• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku

Ilmu Tajwid : Pegangan para Pengajar Al Quran Dan Aktifis Dakwah

Brand: Darussunnah
Tags: ilmu tajwid

Harga: Rp 37.000  Rp 29.600

- +

Tajwid menurut etimologi berarti tahsin, yangberarti memperbaiki atau memperbagus. Oleh karena itu ungkapan Jawwada Al-Qur’ana mempunyai arti hassana tilawata Al-Qurani (memperbaiki atau memperbagus bacaan Al-Quran).
Tajwid menurut terminologi ulama qurra' (ahli Al-Quran) berarti mengucapkan setiap huruf dari makhrajnya secara benar dengan menunaikan seluruh "hak"nya yakni sifat absolut huruf yang selalu menempel padanya (misal: hams, jahr, isti'la', ghunnah, dan lain-lain) dan menunaikan selu¬ruh "mustahak"nya yakni sifat kondisional huruf yang sewaktu-waktu atau dalam kondisi tertentu ada padanya (misal: tafkhim, tarqiq, isymam, saktah,izh-har, idgham, iqlab, ikhfa, dan lain-lain.) dengan tanpa berlebihan dan tanpa takalluf (keadaan mempersulit diri) serta tanpa Ta'assuf (keadaan menyimpang, sewenang-wenang, mau-nya sendiri).
Imam Abu Amr Ad-Dani menerangkan tentang hal-hal yang perlu dijauhi oleh para qurra' (ahli Al-Quran) ketika mereka mengajarkan Al-Qur'an.
Beliau berkata, "Tajwid bukanlah dengan me-gunyah-ngunyah lidah, bukan memperdalam mulut, bukan membengkok-bengkokkan dagu, bukan menggetar-getarkan suara, bukan memulurkan syiddah, bukan memotong-motong madd, bukan memperpanjang dengung ghunnah, bu¬kan menggemukkan ra', bukan bacaan yang di-jauhi karakter manusia normal, bukan pula ba¬caan yang ditolak oleh telinga dan hati nurani, tetapi tajwid adalah bacaan yang mudah, enak, manis dan lembut, tanpa mengunyah-ngunyah, tanpa mengulum-ngulum, tanpa Ta'assuf, tanpa takalluf, tanpa dibuat-buat, tanpa berlebihan atau memperberat diri, dan tidak keluar dari karakter normal orang Arab dan ucapan orang-orang yang fasih dari segala aspek qira'at dan ada' (An-Nasyr, juz II, hal. 303). Seseorang bisa sampai pada taj¬wid dengan memperbanyak latihan dan talaqqi dari guru yang mutqin (menguasai ilmunya) dan ahli mengajar.
Ilmu tajwid adalah ilmu yang sangat bermanfaat bagi kaum muslimin, karena itu hukum mempelajarinya adalah fardu kifayah yakni apabila sebagian kaum muslimin ada yang mempelajarinya, maka gugurlah kewajiban atas yang lain.
Ilmu tajwid wajib diamalkan oleh setiap pembaca Al-Quran. la wajib membacanya (baik di dalam shalat maupun di luar shalat) dengan tartil (baik dan benar) sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam firman-Nya yang berbunyi,
"Dan bacalah Al-Quran itu dengan tartil. " (QS. Al-Muzammil: 4).
Ketika seseorang bertanya tentang ayat ini kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu, beliau pun menjawab,
"Tartil adalah memperbagus huruf dan mengetahui waqf ."
Karena itu hukum mengamalkan ilmu tajwid adalah fardhu 'ain, yakni wajib diamalkan bagi setiap muslim atau muslimah. Seseorang yang membaca Al-Quran dengan tanpa tajwid maka ia berdosa karena Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan Al-Qur'an dengan tartil dan tajwid. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Dan Kami membacakannya secara tartil." (QS. Al-Furqan: 32)
Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meriwayatkan Al-Qur'an kepada umatnya juga sekaligus dengan tajwidnya. Diriwayatkan oleh Imam Muhammad Ibnul Jazari dari Zaid bin Tsabit Ra¬dhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alai¬hi wa Sallam bersabda,
Sesungguhnya Allah mencintai bacaan Al-Qur-'an (dengan tartil) sebagaimana ia diturunkan." (Al Nasyr, juz 1, hal. 296).
Sebagai Kitabullah, hendaknya kita membaca Al-Qurvan dengan bacan tartil (baik dan benar) se¬bagaimana ketika ia diturunkan agar kita menda-patkan ridha Allah. Allah Subhanahu wa Ta'ala ber¬firman,
"Orang-orang yang telah kami berikan Al-Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya," (QS. Al-Baqarah: 121)
Banyak hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam yang menjelaskan tentang keutamaan membaca Al-Qur'an. Sedangkan ilmu tajwid adalah sarana yang me-ngantarkan kita untuk dapat membaca Al-Qurvan dengan baik dan benar. Karena itu ilmu tajwid merupakan ilmu yang sangat utama dan mempelajari ilmu tajwid meru¬pakan amal yang sangat utama sebagaimana keutamaan membaca Al-Qur'an itu sendiri. Dalam kaidah ushul fiqh disebutkan Al-wasaailu fi hukmi al-maqaashidi (hukum sarana itu sesuai hukum tujuannya).
Tujuan mempelajari dan mengamalkan ilmu tajwid adalah menjaga lisan kita dari lahn (kesalahan) ketika membaca firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, hadits Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, atau teks-teks syariat seperti doa-doa dalam shalat atau di luar shalat. Orang yang membacanya dengan tanpa tajwid maka akan terjerumus ke dalam lahn (kesalahan) yang berdampak negatif ter-hadap nilai ibadahnya, mengurangi pahala, atau bahkan membatalkannya bila ada unsur sengaja atau taqshir (sembrono, tidak hati-hati, dan tidak berusaha maksimal).

Inilah buku yang meberikan panduan belajar ilmu tajwid dalam membaca Al Qur’an.

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover softcover
ISBN 978-602-8406-697
Judul Buku Ilmu Tajwid : Pegangan para Pengajar Al Quran Dan Aktifis Dakwah
Jumlah Halaman 230 hlm
Penerbit / Publisher Darus Sunnah
Penulis Ahmad Thoha Husein
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 13.5 x 20.5 cm