• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Imam Syafii Panduan Keluarga Sakinah Penulis : Yazid bin Abdul Qodir Jawas ; Penerbit : Pustaka Imam Syafii .. Product #: PIS-0104 Regular price: Rp 100.000 Rp 100.000

Panduan Keluarga Sakinah

Alloh Azza wa Jalla Berfirman:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian isteri-isteri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadamya, dan Dia menjadikan perasaan cinta dan kasih sayang diantara kalian. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. [Ar-Ruum: 21]. "Dan Allah yang telah menjadikan bagi kalian isteri-isteri dari jenis kalian sendiri dan menjadikan Bagi kalian dari isteri-isteri kalian anak-anak dan cucu-cucu, serta memberikan kepada kalian rezki yang baik. Apakah dengan kebatilan mereka beriman dan dengan nikmat Allah mereka kufur?"[An-Nahl: 72].
Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda:
"Dijadikan kecintaan bagiku dari dunia kalian: wanita dan wewangian dan dijadikan kesejukan pandangan mataku dafam shalat".[ An-Nasa'i (7/61) dan Ahmad (3/128).]
Hadits ini dishahihkan oleh Al-lmam Ibnul Qayyim -rahimahullah-
Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam juga bersabda:
"Nikahlah kalian dengan wanita-wanita yang penyayang lagi subur (banyak anaknya), sebab aku akan membanggakan jumlah kalian di hadapan umat-umat yang lain pada hari Kiamat".[Dihasankan oleh Syaikh Al Albani -rahimahullah- dalam Adaab Az Zifaf hal 89 dan 132]
Beliau juga bersabda:
"Sesungguhinya dunia ini hanyalah perhiasan, dan tidak ada satupun dari perhiasan dunia ini yang lebih baik daripada wanita shalihah".HR Muslim 1467 dan lainnya]
Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda:
"Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan dien-nya. Maka pilihlah wanita yang memiliki dien niscaya kamu akan beruntung [HR Bukhori 5090, dan yang lainnya]

Ayat-ayat dan hadits-hadits yang telah berlalu menunjukkan bahwa:
1. Diciptakannya seorang istri termasuk ayat Alloh Azza wa Jalla ang paling agung.
2. Sesungguhnya disyari'atkan nikah adalah untuk ketenangan, kecintaan dan kasih sayang serta busana, sebagaimana firman Allah
."Mereka itu adalah pakaian bagi kalian, dan kalian-pun adalah pakaian bagi mereka." [Al-Baqarah: 187}.
Tidak akan mungkin mampu masing-masing dari mereka untuk merasa cukup dari yang lainnya dan tidak pula masing-masing bisa hidup tanpa yang lainnya. Sebab mereka telah diciptakan dalam keadaan memiliki tabiat seperti itu. Ini merupakan ketentuan Alloh Azza wa Jalla yang berlaku di muka bumi-Nya.
3. Kenikmatan Allah yang telah Allah berikan kepada anak keturunan bani Adam berupa anak laki-laki dan keturunan.
Misalnya firman Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- :
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia." [Al-Kahfi: 46].
Dan firman Alloh Azza wa Jalla ,
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan keyada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak". [Ali Imraan: 14].
4. Kedudukan Nubuwah yang begitu tinggi dan mulia tidaklah menghalangi untuk dijadikan pada diri Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam kecintaan terhadap wanita. Sungguh beliau telah didahului menikah oleh saudara-saudara beliau dari kalangan para nabi.
5. Nabi memerintahkan untuk mencari wanita yang diketahui kesuburannya (banyak keturunan) dan memiliki kasih sayang sehingga seorang suami akan hidup bahagia disebabkan kebaikan akhlak si istri dan banyak anak-anaknya.
6 Bahwa pernikahan dan memperbanyak keturunan merupakan dua perkara yang dituntut agar tercapai keinginan Rasulullah untuk berbangga dengan jumlah umatnya di hadapan umat-umat yang lain pada hari Kiamat.
7 Sudah sepantasnya bagi kita ketika memilih calon istri untuk memilih wanita yang memiliki dien lagi shalihah
8. Kepada para wali handaknya mencarikan pasangan bagi putri-putrinya laki-laki yang shalih, memiliki dien, budi pekerti dan akhlak yang luhur.
9. Sebagian ulama salaf mengatakan: "Barangsiapa yang menikahkan anak putrinya dengan laki-laki yang fajir (bejat) maka dia telah memutuskan hubungan kekeluargaan dengannya".
10. Seorang laki-laki berkata (meminta pertimbangan) kepada AI-Hasan: "Putriku telah dipinang oleh beberapa orang laki-laki, kepada laki-laki yang mana aku harus menikahkannya?
Beliau menjawab: "Kepada laki-laki yang bertaqwa kepada Allah, apabila dia mencintainya, dia akan memuliakannya dan apabila dia membencinya maka dia tidak akan mendzaliminya".
Sesunnguhnya, keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah (keluarga yang dipenuhi ketenangan, rasa cinta, dan kasih sayang) merupakan dambaan setiap Muslim dan Muslimah yang akan menghadapi mahligai rumah tangga. Keluarga yang sakinah adalah keluarga yang di dalamnya ditegakkan syariat Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- , keluarga yang di dalamnya terdapat sikap saling memahami, dan keluarga yang di dalamnya terdapat rasa cinta dan pergaulan yang baik.
Namun, mencapai keluarga yang sakinah bukanlah suatu hal yang mudah, tetapi bukan pula suatu hal yang mustahil. Oleh karena itu, setiap Muslim dan Muslimah yang hendak berumah tangga berkewajiban untuk mempelajari dan memahami konsep dan tujuan pernikahan dalam Islam sebagai bekal utama sebelum melangkah ke jenjang pernikahan dan akhirnya meraih keluarga yang sakinah dengan izin Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- .

       Buku yang ditulis oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas ini secara panjang lebar dan tuntas menerangkan perihal bagaimana membina keluarga sakinah yang islami. Buku ini disusun berdasarkan bab-bab yang terdiri dari 22 pembahasan dan diakhiri dengan khatimah (bab penutup). Pada bab pertama dibahas tentang permasalahan nikah yang mencakup fungsi nikah, definisi nikah, dan anjuran Islam untuk menikah dan larangan hidup membujang. Pada bab kedua dibahas tentang wanita-wanita yang haram dinikahi. Pada bab ketiga dibahas tentang macam-macam pernikahan yang dilarang dalam Islam, kemudian disusul oleh bab keempat dan kelima yang membahas tujuan pernikahan dalam Islam dan manfaat pernikahan. Pada bab keenamnya dipaparkan mengenai tata cara pernikahan dalam Islam. Lalu disusul secara berturut-turut sampai bab kedua puluh dua, yaitu pembahasan tentang pelanggaran-pelanggaran seputar pernikahan, rumah tangga yang ideal, hak dan kewajiban suami istri, nasihat untuk suami istri, ketika si buah hati lahir, kewajiban mendidik anak, berbakti kepada orang tua, nusyuz dan solusinya, talak, khulu', 'iddah, dan terakhir adalah tentang kedudukan wanita dalam Islam.
Buku ini sangat pantas dijadikan panduan bagi siapa saja yang akan berkeluarga maupun yang telah berkeluarga, khususnya orang Muslim yang mendambakan kebahagiaan dalam keluarganya. Kelebihan buku ini terletak pada muatan isinya yang lengkap, landasan dalil dan argumentasinya yang kuat, serta tema-tema bahasannya yang menarik.

Detail Info Buku
Bahasa indonesia
Format Cover Hardcover
ISBN 978-602-9183-32-0
Judul Buku Panduan Keluarga Sakinah
Jumlah Halaman 328 hlm
Penerbit / Publisher Pustaka Imam Syafii
Penulis Yazid bin Abdul Qodir Jawas
Ukuran Fisik Buku buku ukuran sedang 15 x23 cm