• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Al Furqon Akhlak & Keutamaan Syaikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baaz Judul asli :Al Imam Ibn Baaz : durusu wa mauqif wa ibrah Penulis : Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad A.. Product #: PAF-0001 Regular price: Rp 25.000 Rp 25.000

Akhlak & Keutamaan Syaikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baaz

Harga: Rp 25.000

- +

    Sesungguhnya keterangan para ulama dalam menaruh perhatian terhadap biografi para imam telah jelas dan gamblang. Di antara buktinya ialah apa yang telah disebutkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar di dalam kitabnya Tawaalii at-Ta'siis li Ma'aalii Muhammad ibni Idriis yakni Imam Syafi'I -rahimahulloh- .
Al-Hafizh berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan bintang-bintang di langit sebagai petunjuk bagi orang-orang yang kebingungan di daratan dan lautan karena kegelapan. Dan menjadikan bintang-bintang bumi yakni para ulama sebagai petunjuk dari gelapnya kebodohan. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala melebihkan keutamaan sebagian mereka di atas sebagian yang lain dalam pemahaman dan kecerdasan, sebagaimana Dia melebihkan sebagian bintang di atas sebagian yang lain dalam perhiasan dan cahaya." [Tawaalii at-Ta'siis li Ma'aalii Muhammad ibni Idriis, him. 25].

Ibnu Khalikan -rahimahulloh- berkata di dalam kitab Wafayatul A'yan: "Saya sebutkan sekelompok orang-orang mulia yang telah saya saksikan dan saya nukil (kabar) dari mereka, atau mereka yang semasa denganku tetapi saya belum pernah melihat mereka, agar orang yang datang setelahku nanti dapat mengetahui keadaan mereka." [Wafayatul A'yan: muqaddimah (1/20) ]
Yaqut al-Hamawi -rahimahulloh- di dalam awal kitabnya Irsyaadul Ariib ila Ma'rifatil Adiib, yang lebih terkenal dengan sebutan Mu'jamul Udaba', ia berkata: "Ini adalah kabar tentang orang-orang yang dari merekalah diambil ilmu al-Qur'an yang mulia dan hadits yang bermanfaat, dengan pekerjaan mereka itu diperoleh kepemimpinan dan dengan pengetahuan mereka menjadi lurus urusan sulthan (pemimpin) dan kementerian. Dan dengan ilmu mereka Islam menjadi sempurna, dan dengan istinbath (pengambilan hukum) mereka diketahuilah mana yang halal dari yang haram." [u'jamul Udaba', him. 1/32]

Imam Ghabaraini -rahimahulloh- [ wafat tahun 714 H], beliau berkata di dalam muqaddimah kitabnya 'Unwaanud Diraayah mimman 'Urifa minal 'Ulamaa-i fil Mi'atis Saabi'ah bi Bijaayah: "Itu adalah rahasia yang dapat diketahui oleh para penuntut ilmu tentang para imam yang menjadi panutan dan petunjuk dengan menjalani sunnah (jalan) mereka yang lurus."[ Inwaanud Diraayah, him. 19-20]
Mengenal akhlaq ulama dan sejarah hidup mereka merupakan keuntungan yang besar dan perniagaan yang menguntungkan bagi penuntut ilmu. Apabila penuntut ilmu membaca biografi para imam tokoh umat tersebut, maka akan bertambah pengetahuan dan cahaya dalam menapaki jalannya. Dia juga akan mengetahui kekurangan-kekurangannya yang tersembunyi dan kelemahan pada diri dan kehidupannya.
Sesungguhnya mengenali biografi para ulama dan usaha untuk membukukan kabar berita, perjalanan, dan kesungguhan mereka adalah kebiasaan yang berjalan di kalangan ulama zaman dahulu dan belakangan. Ini disaksikan dan dikuatkan oleh puluhan bahkan ratusan kitab yang menghimpun ribuan biografi.

Berbagai macam cara ditempuh oleh para ulama dalam menulis kitab-kitab tentang biografi ulama. Di antara mereka ada yang menyendirikan biografi khusus seorang imam tertentu. Misalnya Imam Muwaffaq Ibnu Ahmad al-Makki -rahimahulloh- tatkala ia menyendirikan biografi khusus tentang manaqib (perangai yang terpuji) Imam Abu Hanifah -rahimahulloh- [wafat 150 H]. Begitu juga al-Kurdi melakukan hal yang serupa, ia menulis manaqib Imam Abu Hanifah. Ash-Shaimiri memiliki kitab Akhbaaru Abi Hanifah wa Ashhaabihi.
Imam Qaadhi Isa az-Zawawi -rahimahulloh- menyendirikan tulisan khusus tentang biografi Imam Malik bin Anas [wafat 179 H] , Imam Baihaqi, Ibnu Katsir, dan Ibnu Hajar -rahimakumulloh- menulis secara khusus biografi Imam Syafi'i -rahimahulloh- .
Ibnu Abi Hatim ar-Razi -rahimahulloh- menulis sebuah kitab tentang Syafi'i, dengan judul Aadaabusy Syaafi'i wa Manaaqibuhu.

Imam Ibnul Jauzi -rahimahulloh- menyendirikan karangannya tentang manaqib Imam Ahmad , Dan sebagian ahli ilmu menempuh cara lain, mereka menyendirikan kitab-kitab khusus biografi thabaqah (tingkatan) tertentu orang-orang yang masa hidup, daerah, ilmu, atau madzhabnya bersamaan. Ada lagi yang menyendirikan tulisan (biografi) sebagian pengikut madzhab dengan tulisan khusus, seperti
ath-Thabaqaatus Sunniyyah fii Taraajimil Hanafiyyah, karya Taqiyyuddin bin Abdul Qadir ad-Daarimi,
al-Jawaahirul Madhiyyah fii Thabaqaatil Hanafiyyah, karya al-Qurasyi.
Tartiibul Madaarik wa Taqriibul Masaalik li Ma 'rifati A 'laami Madzhabil Imaami Maalik, karya al-Qaadhi 'lyaadh.
Thabaqaatusy Syaafi'iyyatil Kubraa, karya as-Subki.
Thabaqa-atusy Syaafi'iyyah, karya ibnul Hidaayah al-Husaini.
Thabaqaatul Hanaabilah, oleh al-Qaadhi Abi Ya'la.
Adz-Dzailu 'alaa Thabaqaatil Hanaabilah, karya Ibnu Rajab
Dzail Ibnu Abdil Hadi atas Thabaqaat Ibnu Rajab.
Termasuk contoh penulisan biografi berdasarkan disiplin ilmu tertentu, adalah :
Thabaqaatul Mufassiriin. Ad-Daawudi dan as-Suyuuthi telah menulisnya.
Thabaqah ahli hadits, seperti Thabaqaatul Muhadditsiin bi Ashbahaan wal Waaridiina 'alaiha, oleh Abu Syaikh al-Anshari.
Thabaqah para hafizh (hadits), Imam adz-Dzahabi telah menulis dalam hal ini sebuah kitab dengan nama Tadzkiratul Huffazh.
Thabaqah para qari (ahli baca al-Qur'an), dalam hal ini Imam adz-Dzahabi menulis juga sebuah kitab yang ia beri nama Ma 'rifatal Qurra-il Kibaar.
Thabaqah ahli nahwu, Imam Suyuthi menulis sebuah kitab Bughyatul Wu'aah.
Thabaqah tabib/dokter, Ibnu Abi Ushaiba'ah menulis tentangnya, demikian seterusnya.

Sebagaimana telah berlalu tadi, di antara mereka ada yang menulis secara khusus para ulama di daerah/tempat tertentu, seperti Taariikh Baghdad oleh al-Khathiib al-Baghdaadi. Taariikh Dimasyqa oleh al-Hafizh Ibnu 'Asaakir. Taariikh atau Akhbaar Asfahaan oleh al-Hafizh Abu Nu'aim al-Ashbahani. Taariikh Halab oleh ibnul 'Adiim, yang judulnya Bughyatuth-Thalab fii Taariikh Halab. Dan Taariikh Irbil oleh Ibnul Mustaufi.

Dan termasuk contoh-contoh penulisan biografi menurut zaman sekarang adalah:
Taariikh Islaam oleh adz-Dzahabi, ad-Durarul Kaaminah oleh Ibnu Hajar, al-Badruth-Thaali' bi Mahaasina Man Ba'da Qarnis-Saa-bi' oleh Syaukani, dan lainnya dari banyak biografi.

Dan terakhir,inilah adalah kitab yang ringkas menghimpun kabar-kabar dan kejadian dalam kehidupan Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Baz -rahimahulloh-Maksud penyebutan sikap dan kabar-kabar ini adalah agar orang mengambil kajian, dan pelajaran, serta agar merenungkannya. Khususnya para penuntut ilmu yang mencintai Syaikh, maka ketika mengetahui perangai itu dia akan tahu bagaimana Syaikh menerapkan sunnah pada saat tersebut, dan bagaimana Syaikh menegakkan hidup dan manhaj-nya di atas ilmu syar'i yang berasal dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.

Akhlaq dan Keutamaan Syaikh Bin Baz
Judul asli :Al Imam Ibn Baaz : durusu wa mauqif wa ibrah
Penulis : Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad As Sadhan
Fisik : buku ukuran sedang 14.5 x 20.5 cm, Softcover, 190 hal
Penerbit : Pustaka Al Furqon