• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Muawiyah Pernikahan dan Hadiah untuk Pengantin penulis : ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat, Penerbit : Pustaka Muawiyah .. Product #: MUA-0010 Regular price: Rp 90.000 Rp 90.000

Pernikahan dan Hadiah untuk Pengantin

Harga: Rp 90.000  Rp 72.000

- +

Nikah adalah sunnah syar'iyyah yang telah dilakukan oleh para Nabi dan Rasul serta generasi awal dan akhir yang mengikuti petunjuk mereka. Nikah juga merupakan sunnah kauniyah yang pasti dibutuhkan oleh manusia. Bahkan kebutuhan mereka kepada pernikahan sangatlah mendesak. Pernikahan merupakan asas terbentuknya sebuah masyarakat dan kebaikan mereka. Dengan pernikahan ini jiwa-jiwa bisa menjadi tenang, ruh-ruh saling berpasang-pasangan, tabiat-tabiat saling bersatu, populasi manusia semakin bertambah dan lahirnya generasi-generasi penerus. Maha suci Allah yang berfirman dalam kitab-Nya:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Ruum: 21).
    Pernikahan telah mendapat tempat yang sangat mulia dalam syariat kita yang agung ini. Berbeda dengan kondisi pada masa jahiliyah yang banyak terjadi pelacuran, perzinaan dan homoseksual. Bahkan pada umumnya bentuk pernikahan yang dikenal pada masa jahiliyah tegak di atas dasar kebebasan dan perzinaan. Dan hal itu menyebabkan terjadinya percampurbauran nasab.
    Lalu datanglah Islam dengan membawa syariat yang mudah. Islam menghapus pernikahan-pernikahan batil ini. Dan menetapkan pernikahan yang syar'i yang pensyariatannya bersumber dari nash-nash Al-Qur'an dan As-Sunnah ash shahihah.
Inilah bentuk pernikahan yang ditetapkan oleh Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam , yaitu pernikahan yang telah disebutkan anjurannya dalam nash-nash syar'i dan telah diamalkan oleh para salafush shalih. Sehingga Abdullah bin Mas'ud -rodliallohu anhu-  berkata:
"Andaikata usiaku di dunia ini hanya tersisa sepuluh hari saja niscaya aku berhasrat memiliki seorang istri." [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (111/453-545) dengan sanad yang shahih.]   Nikah memiliki hukum dan adab syar'i serta sunnah-sunnah yang harus diketahui oleh siapa saja yang akan menikah. Siapa saja yang ingin menjalani pernikahan tidak boleh melalaikan hukum dan adab tersebut. Terutama yang berkaitan dengan masalah pinangan dan pesta perkawinan.

 

Sebagian Pembahasan dalam buku ini :

Bab I:
Sebelum Menikah.

1.  Islam Telah Memerintahkan dan Menggemarkan Umatnya Untuk Menikah.
2.  Larangan Tabattul dan Khi-shaa'
3.  Perintah Kepada Para Pemuda yang Te¬lah Mampu Untuk Segera Menikah
4.  Orang yang Tidak Mampu Tetapi Me¬nikah
5. Jumlah Wanita yang Boleh Dinikahi
6. Disukai Memperbanyak Istri
7. Wanita-wanita yang Haram Dinikahi
8. Telah Dihalalkan Laki-laki Muslim Me-nikahi Wanita Ahli Kitab, dan Telah Di-haramkan Menikahkan Wanita Musli- ; man Dengan Laki-laki Non Muslim Secara Umum dan Mutlak Kepada Laki-laki Ahli Kitab dan Seluruh Laki-laki Musyrik
9.    Beberapa Pernikahan yang Faasid (Rusak) dan Terlarang
10. Memilih Pasangan
11. Sekufu di Dalam Pernikahan Hanya Ada Pada Keta'atan Beragama dan Akhlaq.
12. Disukai Menikahi Gadis (Perawan) Kecuali Kalau Ada Sebab atau Mashlahat yang Membuat Dia Menikahi Janda
13, Disyari'atkannya Nazhar (Melinat Perempuan Yang Akan Dipinang), Dan Apa Yang Dilihat Ketika Nazhar
14. Apa yang Dilarang dan Dibolehkan Dalam Masalah Meminang Pinangan Orang Lain Sesama Muslim?
15. Setelah Nazhar Atau Dinazhar Tidak Jadi Meminang (Khithbah) Atau Tidak Jadi Nikah
16. Membatalkan Pinangan
17. Seorang Wanita Menawarkan Dirinya Un-tuk Dinikahi Oleh Laki-laki yang Menjadi Pilihannya
18. Seorang Menawarkan Anak Perempu-annya atau Saudara Perempuannya
Kepada Laki-laki Shalih yang Dia Pilih Untuk Dinikahi Oleh Laki-laki Itu Walau-pun Laki-laki Pilihannya Itu Telah Mem-punyai Istri 
19. Tidak Sah Nikah TanpaWali Bagi Gadis Maupun Janda
20. Sultnan Adalah Sebagai Wali Bagi Wanita yang Tidak Mempunyai Wali
21 . Apabila Walinya yang Menikahinya 
22. Apabila Wali Tidak Mau Mewalikan atau Menghalangi Pernikahan 
23. Kawin Paksa

Bab II:
Ketika Aqad Nikah

24. Kewajiban Membayar Mahar
25. Khotbah Nikah Sebelum Aqad
26. Hukum Khotbah Nikah Tidak Wajib
27. Aqad Nikah

Bab III:
Walimah dan Pengantin

28. Disyari'atkannya Walimah
29. Bolehnya Mengadakan Walimahan Atas Sebagian Istri Lebih Banyak Makanan-nya dari Sebagian Istrinya yang Lain
30. Bolehnya Berwalimah Dengan Makanan yang Sedikit atau Sederhana
31. Bolehnya Mengundang Banyak Orang Ketika Walimahan
32. Membantu Orang yang Akan Berwalimah
33. Larangan Mengkhususkan Undangan Wa¬limah Pernikahan Hanya Untuk Orang-orang yang Kaya Saja Tanpa Menyertai Orang-orang yang Miskin
34. Kewajiban Memenuhi Undangan Wali¬mah Pernikahan
35. Wanita dan Anak-anak Pergi ke Wali¬mah Pernikahan
36. Pengantin Wanita Memakai Pakaian Pengantin Ketika Pengantinan
37. Nyanyian Dan Memukul Duf di Dalam Pernikahan dan Walimah
38. Para Wanita Membawa Pengantin Perempuan Kepada Pengantin Laki
39. Mendo'akan Orang-orang yang Meng-antarkan/Membawa Pengantin Wanita
40. Mendo'akan Pengantin
41. Larangan Mendo'akan Pengantin De-ngan Ucapan Hidup Rukun dan Banyak Keturunan
42. Disukai Bagi Orang yang Menghadiri Undangan Walimah Pernikahan danUn-dangan yang Selainnya-selama Bukan Undangan Untuk Acara yang Bid'ah Apalagi Syirik- Mendo'akan Tuan Rumah yang Telah Mengundangnya Un¬tuk Makan dan Minum atau Mendo'a¬kan Orang yang Telah Memberikan Makanan atau Minuman 
43. Pengantinan di Waktu Safar
45. Pengantinan di Waktu Malam atau yang Sangat Dikenal Dengan Nama Malam Pengantin
46. Pengantin Wanita Melayani Sendiri Kaum Laki-laki (Dengan Menghidangkan Makanan dan Minuman Kepada Mereka) di Dalam Walimah Pernikahannya

Bab IV:
Ketika Keduanya Menjadi Pengantin Bersama Adaabuz Zifaf / Adab-adab Pengantin)

47. Apayang Dilakukan dan Diucapkan Pe¬ngantin Laki Kepada Pengantin Perem-puan Ketika Keduanya Bertemu? 
48. Hadiah Untuk Pengantin
49. Apa yang Dibaca Oleh Suami Ketika Akan Berjima' Dengan Istrinya?
50. Disukai Bagi Orang yang Melihat Wa¬nita Yang Menakjubkannya Untuk Men-datangi Istrinya
51. Ancaman Kepada Setiap Istri yang Mennolak Ajakan Suaminya Untuk Berjima'
52. Islam Menggemarkan Untuk Melakukan Hubungan Suami-istri (Berjima')
53. Bagaimanakah Mendatanginya?
54. Haram Menyetubuhi Istri yang Sedang
55. Apa yang Dihalalkan Bagi Suami Terhadap Istrinya yang Sedang Haidh?
56. Disunatkan Bagi Suami Berwudhu' atau yang Lebih Utama Baginya Mandi Ja-nabah Apabila Dia Akan Mengulang Perjima'an dalam Waktu yang Sama
57. Disunatkan Berwudhu' Bagi Orang yang Junub Apabila Dia Hendak Tidur di Malam Hari Atau yang Lebih Utama Baginya Adalah Mandi Janabah Sebelum Tidur, Akan Tetapi Kalau Dia Langsung Tidur Saja Tanpa Berwudhu' atau Mandi Dulu Sebelum Tidur, Maka Tidaklah Salah 
58. Suami-istri Mandi Bersama
59. Apa yang Dilakukan Oleh Pengantin Laki Pada Pagi Harinya? 
60. Haram Menyebarkan Rahasia Hubungan Intim (Jima1) Suami-istri

Bab V:
Ketika Keduanya Menjadi
Suami-istri.
61. Keluarga dan RumahTangga Muslim
62. Hak-hak Istri
63. Hak-hak Suami.

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Hardcover
Judul Buku Pernikahan dan Hadiah untuk Pengantin
Jumlah Halaman 399 hlm
Penerbit / Publisher Pustaka Muawiyah bin Abi Sufyan
Penulis ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 16 x 24.5 cm