• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku

At-Tibyan: Adab Penghafal Al-Qur'an

Harga: Rp 45.000  Rp 36.000

- +

Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - Ta ala berfirman:

“ Sungguh orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Quran), melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki rang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi. Agar Allah menyempurnakan pahalanya dan menambah karunia-Nya kepada mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuru (Fathir [35]: 29-30)

Diriwayatkan dari Utsman bin Affan - Rodliallahu Anhu - bahwa ia berkata, Rasu-bersabda:
“ Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Quran.”

Hadits ini dirilis Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Al-Bukhari dalam Shahih-nya, kitab paling shahih setelah Quran.

Diriwayatkan dari Aisyah - Rodliallahu Anha - ia berkata bahwa Rasulullah bersabda:
"Orang yang pandai membaca Al-Quran akan bersama para malaikat yang mulia. Adapun orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata dan susah payah mendapatkan dua pahala" (HR. Bukhari dan Muslim dalam kitab Shahih-nya)

Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asyari ia berkata bahwa Rasulullah bersabda:
"Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Quran seperti buah utrujah, aromanya sedap dan rasanya lezat; perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Quran seperti buah kurma tiada baunya tetapi rasanya manis; perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Quran seperti raihanah, aromanya sedap tetapi rasanya pahit; sedangkan perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Quran seperti hanzhalah, tidak berbau dan rasanya pahit" (HR. Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Umar bin Khathab bahwasanya Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - bersabda:
"Sungguh Allah meninggikan derajat sebagian kaum dengan Al-Quran dan merendahkan derajat kaum yang lain dengannya" (HR. Muslim)

Diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili ia berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda:
"Bacalah Al-Quran karena ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya" (HR. Muslim)

Diriwayatkan dari Ibnu Umar - Rodliallahu Anhuma - , dari Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - bahwa beliau bersabda:

"Tiada rasa iri yang dibenarkan kecuali dalam dua hal: rasa iri terhadap orang yang diberi karunia pemahaman kandungan Al-Quran kemudian ia mengamalkannya siang malam, dan terhadap orang yang dikaruniai Allah harta yang kemudian ia infakkan siang malam " (HR. Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud
Tiada rasa iri yang dibenarkan kecuali dalam dua hal: iri terhadap orang yang dikaruniai oleh Allah harta kemudian Allah memberinya kemampuan untuk menggunakannya dalam kebenaran, dan rasa iri terhadap orang yang dikaruniai hikmah oleh Allah kemudian ia menggunakannya untuk memutuskan perkara juga mengajarkannya."

Diriwayatkan dari Abdullah bin Masud - Rodliallahu Anhu - , ia berkata, Rasulullah bersabda:

"Barang siapa yang membaca satu huruf saja dari Kitabullah maka ia mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan itu akan dikalikan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu dihitung satu huruf, akan tetapi alif dihitung satu huruf lam satu huruf dan mim juga dihitung satu huruf" (HR. Tirmidzi )

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri , dari Nabi bahwa beliau bersabda:
“Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - berfirman: 'Siapa yang sibuk membaca Al-Quran dan berdzikir kepada-Ku sehingga tidak sempat meminta kepada-Ku maka akan Kuberikan sebaik-baik apa yang Kuberikan kepada orang yang meminta! Sedangkan keutamaan firman Allah di antara seluruh perkataan seperti keutamaan Allah atas seluruh ciptaan-Nya" (HR. Tirmidzi, menurutnya hasan shahih)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas - Rodliallahu Anhuma - ia berkata, Rasulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam - bersabda:
"Orang yang tidak memiliki hafalan Al-Quran sedikit pun, diibaratkan seperti rumah yang roboh" (HR. Tirmidzi, ia katakan: hadits ini berderajat hasan shahih)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash - Rodliallahu Anhu - , dari Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - beliau bersabda:
"Dikatakan kepada shahibul quran: Bacalah dan naiklah (ke derajat yang lebih tinggi)! Bacalah dengan tartil, sebagaimana kamu membacanya dengan tartil ketika di dunia, tempat yang dijanjikan bagimu bertepatan dengan ayat terakhir yang kamu baca" (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa'i. Tirmidzi mengomentari: hadits ini berderajat hasan shahih)

Diriwayatkan dari Muadz bin Anas - Rodliallahu Anhu - ia berkata bahwa Rosulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam - bersabda:
"Siapa yang membaca Al-Quran dan mengamalkan isinya, ia akan mengenakan mahkota kepada kedua orang tuanya pada Hari Kiamat, yang cahayanya lebih baik daripada cahaya mentari yang menerpa rumah-rumah dunia. Andaikata hal itu terjadi pada kalian, bagaimana menurut kalian jika hal tersebut didapatkan oleh orang yang mengamalkan Al-Quran?" (HR. Abu Daud)

Imam Ad-Darimi - rahimahullah- meriwayatkan dengan sanadnya, dari Abdullah bin Masud - Rodliallahu Anhu - , Rasulullah bersabda:
Bacalah Al-Quran karena Allah benar-benar tidak akan mengadzab hati orang yang menghafal Al-Quran dan Al-Quran benar-benar merupakan jamuan Allah , maka barang siapa yang mendatanginya ia akan aman, bergembiralah siapa saja yang sangat mencintai Al-Quran!'

Diriwayatkan dari Abdulhamid Al-Himani, ia berkata, saya bertanya kepada Sufyan Ats-Tsauri tentang manakah yang lebih ia sukai: Orang yang berperang ataukah orang yang membaca Al-Quran? Ia menjawab: Orang yang membaca Al-Quran; karena Nabi bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya "

Al-Qur'an adalah mukjizat sepanjang zaman, yang dijadikan Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - sebagai tantangan bagi jin dan manusia yang meragukan kebenarannya serta bantahan bagi semua golongan yang menyimpang. Al-Qur'an ibarat musim semi yang menyebarkan kebahagiaan dan menyuburkan hati orang-orang yang memiliki keyakinan dan pengetahuan. Al-Qur'an tidak akan usang karena sering diulang dan tidakakan pudar karena zaman berputar.

Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - telah menjadikannya mudah sebagai pelajaran, sehingga balita pun bisa hafal Al-Qur'an. Allah telah menjamin keasliannya, sehingga akan senantiasa terjaga dari perubahan dan pembaharuan. la akan senantiasa terpelihara selama malam dan siang datang dan pergi secara bergantian.

Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - telah memilih orang-orang yang memiliki kecerdasan dan ketekunan untuk dimudahkan memberikan perhatian kepadanya, sehingga berhasil menghimpun berbagai bidang ilmu mengenainya yang melegakan dada orang-orang beriman.

At-Tibyan: Adab Penghafal Al-Qur'an, karya Imam Nawawi menjelaskan bagaimana cara kita memuliakan Al-Qur'an, dengan membahas beberapa tema, antara lain:

Keutamaan pembaca dan penghafalnya Keutamaan qiraah dan ahluqiraah Keharusan memuliakan ahluqur'an Adab untuk pengajar, pelajar, dan penghafal Al-Qur'an Adab membaca Al-Qur'an

Anjuran membaca ayat dan surah pada waktu serta keadaan tertentu Adab menulis dan memuliakan mushaf. Dsb.

Buku ini penting untuk dibaca para santri, mahasiswa, pencari ilmu, dan muslimin lainnya yang ingin menunaikan adab-adab terhadap Al-Qur'an. Dan, tentu saja, ia merupakan permata ilmu yang sangat berharga bagi Anda, para hafizh Al-Qur'an, penjaga Kitabullah!

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia/ terjemah
Format Cover softcover
ISBN 978-602-8417-44-0
Judul Asli At Tibyan fii Adaabi Hamalatil Qur’aan
Judul Buku At-Tibyan: Adab Penghafal Al-Qur'an
Jumlah Halaman 214 hlm
Penerbit / Publisher Al Qowam
Penulis Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An Nawawi
Ukuran Fisik Buku Buku ukuran sedang 15 x 23 cm