• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku

Cara Mudah dan Cepat Menghafal Al Quran

Perumpamaan penghafal Al-Qur'an dengan orang yang tidak menghafal Al-Qur'an ibarat dua orang yang berada diperjalanan. Yang pertama berbekalkan kurma dan yang kedua berbekal tepung. Orang yang pertama dapat makan kapan saja di atas he wan tunggangan-nya. Dan yang kedua harus turun terlebih dahulu, membuat adonan, menyiapkan api, membuat roti dan memasaknya.
Seperti alat elektronik yang dilengkapi dengan baterai dan alat elektronik yang tidak ada baterainya. Yang pertama dapat berfungsi dimanapun tempatnya, sedangkan yang kedua harus tersedia sumber listriknya.
Dari Ibnu Abbas -Rodliallohu Anhu- , ia berkata: Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda:
"Sesungguhnya seseorang yang dalam hatinya tidak ada Al-Qur'an sama sekali ibarat rumah yang rusak.”
[Sunan At-Tirmidzi (V/2913) hal. 177, ia berkata: "Hadits hasan shahih", Al-Mustadrak (1/2037) hal. 741, ia berkata: ''Sanadnya shahih dan Al-Bukhari Muslim tidak mengeluarkannya", Sunan Ad-Darimi (11/3306) hal. 521, Al-Mu'jam Al-Kabir karya Ath-Thabrani (XII/12619) hal. 109, Musnad Imam Ahmad (juz I) hal. 223.]
Imam Ibnu Taimiyah -rahimahulloh- berkata: "Kebun dan tamanku berada dalam dadaku, kemanapun saya pergi maka ia selalu bersamaku." Yang dimaksud oleh Ibnu Taimiyah adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah yang berada di dalam dadanya yang mampu menetapkan dan menambah keyakinannya.
Sahl bin Abdullah -rahimahulloh- berkata kepada salah satu muridnya: "Apakah engkau hafal Al- Qur'an?" Muridnya menjawab: "Tidak”, Maka ia berkata: "Alangkah kasihannya seorang mukmin yang tidak menghafal Al-Qur'an! Dengan apakah ia akan berdendang? Dengan apakah ia akan hidup senang? Dengan apa ia bermunajat kepada Rabb-nya?"
Abu Abdullah bin Bisyri Al-Qaththan -rahimahulloh- berkata: "Saya tidak mendapatkan seorang pun yang lebih baik dalam menyampaikan Al-Qur'an dari Abi Sahl bin Ziyyad. la adalah tetangga kami dan ia selalu shalat malam dan membaca Al-Qur'an. Karena terlalu banyak belajarnya, maka seolah-olah Al-Qur'an berada di hadapannya dan dapat diambil semaunya tanpa susah payah.”
[Tarikh Baghdadi (V/45) Siyaru A'laam An-Nubalaa (XV/521).]
Inilah yang dimaksud dengan menghafal Al-Qur'an sebagai salah satu kunci tadabbur. Sebab, selama ayat telah dihafalkan maka mudah untuk memunculkannya kembali. Sehingga senantiasa akan dapat digunakan pada setiap situasi dan kondisi yang dilalui manusia dalam kehidupannya sehari-hari secara cepat dan langsung. Adapun bila Al-Qur'an hanya ditempatkan di rak-rak buku saja, maka bagaimana mungkin kita dapat mempraktekkannya dalam kehidupan kita?
Berapa lama umur yang telah kita gunakan -bahkan telah kita habiskan- untuk bermalas-malasan, sehingga kita banyak mencari-cari alasan dengan dalih kesibukan urusan dunia ? .
Sungguh sangat menyedihkan, yang kita hapal dari Al Quran dalam sholat kita hanya sekedar surat-surat pendek 3-4 ayat dan itu-itu saja diulang-ulang, seolah seperti robot , otomatis setelah membaca fatihah pasti baca surat pendek itu lagi dan itu lagi, tidak membekas di Jiwa. Seolah sholat kita hanya sekeder ritual untuk menggugurkan kewajiban belaka. Padahal Sholat adalah tempat kita bermunajat, “berkomunikasi”, bertaqorrub, mendekatkan diri kita kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- ,
kapan lagi kita akan menambah kualitas Sholat kita kalo tidak dengan banyak-banyak membaca Al Quran didalam Sholat.
Sungguh, hari demi hari dan tahun demi tahun telah berlalu, sedang kita tidak menghasilkan sesuatupun dari hafalan Al Quran, kita hanya berangan-angan saja, mimpi. Kita masih saja berharap, semoga datang hari dimana kita bisa mendapatkan dan meluangkan waktu untuk melaksanakan apa yang kita inginkan. Namun, hari yang diharapkan itu tak kunjung datang; sedang kesibukan kita semakin bertambah. Maka, apa yang kita inginkan pun semakin berat untuk diwujudkan. Hingga, kita menyesal atas waktu yang telah kita sia-siakan sebelumnya.
Mumpung kita masih hidup, sehat, dan Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- memberikan waktu luang kepada kita apalagi di bulan ramadhan akan menambah motivasi kita utk belajar, menghafal Al Quran.
     Hafalan adalah seseorang menyampaikan ucapan di luar kepala (tanpa melihat teks). Dia mengokohkan dan menguatkannya di dalam dada, sehingga mampu menghadirkan ilmu itu kapan pun dia kehendaki.
Dikatakan 'seseorang hafal Al-Quran', maksudnya dia menjaganya di luar kepala' [lihat: Al-Mishbahul Munir hal. 55]
Abdurrahman bin Mahdi berkata: "Al-Hifzhu adalah al-itqan (kuatnya hafalan)."[lihat: Al-Jaami' li Akhlaq Ar-Rawi wa Adab As-Saami' (2/13)
Muhna bertanya kepada Al-Imam Ahmad: "Apakah hifzh itu?" Al-Imam Ahmad menjawab: "Al-itqan itulah Al-Hifzh."[lihat: AI-Adab Asy-Syar'iyyah (2/119)]

     Menghafal al-Qur-an merupakan amalan mulia yang mendatangkan banyak manfaat dan kebaikan bagi pelakunya di dunia dan akhirat. Allah menjanjikan bagi penghafal al-Qur-an banyak keutamaan dan kebaikan dunia. Di antaranya, orang yang lebih banyak hafalan al-Qur-annya diutamakan menjadi imam shalat kaum Muslimin. Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda:
'Hendaknya yang mengimami shalat jamaah adalah yang paling banyak hafalan al-Qur-annya dan lebih dulu membacanya. Jika hafalan mereka sama maka yang mengimami mereka adalah yang lebih dulu hijrah ....'"( HR. Muslim)

Adapun kebaikan di akhirat, Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- mengabarkan bahwa para penghafal al-Qur-an akan ditinggikan derajatnya berkali-kali lipat sesuai dengan jumlah hafalannya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, bahwa Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- , bersabda:
"Dikatakan kepada ahli al-Qur-an: 'Bacalah dan naiklah, dan bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membacanya dengan tartil ketika di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu (di Surga) berada di akhir ay at yang kamu baca'". (HR. Ahmad)
Menghafal al-Qur-an al-Karim—Kitab Allah yang terdiri dari 30 juz dan 114 surat—tentu tidaklah mudah, lebih-lebih bagi non Arab. Akan tetapi, apabila kita melaksanakannya dengan bersungguh sungguh, ikhlas, dan tekun tentu akan membuahkan hasil. Ditambah lagi, jika didukung dengan metode dan cara yang bagus, tidak mustahil hasilnya pun akan sangat menakjubkan.
Adalah Dr. Yahya bin Abdurrazzaq al-Ghautsani, seorang hafidz dan ahli qiraah yang berpengalaman dalam dunia menghafal al-Qur-an telah menyumbangkan ilmu dan pengalamannya kepada kaum Muslimin dengan menyusun sebuah buku bertema: Cara Mudah Dan Cepat Menghafal al-Qur-an. Dalam bukunya yang berjudul Kaifa Tahfadzul Qur-an al-Karim ini, penulis memilihkan kaidah-kaidah dasar yang harus diperhatikan disertai dengan wasilah, sarana, waktu, dan metode yang tepat dalam menghafal al-Qur-an al-Karim agar dapat menghasilkan hafalan yang banyak dan bagus.
    Buku ini terbagi menjadi lima bab. Pada bab pertama, penulis membahas tentang perlindungan Allah terhadap Kitab-Nya dari penyelewengan tangan-tangan jahat manusia, keutamaan menghafal al-Qur-an, wajib mengulang-ulang hafalan al-Qur-an, dan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam menuntut ilmu menurut ulama Salaf.
Pada bab kedua, membahas tentang kaidah-kaidah umum dan aturan-aturan dasar yang harus diikuti dalam menghafal al-Qur-an. Di antaranya adalah ikhlas, menghafal sejak kecil, memilih waktu yang tepat, dan kaidah-kaidah lainnya yang mencapai 19 kaidah.
Pada bab ketiga, membahas metode ilmiah dan praktis yang dapat membantu mempercepat hafalan. Di antaranya adalah penulis menyebutkan cara dan metode yang diterapkan oleh penulis sendiri; cara menghafal dengan berpasangan; cara menghafal pada saat di mobil; cara menghafal bagi para karyawan; cara menghafal dengan mendengarkan kaset tilawah, dan lainnya yang dalam hal ini penulis menyebutkan sebanyak 25 cara dan metode menghafal. Selanjutnya bab ini diakhiri dengan pembahasan tentang makanan-makanan yang berpengaruh dapat membantu memperlancar hafalan.
Pada bab keempat, membahas tentang cara mengulang hafalah dan memperkuat hafalan, baik secara sendirian atau berpasangan dengan orang lain. Dan, pada bab terakhir disebut-kan pesan-pesan dan wasiat kepada para penghafal al-Qur-an dan para penuntut ilmu. Pembahasan buku ini diakhiri dengan penutup.
Buku ini sangat penting dimiliki oleh para penuntut ilmu terutama penuntut ilmu al-Qur-an, lebih-lebih bagi para calon hafizh, baik anak-anak, para muda, maupun kaum tua, apapun profesinya, karena sangat membantu mereka dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Juga, bagi para orang tua yang menginginkan anaknya dapat menghafal al-Qur-an dengan cepat dan mudah.

Cara Mudah dan Cepat Menghafal Al Quran
Judul asli : kaifa tahfazhul Qur’an Al kariim
Penulis : Yahya bin Abdurrazaq Al Ghautsani
Fisik : buku ukuran sednag 15,5 x 23,5 cm, softcover, 238 hal
Penerbit: Pustaka Imam Syafii

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Softcover
Judul Asli kaifa tahfazhul Qur’an Al kariim
Judul Buku Cara Mudah dan Cepat Menghafal Al Quran
Jumlah Halaman 238 hlm
Penerbit / Publisher Pustaka Imam Syafii
Penulis buku ukuran sedang 15,5 x 23,5 cm