• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Al Furqon Untaian Mutiara Kehidupan Salaf Penulis :Sholahudin Abu Faiz bin Mudasim, Fisik : Buku Ukuran Sedang 14.5x20.5cm, 160 hal, Softcover.. Product #: PAF-0013 Regular price: Rp 23.000 Rp 23.000

Untaian Mutiara Kehidupan Salaf

Harga: Rp 23.000

- +

Dalam al-Qur'an yang mulia, Alloh Azza wa Jalla berfirman:
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal... (QS. Yusuf [12]: 111), Qoshosh merupakan bentuk jamak dari qishshoh yang menurut bahasa Arab bermakna kabar-kabar yang melegenda atau cerita-cerita yang menghikayat. Al-Qur'an sendiri menamakan kisah-kisah yang sampai kepada kita secara turun-temurun dari cerita orang-orang yang terdahulu dengan sebutan qishshoh. Alloh
Azza wa Jalla berfirman:
" Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu.... (QS. Thoha [20]: 99)

Alloh Azza wa Jalla juga berfirman:
"Itu adalah sebagian dari berita-berita, negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah. (QS. Hud [11]:100).
Membaca kisah memang terkadang lebih mengasyikkan dan menyenangkan serta cenderung lebih disukai jiwa dibanding nembaca buku-buku pelajaran atau karangan-karangan ilmiyah. Karena itu, tidak jarang para pengarang buku dan para jurnalistik mereka lebih senang untuk menawarkan hasil karya dan unek-unek mereka dalam bentuk novel, cerita, ataupun kisah. Kita tidak terlalu mempersoalkan bentuk pemaparan dan model penyajian. Hanya, yang terpenting adalah isi cerita itu sendiri karena kita tidak boleh membodohi umat dengan cara menyuguhkan cerita-cerita dusta dan khayalan atau cerita-cerita fiktif yang tidak memiliki sandaran sanad dan bukti otentik. Lebih tidak boleh lagi bila cerita-cerita tersebut di-aandarkan pada agama, khususnya Islam yang diajarkan oleh Nabi Sholallahu Alaihi Wassalam Dalam sebuah hadits, Rosululloh pernah bersabda:
"Sesungguhnya berdusta atas namaku tidak seperti berdusta atas nama selainku. Barang siapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka silakan mengambil tempat duduknya di neraka." (HR. al-Bukhori: 5/27, Muslim: 1/12) Sebaik-baik cerita adalah apa yang diceritakan oleh al-Qur'an yang turun langsung dari Zat yang Maha Mengetahui lagi Maha Meliputi. Alloh Azza wa Jalla berfirman:
" Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan al-Qur'an ini kepadamu.... "(QS. Yusuf [12]: 3)
Maka semua kisah yang diceritakan oleh al-Qur'an pasti benar dan nyata adanya, tanpa ada pengurangan atau penambahan.
Alloh Azza wa Jalla berfirman:
" Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar.... "(QS. al-Kahfi [18]: 13)
Sebuah kisah tidak dikatakan benar kecuali bila cerita tersebut benar-benar bersesuaian dengan kenyataan yang ada tanpa penambahan maupun pengurangan, dan Alloh Maha Suci dari sifat dusta, maka sangat mustahil bila Alloh Azza wa Jalla menceritakan sebuah kisah lalu kisah itu tidak terjadi atau tidak sesuai dengan kenyataan. Sungguh Alloh Azza wa Jalla Maha Mendengar Ingi Mnha Mengetahui. Setelah yang termuat di dalam al-Qur'an, kisah terbaik adalah yang diceritakan oleh al-hadits karena merupakan salah satu bukti nubuwwah (kenabian) Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam .Beliau pasti henar apabila menceritakan suatu kejadian yang telah terjadi ataupun yang belum, yang terjadi di masa beliau ataupun jauh dari masa kenabian - yang tentunya datang dengan perantara wahyu Alloh Azza wa Jalla kepadanya - . Kisah yang dibawakan oleh al-Qur'an atau hadits Rosululloh yang sho-hih.. Semuanya adalah nyata dan benar tanpa keraguan sedikitpun. Dan Alloh Azza wa Jalla pun memerintahkan kepada Nabi-nya mulia untuk mengisahkan kepada manusia kisah-kisah membangun jiwa. Mudah-mudahan mereka akan dapat berpikir dan mengambil pelajaran dari kisah orang-orang sebelum mereka, dapat mengukur diri mereka, dan mengambil pelajaran berharga darinya. Diharapkan mereka dapat menjauhkan diri dari sifat-sifat jelek apabila orang-orang sebelumnya adalah orang-orang zalim dan dapat ber-qudwah (meneladani) jika orang-orang sebelumnya itu adalah orang-orang yang sholih. Alloh Azza wa Jalla berfirman:
".... Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir. "(QS. al-A'rof [7]: 176) Juga, Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam telah mensyari'atkan kepada kita untuk menceritakan kabar-kabar tentang Bani Israil, dan beliau menyebutkan sebabnya.
"Ceritakanlah kisah tentang Bani Israil dan hal tiu tidak mengapa karena pada mereka terdapat banyak keajaiban." (HR. Ahmad: 9746, Abu Dawud: 3662, dan Ibnu Abi Syaibah: 182)

berpijak pada dasar di atas,inilah buku menyusun dan mengumpulkan kisah-kisah shohih yang terambil dari hadits-hadits Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam yang shohih dan dilengkapi dengan mutiara kisah dan faedah-faedah berharga. Mudah-mudahan kita dapat mengambil ibroh (pelajaran) dari kisah-kisah mereka.

bab pembahasan :
Kisah 1: Amal Baik Menjadi Jalan Keluar
Kisah 2: Tragedi Ashabul-Ukhdud
Kisah 3: Matahari Tunduk Kepada Seorang Nabi
Kisah 4: Penduduk Surga yang Terakhir
Kisah 5: Penduduk Surga Bercocok Tanam, Adakah?
Kisah 6: Tuduhan Keji Atas Nabi Musa
Kisah 7: Karomah Tiga Bayi Ajaib
Kisah 8: Nabi Ibrahim SP Tiga Kali Berdusta.
Kisah 9: Dajjal Malapetaka Akhir Zaman
Kisah 10: Mayit Bangkit dari Kuburnya.
Kisah 11: Persaksian Binatang yang Terzalimi
Kisah 12: Masuk Surga Karena Membuang Duri
Kisah 13: Di Balik Wasiat Menjelang Kematian
Kisah 14: Si Pembunuh Masuk Surga.
Kisah 15: Dialog yang Membawa Rahmat
Kisah 16: Balasan Bagi Seorang Penipu

Untaian Mutiara Kehidupan Para Salaf
penulis : Ust. Sholahuddin Abu Faiz Al Atsari
Fisik : buku ukuran sedang 14.5 x 20.5 cm, , Softcover, 160 hal
Penerbit : Pustaka Al Furqon