• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku

Kunci-kunci Rizki : menurut Al Quran dan Sunnah

Harga: Rp 16.000

- +

Ada segelintir orang yang menyangka bahwa sikap tawakal meniadakan berbagai macam bentuk usaha dan ikhtiar, sehingga banyak di antara mereka yang enggan bekerja dan malas berusaha. Padahal bekerja bisa berhukum wajib, sunnah, mubah, atau makruh, bahkan bisa haram tergantung pada kondisi, jenis dan tujuan bekerja. Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam manusia yang paling bertawakal kepada Alloh Azza wa Jalla tetapi beliau tetap bekerja dan berkarya, baik dengan pergi ke medan perang maupun berniaga di pasar untuk mencari nafkah, bahkan orang-orang kafir berkomentar sebagaimana yang tercantum dalam firman Alloh Azza wa Jalla
" Dan mereka berkata:"Mengapa Rosul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?
(QS. Al-Furqan 1251:7)
leh sebab itu, usaha yang menentukan tegaknya pondasi kehidupan manusia yang primer hukumnya fardhu 'ain, sementara usaha yang rnenentukan kehidupan secara kolektif berhukum fardhu kifayah. Sehingga seluruh bentuk aktivitas untuk mendirikan perusahaan dan perindustrian yang menjadi penopang sendi ekonomi ummat secara kolektif hukumnya fardhu kifayah
Sikap zuhud dan tawakal kepada Alloh Azza wa Jalla tidak bisa dikonotasikan dengan berpangku tangan, menganggur dan menyandarkan nasib hidup kepada orang lain, sebab segala benntuk ketergantungan kepada solain Alloh Azza wa Jalla bisa merusak aqidah dan akhlak serta merupakan kebiasaan tercela, karena tidak terdapat satu dalilpun yang mengajak ummat mrninggalkan usaha mencari rizki dan ikhtiar dengan alasan zuhud dan tawakal. Bahkan Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda:
"Tidak ada makanan yang dimakan seseorang yang lebih baik dari makanan yang merupakan usaha tangannya sendiri, karena Nabi Allah, Daud, makan dari hasil usaha tangannya sendiri. " [Shahih diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahihnya (2072) dan Imam al-Baghawi dalam Syarhussunnah, 8/ 6 ]
Imam Ibnu Hajar -rahimahullah- berkata: "Dan hikmah Daud secara khusus bahwa beliau makan dari usaha tangannya, padahal beliau tidak mrmbutuhkannya karena beliau menjadi seorang khalifah di muka bumi, sebagaimana yang telah difirmankan Alloh Azza wa Jalla , disebabkan beliau ingin mencari makanan dengan cara yang lebih utama. Maka Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam menyampaikan kisah ini dalam rangka berhujjah dengannya, bahwa sebaik-baik usaha berasal dari hasil tangan sendiri."
Selanjutnya beliau menegaskan, bahwa dalam hadits terdapat dalil bahwa berusaha mencari rizki tidak merusak sikap tawakal [lihat fathul Baari 4/353]
Yunus bin Maisarah -rahimahullah- berkata: "Bukanlah termasuk sikap zuhud di dunia mengharamkan yang halal dan menyia-nyiakan harta benda, tetapi sikap zuhud yang benar adalah, hendaknya anda lebih percaya terhadap karunia yang ada di tangan Allah daripada kekayaan yang ada di tanganmu, dan hendaknya anda bersabar ketika terkena musibah dan bersyukur ketika meraih kesenangan, serta bersikap biasa terhadap orang yang memujimu dan terhadap orang yang membencimu " [lihat : tazkiyatun nufs, Ahmad farid hal 65]
Alloh Azza wa Jalla tidak melarang seorang hamba-Nya ber¬usaha, bahkan Allah mencintai segala bentuk profesi asal sesuai dengan kaidah, prinsip dan aturan agama. Maka tidak ada alasan untuk mencela jalur-jalur usaha yang halal, tetapi yang tercela adalah sebuah usaha yang haram atau melalaikan ibadah kepada Alloh Azza wa Jalla sebagaimana firman-Nya:
" Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah. (QS. An-Nur [24]: 37).
Imam Ibnul Jauzi -rahimahullah- berkata: "Sebagian orang salah faham dalam memahami tawakal, mereka menyangka bahwa malas bekerja dan berpangku tangan sebagai bentuk tawakal, padahal tawakal merupakan perbuatan hati yang tidak menafikan gerakan tubuh untuk berusaha. Jika seorang yang rajin bekerja dianggap tidak bertawakal, maka para nabi termasuk orang-orang yang tidak bertawakal. Sementara Nabi Adam bertani, nabi Nuh dan nabi Zakaria bertukang, nabi Sulaiman pembuat anyaman dari daun kurma, nabi Daud pembuat baju perang, nabi Musa, nabi Syuaib & dan nabi Muhammad -alaihi sholatu wassalam-penggembala kambing." [lihat : talbis Iblis, Ibnu Jauzi, hal 299]
Agar tidak terjatuh dalam kesalahan pada salah satu sisi, yakni satu sisi hanya bekerja sehingga melupakan ibadah yang diiringi ilmu, namun dalam satu sisi yang lain hanya beribadah tapi tidak punya keinginan untuk bekerja. Maka perlu sikap dalam memahami kedua sisi tersebut, yaitu bekerja dengan tetap beribadah kepada Alloh Azza wa Jalla dengan diiringi ilmu syariat yang benar.

Bagaimana kunci-kunci turunnya Rizki Alloh Azza wa Jalla ?, simak bahasan tuntasnya dalam buku ini.

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover softcover
ISBN 9789791254731
Judul Buku Kunci-kunci Rizki : menurut Al Quran dan Sunnah
Jumlah Halaman 106 hlm
Penerbit / Publisher Darul Haq
Penulis Syaikh Dr Fadhl Ilahi
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Kecil 12.5 x 17.5 cm