sunnah - Sunnah yang Terlupakan Penulis : Haifa Binti Abdulloh Ar Rasyid ; Penerbit : Pustaka Imam Syafii .. Product #: PIS-00081 Regular price: Rp 50.000 Rp 50.000

Menghidupkan Sunnah - Sunnah yang Terlupakan

Harga: Rp 50.000  Rp 48.000

- +

Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda," barangsiapa yang memberikan contoh yang baik dalam Islam, maka ia akan mendapatkan pahala, dan pahala orang-orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun." (HR. Muslim nomor 1017)
Imam An-Nawawi -rahimahullah-  mengatakan,''Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk memulai kebaikan, mencontohkan sunnah-sunnah yang dianjurkan, serta memperingatkan dari mencontohkan kebatilan dan perbuatan buruk." [ lihat : Syarh shahih Muslim (4/113)] .
Maksud dari mencontohkan, Syaikh Utsaimin -rahimahullah-  mengatakan, "Adalah dengan cara melaksanakan dan mencontohnya, atau menghidupkan sunnah yang telah mati dengan mengamalkannya. Bukan berarti membuat perkara bid'ah dalam agama kemudian menamainya dengan bid'ah hasanah sebagaimana yang diklaim sebagian orang." [Al-lbda'fi Kamali Asy-Syar'i wa Khathar Al-lbtida', hal. 14-15.]
     Syaikh Utsaimin -rahimahullah-  juga mengatakan, "Sunnah yang telah ditinggalkan, kemudian diamalkan oleh seseorang, berarti ia telah menghidupkannya sehingga dikatakan ia telah mencontohkan sunnah tersebut dalam arti menghidupkannya, bukan membuat syariat (baru) dari dirinya sendiri." [Fatawa Ibnu Utsaimin (7/360) ]
     Sunguh,  banyak dari kaum muslimin yang telah meninggalkan petunjuk Nabi Sholallahu Alaihi Wassalam dan menggantinya dengan perkara-perkara baru.
Ibnu Majah meriwayatkan di dalam As-Sunan, Bab Man Ahya Sunnatan qad Umitat (Bab Orang yang Menghidupkan Sunnah yang Telah Ditinggalkan). Sanadnya telah dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani -rahimahullah-  karena didukung hadits penguat. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
"Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, sehingga manusia mengamalkannya, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun." [ HR At Tirmidzi nomor 20].
      Syaikh Utsaimin Rahimahullah mengatakan, "Sesungguhnya sebuah sunnah yang telah diabaikan, maka mengerjakannya lebih ditekankan karena memiliki faedah mengamalkan dan menebarkannya di antara manusia." [lihat : manasik Al hajj wa Al umroh hal 92].
la -rahimahullah-  juga mengatakan, "Seharusnya bagi seorang muslim -khususnya para pencari ilmu yang didengarkan perkataannya-untuk menghidupkan sunnah-sunnah yang telah ditinggalkan, agar sesuatu yang makruf tidak menjadi mungkar." [al bab Al maftuh 1/113]
   Abu Nu'aim meriwayatkan dari Abu Abbas Ahmad bin Muhammad bin Sahal, ia berkata, "Barangsiapa yang menggariskan untuk dirinya agar komitmen terhadap sunnah, maka Allah akan memenuhi hatinya dengan cahaya ilmu. Tidak ada derajat yang lebih mulia daripada mengikuti sunnah dalam hal perintah, perbuatan, dan akhlak, serta melaksanakan adabnya, baik dalam ucapan, niat, dan keyakinan." [lihat : Hilyah AI-Auliya (10/302)]

Inilah buku yang mengajak kita untuk belajar mengenali dan mengamalkan sebagian sunnah-sunnah Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam yang telah menjadi asing bagi Muslimin saat ini.

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Softcover
ISBN 978-602-8062-411
Judul Buku Menghidupkan Sunnah - Sunnah yang Terlupakan
Jumlah Halaman 378 hlm
Jumlah Jilid Lengkap Pustaka Imam Syafii
Penulis Haifa' Binti Abdulloh Ar Rasyid
Ukuran Fisik Buku buku ukuran sedang 15 x 23 xm