• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku

Panduan Praktis Fikih Perniagaan Islam

Harga: Rp 50.000  Rp 40.000

- +

Dan diantara bentuk akhlak dan kepribadian mulia yang diajarkan oleh Islam kepada umatnya ialah sifat mandiri dan tidak menggantungkan diri kepada orang lain dalam setiap keperluan hidupnya. Oleh karena itu Rasulullah bersabda:
" Tidaklah ada seorang yang memakan suatu makanan yang lebih baik daripada makanan hasil dari pekerjaan tangannya sendiri. Dan dahulu nabi Dawud -Alaihissalam- makan dari hasil pekerjaan tangannya sendiri." [HR BUkhari]Dalam hadits ini, Rasulullah secara khusus menyebutkan bahwa Nabi Dawud makan dari hasil pekerjaan tangannya sendiri, ini dikarenakan beliau adalah seorang Nabi yang diberi kekayaan dan kekuasaan, akan tetapi walau demikian adanya, beliau tidak mau memakan kecuali dari hasil pekerjaannya sendiri.
Dan pada hadits lain, beliau bersabda:
"Seandainya salah seorang dari kalian mencari kayu bakar dan memanggulnya diatas punggungnya, sehingga dengannya ia dapat bersedekah dan mencukupi kebutuhannya (sehingga tidak meminta kepada) orang lain, itu lebih baik dari pada ia meminta-minta kepada orang lain, baik ia memberinya atau menolak permintaannya. Karena tangan yang di atas itu lebih utama dibanding tangan yang di bawah. Dan mulailah (nafkahmu dengan) orang-orang yang menjadi tanggungjawabmu." (Muttafaqun 'alaih}
Dan pada hadits lain, beliau bersabda:
"Tangan yang di atas lebih baik dibanding tangan yang di bawah, tangan yang di atas adalah tangan yang memberi, sedangkan tangan yang di bawah adalah tangan peminta."[Muttafaqun 'alaih)
Oleh karena itu, dahulu para sahabat dan ulama salaf bekerja guna mencukupi kebutuhannya sendiri, ada yang berdagang, ada yang bercocok tanam, dan ada yang menjadi pekerja tanpa ada rasa sungkan atau gengsi.
Perniagaan adalah salah satu mata pencaharian yang terpuji dalam Islam, bahkan menurut sebagian ulama, perniagaan merupakan salah satu mata pencaharian yang paling utama.
Pendapat ini berdasarkan sabda Nabi Sholallahu Alaihi Wassalam.
Dari sahabat Rafi' bin Khadij ia menuturkan: Dikatakan (kepada Rasulullah), "Wahai Rasulullah! Penghasilan apakah yang paling baik?" Beliau menjawab, "Hasil pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri, dan setiap perniagaan yang baik." (HR. Ahmad, Ath-Thabrani, Al-Hakim, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
Diantara hal yang menunjukkan akan keutamaan perniagaan ialah penegasan yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an bahwa perniagaan adalah suatu hal yang dihalalkan, se-bagaimana dalam firman Allah Ta'ala:
"Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (QS. Al-Baqarah: 275)
Diantara hal yang menunjukkan akan keutamaan perniagaan ialah doa Nabi Sholallahu Alaihi Wassalam yang akan didapatkan oleh setiap penjual dan pembeli yang senantiasa memudahkan orang lain dalam perniagaannya. Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda:
Dari sahabat Jabir bin 'Abdillah -rodliallohu anhu- bahwa Rasulullah bersabda, "Semoga Allah senantiasa merahmati seseorang yang senantiasa berbuat mudah ketika ia menjual, ketika membeli dan ketika menagih." (HR. Al-Bukhari)

Pada zaman sekarang ini banyak sekali tata cara perniagaan yang dilakukan oleh manusia, bahkan sudah tidak jelas lagi mana yang dihalalkan mana yang diharamkan. Sebagian besar terperangkap dalam praktek-praktek ribawi, dengan segala jenis istilah-istilah manis yang pada hakekatnya adalah riba yang telah diharamkan oleh Islam, dan termasuk dalam dosa besar.

Inilah buku yang membahas semua jenis perniagaan secara islami, sebagai rujukan bagi kaum muslimin ditengah syubhat yang bertebaran dalam muamalah jula-beli kini. Dilengkapi pula dengan fatwa-fatwa dari Komite tetap Riset Ilmiyyah dan Fatwa Kerjaan Saudi Arabia yang menjawab setiap permasalahan jual beli perniagaan.
Maka hendaklah seorang muslim berhati-hati dalam mencari rejeki dan kembali kepada aturan Alloh Azza wa Jalla dan Rosul-Nya, jangan sampai setiap butir makanan yang dimakan, diperoleh dari harta yang haram tanpa disadari.

Sebagian materi pembahasan :

Muqaddimah
- Kewajiban mencukupi kebutuhan sendiri
- Hukum meminta-minta
- Anjuran menjaga kehormatan diri
- Hikmah dari larangan meminta-minta
-Antara dakwah dan kewajiban menafkahi keluarga
Bab Pertama
Keutamaan Perniagaan
Bab Kedua
Macam-macam akad dalam Islam
A. Pembagian akad ditinjau dari tujuannya
- Akad yang bertujuan mencari keuntungan
- Akad yang bertujuan untuk memberi penghargaan dan pertolongan
- Akad yang berfungsi sebagai jaminan atas hak yang dihutang.
- Manfaat mengetahui pembagian akad ditinjau dari tujuannya.
B. Pembagian akad ditinjau dari konsekuensinya
- Akad yang mengikat kedua belah pihak.
- Akad yang mengikat salah satu pihak saja
- Akad yang tidak mengikat kedua belah pihak
- Manfaat mengetahui pembagian akad ditinjau dari konsekuensinya.
Bab Ketiga
Jual beli
- Definisi jual beli.
Bab Keempat
Prinslp dasar jual beli menurut Islam
A. Hukum Asal Setiap Perniagan Adalah Halal
B. Memudahkan orang lain
C. Perniagaan yang benar dapat menjadi ibadah .
- Beberapa fatwa Komite Tetap Untuk Riset llmiyyah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia
D. Kejelasan Status
- Beberapa contoh akad jual beli yang menyelisihi prinsip ini
- Anjuran untuk menerima penyesalan pembeli atau penjual
E. Tidak Merugikan Masyarakat Banyak
- Hukum memperjual-belikan barang-barang haram
- Hukum percaloan
- Hukum menimbun barang dagangan
- Hukum memperjual-belikan barang-barang yang meresahkan masyarakat
- Hukum mendahului pembelian atau penawaran orang lain
- Hukum berjual beli dengan cara lelang.
F. Kejujuran
G. Kecurangan dalam perniagaan penyebab paceklik
H. Niat seseorang mempengaruhi hukum transaksi
- Contoh nyata dari pengaruh niat pada beberapa transaksi.
I. Peran adat-istiadat dalam perniagaan
Bab Kelima
Syarat Sahnya Akad Jual beli
1. Syarat Pertama: Ijab dan Qabul
- Hukum berjual beli dengan metode mu'athah
2. Syarat Kedua: Dasar Suka sama suka
- Hukum penjualan seseorang karena rasa barang
8. Syarat Kedelapan: Harga barang ditentukan dengan jelas ketika akad
- Fatwa ulama seputar jual beli dengan cara kredit
Bab Keenam
Hukum mensyaratkan suatu hal dalam akad jual beli
- Hukum mensyaratkan suatu hal dalam akad jual beli
- Jumlah persyaratan yang dibenarkan
- Waktu pengajuan persyaratan
Bab Ketujuh
Khiyar (Pilihan membatalkan akad)
1. Khiyar Majelis
- Batasan berlakunya khiyar majelis
- Metode menggugurkan khiyar majelis
- Hikmah ditetapkannya khiyar majelis
2. Khiyar Persyaratan
- Batas maksimal masa khiyar persyaratan
- Kepemilikan barang selama masa khiyar berlaku
- Hukum membatalkan akad penjualan
3. Khiyar 'Aib/Cacat
- Kriteria cacat dalam jual beli.
- Fatwa ulama seputar hukum cacat pada barang yang diperjual-belikan
- Persyaratan: "Barang yang telah dibeli tidak dapat ditukar atau dikembalikan"
4. Khiyar Pemalsuan
- Fatwa ulama seputar khiyar pemalsuan
5. Khiyar Penipuan Harga
- Penipuan dengan kedok diskon.
- Fatwa ulama seputar masalah penipuan harga

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover softcover
ISBN 9789791254977
Judul Buku Panduan Praktis Fikih Perniagaan Islam
Jumlah Halaman 232 hlm
Penerbit / Publisher Darul Haq
Penulis Ust. Dr Muhammad Arifin Badri
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 15.5 x 24 cm