• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Darul Haq 31 Sebab Lemahnya Iman penulis : Husain Muhammad Syamir, Penerbit : Darul Haq .. Product #: DHQ-0002 Regular price: Rp 22.000 Rp 22.000

31 Sebab Lemahnya Iman, Penerbit Pustaka darul Haq

Harga: Rp 22.000  Rp 17.600

- +

   Sudah dimaklumi bersama tentang ketinggian dan keluhuran iman. Iman merupakan tugas yang paling penting dan kewajiban yang paling utama, paling agung dan paling mulia. Semua kebaikan di dunia dan di akhirat tergantung pada keberadaan iman, kebenaran dan keselamatannya. Berapa banyak faedah dan buah yang dihasilkan oleh keimanan ini, kelezatan, makanan dan kebaikannya yang terus menerus mengalir.
   Oleh karena itulah manusia bersungguh-sungguh menggapainya dan berlomba-lomba meraih keimanan yang hakiki dan sempurna. Sebab, seorang mu'min yang mendapat taufik, perhatiannya terhadap masalah keimanan pasti lebih besar dari perhatiannya terhadap masalah-masalah yang lain.
Maka dari itu kaum salaf, generasi awal umat ini, generasi yang paling baik dan paling terdepan sangat peduli terhadap masalah-masalah keimanan ini.
ereka senantiasa menjaga keimanan mereka dan memeriksa amal ibadah mereka. Dan mereka saling berpesan dalam masalah ini satu sama lainnya.

Atsar dan riwayat dari mereka tentang keimanan sangat banyak, di antaranya:
1. Umar bin Al-Khaththab -Rodliallohu Anhu- berkata kepada sahabat-sahabatnya: "Kemarilah sejenak, kita menambah keimanan' Dalam riwayat lain: "Marilah, kita menambah keimanan'
2. Abdullah bin Mas'ud -Rodliallohu Anhu- berkata: "Marilah bermajelis dengan kami untuk menambah ke¬imanan." la pernah berkata dalam doanya: "Ya Allah, tambahlah bagiku keimanan, keyakinan dan ilmu pengetahuan."
3. Mu'adz bin Jabal -Rodliallohu Anhu- berkata: "Marilah duduk bersama kami, kita menambah keimanan sesaat."
4. Abdullah bin Rawahah -Rodliallohu Anhu- menggandeng tangan beberapa orang dari sahabat beliau dan berkata: "Marilah kita menambah keimanan sesaat, marilah kita mengingat Allah dan menam¬bah keimanan dengan mentaati-Nya, semoga Allah mengingat kita dengan maghfirah-Nya."
5. Abu Dardaa'-Rodliallohu Anhu- berkata: "Termasuk pemahaman agama yang dalam dari seorang hamba ialah mengetahui apakah keimanannya bertambah atau berkurang." Karena, termasuk pemahaman agama yang dalam dari seseorang ialah ia mengetahui bagaimana godaan setan itu datang menyerang dirinya."
6. Umeir bin Habib Al-Khathami -Rodliallohu Anhu- berkata: "Iman bertambah dan berkurang', Ada yang bertanya: " Apa tanda bertambah dan berkurang-nya keimanan?" la menjawab: "Apabila kita ber-dzikir mengingat Allah, memuji-Nya, bertasbih kepada-Nya, maka itulah tanda naiknya iman. Dan apabila kita lalai, terlena dan lupa maka itulah tanda penurunannya."
7. 'Alqamah bin Qeis An-Nakha'I -rahimahulloh- -salah seorang tokoh besar tabi'in- berkata kepada rekan-rekannya: "Berjalanlah bersama kami, kita menambah keimanan sejenak."
8. Abdurrahman bin Amru Al-Auza'i -rahimahulloh- ditanya tentang iman, apakah bisa bertambah?" Beliau menjawab: "Ya, hingga bisa setinggi gunung." Ada yang bertanya: "Apakah bisa berkurang?" Beliau menjawab: "Ya, hingga tidak tersisa sedikitpun darinya."
9. Imam Ahlu Sunnah wal Jama'ah Ahmad bin Hambal -rahimahulloh- ditanya tentang iman, apakah bisa bertambah dan berkurang?" Beliau menjawab: "Bisa bertambah hingga mencapai langit yang ketujuh. Dan bisa berkurang hingga turun ke dasar bumi ketujuh yang paling bawah." Beliau juga berkata: "Iman adalah rangkaian dari perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang! Apabila engkau mengamalkan kebaikan, iman akan bertambah, jika engkau menyia-nyiakannya maka iman akan berkurang."

    Penukilan dari para ulama dalam masalah ini sangat banyak. Demikian pula, siapa saja yang membaca sirah dan biografi mereka pasti mengetahui kepeduliaan dan perhatian mereka yang sangat besar terhadap masalah iman.
     

Generasi terpilih ini mengetahui bahwa ada banyak sekali sebab-sebab yang dapat menambah keimanan, menguatkan dan menyuburkan-nya. Sebagaimana banyak sekali pula sebab-sebab yang dapat mengurangi, melemahkan dan merontokkan keimanan. Mereka bersungguh-sungguh dalam merealisasikan sebab yang menguatkan keimanan dan menyempurnakannya. Dan mereka sangat waspada dan berhati-hati terhadap semua sebab yang dapat melemahkan keimanan dan menguranginya. Mereka dalam ma-salah ini adalah generasi yang sangat menonjol dan terpilih.
Oleh karena itu mengetahui sebab-sebab ini, yaitu sebab-sebab bertambah atau berkurangnya keimanan, akan melahirkan faedah yang sangat agung dan manfaat yang sangat banyak. Bahkan sudah menjadi perkara darurat bagi siapa saja untuk mengetahui dan memperhatikannya. Hal itu disebabkan, iman merupakan kesempurnaan seorang hamba dan jalan menuju kemenangan dan kebahagiaannya. Dengan iman inilah de-rajatnya akan tarangkat di dunia dan di akhirat. Iman merupakan sebab dan jalan meraih segala kebaikan dunia maupun akhirat. Dan semua itu tidak akan bisa diraih, tidak akan bisa menguat dan tidak akan sempurna kecuali dengan mengetahui jalur-jalur dan sebab-sebab bertambah-nya keimanan.

Sudah sepantasnya bagi seorang hamba muslim yang menginginkan kebaikan dan kebahagiaan bagi dirinya untuk sungguh-sungguh berusaha mengetahui sebab-sebab tersebut. Hcndaknya ia mempelajarinya kemudian menerapkannya dalam kehidupannya. Agar bertambahlah imannya dan semakin menguat keya-kinannya. Dan hendaknya ia menjauhkan diri dari sebab-sebab yang mengurangi keimanan dan menjaga diri supaya tidak jatuh di dalam-nya. Agar ia bisa selamat dari akibatnya yang burruk dan dampaknya yang pedih. Barangsiapa diberi taufik untuk itu berarti ia telah diberi taufik kepada kebaikan seluruhnya.

Al-Allamah Ibnu Sa'di -rahimahulloh- mengatakan: "Seorang hamba mu'min yang mendapat taufik selalu berusaha melakukan dua hal:
Pertama: Berusaha merealisasikan iman dan cabang-cabangnya, menerapkan ilmu dan amalnya secara bersamaan.
Kedua: Berusaha menjauhkan perkara yang dapat menghilangkan, membatalkan atau mengurangi keimanan, berupa fitnah-fitnah yang lahir maupun batin. Mengobati apa yang kurang di awal kekeliruan, dan memperbaiki kenekatannya berbuat dosa di kali yang kedua de¬ngan bertaubat taubatan nasuha. Hendaklah ia memperbaikinya sebelum terlambat “ [ lihat : At taudhih wal bayaan li syararatil Iman hal 38]

Oleh karena itu, pembahasan tentang sebab-sebab bertambahnya Iman, dan sebab-sebab berkurang nya Iman perlu dipelajari oleh seorang muslim, sehingga ia bisa menjaga kondisi Iman supaya makin bertambah dan menjauhi penyebab rusak dan berkurang nya Iman.

inilah buku ringkas yang menyajikan sebab sebab yang dapat melemahkan Iman seorang Muslim


Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover softcover
Judul Buku 31 Sebab Lemahnya Iman
Jumlah Halaman 184 hlm
Penerbit / Publisher Darul Haq
Penulis Husain Muhammad Syamir
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Kecil 12.5 x 17.5 cm