• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Imam Syafii Keagungan Nilai-Nilai Tauhid dalam Ayat Kursi judul asli : Ayatul kursi wa baraahimut Tauhid Penulis ; Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abad .. Product #: PIS-00021 Regular price: Rp 13.000 Rp 13.000

Keagungan Nilai-Nilai Tauhid dalam Ayat Kursi

Harga: Rp 13.000

- +

Telah berfirman Allah Yang Maha Tinggi:
"Allah, tiada ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Yang hidup kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya), tidak (pernah) mengantuk dan tidak pula tidur, kepunyaan-Nya apa yang dilangit dan apa yang di loumi, tiada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya, Allah mengetahui (segala) apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak dapat mengetahui sedikitpun dari ilmu Allah, kecuali (sebatas) apa yang dikehendaki-Nya luas kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah itu Maha Tinggi lagi Maha Agung." (QS. Al-Baqarah: 255)
Ayat yang penuh berkah ini memiliki keutamaan yang amat besar dan kedudukan yang amat tinggi, dimana ia merupakan ayat yang paling mulia serta paling utama dan paling tinggi kedudukannya di antara ayat-ayat AI-Quran. Tidak ada dalam AlQuran ayat yang lebih agung darinya,sebagaimana yang terdapat dalam hadits Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam yang shahih, bahwa ayat tersebut adalah ayat yang paling utama dalam kitab Allah.
Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya, dari sahabat Ubay bin Ka'ab -rodliallohu anhu- ia berkata: Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam berkata (kepadaku), "Wahai Abu Mundzir! Tahukah kamu ayat yang paling agung dalam kitab Allah (AI-Quran) yang engkau hafal?" Ubay bin Ka'ab menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam berkata (lagi), "Wahai Abu Mundzir! Tahukah kamu ayat yang paling agung dalam kitab Allah (Al-Quran) yang engkau hafal?" Ubay bin Ka'ab berkata, (lalu) aku jawab:
"Allah, tiada ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Yang hidup kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya)"
Ubay bin Ka'ab berkata: Lalu Rasulullah memukul di dadaku dan berkata, "Demi Allah, selamat untukmu (atas) ilmu, wahai Abu Mundzir." (HR. Muslim, no: 810).

Maksudnya ucapan selamat bagimu terhadap ilmu ini yang telah diberikan Allah kepadamu dan memudahkannya bagimu serta telah mengarunia-kannya atasmu, Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersumpah atas hal yang demikian dengan Allah sebagai penghormatan dan pengagungan untuk tujuan tersebut.

Di antara kecerdasan Ubay -rodliallohu anhu- tatkala Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam mengemukakan pertanyaan ini kepadanya, ia memilih ayat yang terfokus dalam menjelaskan sesuatu yang amat agung dalam Al-Quran yaitu "Tauhid", pengukuhan dalil-dalilnya serta menceritakan tentang kebesaran Rabb dan kesempurnaan-Nya, hanya Allah semata yang berhak atas seluruh ibadah, bukan selain-Nya.
Hal ini membuktikan kepintaran dan kecerdasan Ubay -rodliallohu anhu- dalam memahami ajaran agama, ia tidak menyebutkan ayat yang menerangkan tentang akhlak yang terpuji atau hukum-hukum fiqih, dan tidak pula ayat yang mengisahkan tentang umat yang terdahulu, atau keadaan hari kiamat atau yang lain-lainnya. Justru ia memilih ayat yang terfokus dalam menerangkan Tauhid, ayat yang secara spesial untuk menjelaskannya.
Anda bisa renungkan di sini, agar anda tahu akan kesempurnaan pemahaman ini, dimana Ubay -rodliallohu anhu- tidak memilih ayat tersebut di antara puluhan atau ratusan ayat, akan tetapi ia pilih di antara dari enam ribu ayat lebih, betapa tidak! Sedangkan ia adalah seorang penghulu penghafal Al-Quran, ia telah hafal Al-Quran semasa hidup Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam dan mendengarkannya kepada Nabi, ia telah hafal dari Nabi ilmu yang penuh berkah, bahkan ia seorang terkemuka dalam berilmu dan beramal. [lihat : Adz-Dzahabi, Siyar A'laam an-Nubala 1/390]

Di antara keistimewaan Ubay bin Ka'ab -rodliallohu anhu- , sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik -rodliallohu anhu- bahwa Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam berkata kepada Ubay, "Sesungguhnya Allah menyuruhku untuk membacakan AI-Quran kepadamu." (Lalu) Ubay bertanya, "Benarkah Allah telah menyebutkan namaku kepadamu (Rasulullah)?" Jawab Rasulullah, "lya, Allah telah menyebut namamu kepadaku." Anas berkata: Lalu Ubay menangis.

Demikian pula anda bisa renungkan, agar anda semakin tahu tentang kecerdasan pemahaman sahabat Ubay -rodliallohu anhu- di mana jawabannya untuk pertanyaan tersebut bukan setelah dalam jangka waktu yang panjang, seperti seminggu atau sebulan agar ia bisa menilai ayat-ayat dan meneliti kandungannya, akan tetapi ia menjawab dalam saat itu juga, setelah Rasulullah mengulangi soal (untuk kedua kalinya), lalu ia memilih ayat yang penuh berkah ini (Ayat Kursi).
Yaitu ayat yang mengandung pelajaran singkat serta keterangan yang penuh faedah dan penjelasan yang penuh manfaat tentang Tauhid (keesaan Allah) mencakup ketiga macam Tauhid tersebut.

Ayat ini telah menghimpun keterangan dan penjelasan Tauhid yang tidak tehimpun dalam ayat yang lainnya, akan tetapi disebutkan secara terpisah dalam beberapa ayat.
Berkata Syaikh 'Abdur Rahman as-Sa'di: "Sesungguhnya ayat ini telah terhimpun di dalamnya Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Rububiyah serta Tauhid Asma1 was Sifat. Juga tentang keluasan kerajaan Allah dan ilmu-Nya dan keluasan kekuasaan-Nya, keagungan-Nya, kemuliaan-Nya, kebesaran-Nya dan keperkasaan-Nya serta ketinggian-Nya di atas segala makhluk. Ayat ini dengan sendirinya adalah (penjelasan) aqidah tentang nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya, yang mencakup seluruh nama-nama Allah yang indah dan sifat-sifat-Nya yang sempurna." [Tafsir as-Sa'di, hal. 110].
Memang betul, Sesungguhnya pandangan Ubay -rodliallohu anhu- dalam memilih ayat ini sangatlah tajam dan amat teliti, hal ini menunjukkan betapa besarnya kedudukan tauhid dalam hati para sahabat, hal ini mirip dengan apa yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari 'Aisyah : "Bahwa Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam mengutus seorang sahabat untuk memimpin sebuah pasukan, bila saat dia menjadi imam para sahabatnya dalam shalat, ia selalu menutup ayat yang dibacanya dengan surat Al- Ikhlash tatkala mereka kembali, mereka meceritakan hal tersebut kepada Nabi, lalu Nabi imenyuruh para sahabat untuk menanyakan kepadanya, kenapa ia melakukan hal yang demikian? Maka para sahabat bertanya kepadanya, lalu ia jawab, "Karena di dalam surat tersebut terdapat sifat Ar-Rahman, dan saya amat senang memba-canya." Maka Rasulullah menyuruh para sahabat untuk memberi tahunya bahwa Allah mencintainya.
Sahabat ini menyebutkan bahwa pengulangannya membaca surat tersebut dan sebab yang membuatnya tidak meninggalkan membacanya karena di dalamnya terdapat Sifat ar-Rahman, hal ini menunjukkan sebagian kesempurnaan pemahaman para sahabat dan besarnya kedudukan tauhid dalam hati mereka.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, "Hal ini menerangkan bahwa apa yang menjadi sifat bagi Allah dari ayat-ayat (AI-Qur'an), maka sesungguhnya disukai membacanya, dan Allah mencintai yang demikian, serta mencintai orang mencintai akanhal yang demikian." [Fatawa al-Kubra, 5/7. Hal ini amat bertentang dengan sikap orang yang suka meremehkan kedudukan ayat-ayat tauhid]

Tatkala tauhid memiliki kedudukan yang amat tinggi, demikian pula ayat-ayat tauhid adalah ayat-ayat yang paling agung, dan suratnya adalah surat yang paling mulia, ayat-ayat Al-Qur'an dan surat-suratnya berbeda keutamaannya menurut lafazh dan kandungannya, bukan menurut siapa yang mengucapkannya.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah: Sudah dimaklumi bahwa perbedaan keutamaan Al-Qur'an dan lainnya dari Kalam Allah bukan menurut penisbatannya kepada si Pembicara, 'Sesungguhnya Allah itu Esa.' Akan tetapi menurut kandungan makna yang terdapat dalam ucapannya, serta menurut lafazh-lafazh yang tersusun bagi kandungan maknanya, yaitu telah diriwayatkan secara shahih dari Nabi bahwa beliau melebihkan keutamaan di antara surat-surat Al-Quran, (yaitu) surat Al-Faatihah, dan menyebutkan, "Bahwasanya tidak di turunkan dalam Taurat dan Injil, dan tidak pula dalam Al-Qufan ayat semisalnya." [Sunan At-Tirmidzi, no. 2875.] ...dan beliau melebihkan keutamaan di antara ayat-ayat Al-Quran(yaitu) Ayat Kursi, Dan beliau telah bersabda dalam sebuah hadits shahih kepada Ubay bin Ka'ab seperti disebut diatas.
Berkata Ibnul Qayyim, "Sudah dimaklumi bahwa Kalam Allah yang memuji diri-Nya dan menyebutkan tentang sifat-sifat dan keesaan-Nya lebih mulia dari Kalam Allah yang mencela musuh-musuh-Nya dan menyebutkan sifat-sifat mereka,
karena ini surat Al-lkhlas lebih mulia dari surat Al-Iahab, nilai surat Al-lkhlas sama dengan sepertiga Al Qur'an, dan Ayat Kursi adalah ayat yang paling agung dalam AI-Qur'an. [Ibnul Qayyim, Syifa'ul 'Alii, 2/744]

Karena keagungan kedudukan Ayat Kursi, banyak terdapat anjuran dalam Sunnah (hadits-hadits) untuk sering membacanya, dan menjadi-kannya sebagai wirid harian yang harus selalu dijaga seorang muslim, dan terulang dalam sehari berkali-kali.

Simak pembahasan detail dalam buku ini.

Keagungan Nilai-Nilai Tauhid dalam Ayat Kursi
judul asli : Ayatul kursi wa baraahimut Tauhid
Penulis ; Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abad Al Badr
Fisik :,Buku ukuran kecil 12,5 x17,5 cm, Softcover, 97 hlm
Penerbit Pustaka Imam Asy Syafii