• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Ibnu Katsir Takut Kepada Allah : Sudahkah Anda Melakukannya ? Penulis : Muhammad Syauman bin Ahmad Ar Ramli, Penerbit Pustaka Ibnu katsir .. Product #: PIK-0031 Regular price: Rp 49.000 Rp 49.000

toko buku islam muslim jual buku Takut Kepada Allah : Sudahkah Anda Melakukannya ?

Harga: Rp 49.000  Rp 39.200

- +

Allah Ta'ala berfirman, yang artinya:
"Allah berfirman: 'Janganlah kalian menyembah dua ilah; sesungguhnya Dia-lah Ilah YangMahaesa, maka hendaklah kepada-Ku saja kalian takut. '" (QS. An-Nahl: 51)
Allah juga berfirman, yang artinya:
"Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang mena-kut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy). Karena itujanganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian benar-benar orang yang beriman. " (QS. Ali 'Imran: 175)
Dengan demikian, Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- memerintahkan untuk takut dan bahkan mewajibkannya serta menjadikannya sebagai syarat dalam keimanan.
Syaikh Ibnu Sa'di -rahimahulloh- dalam Taisiir al-Kariimir Rahmaan (1/294) mengatakan, "Dalam ayat ini terkandung pengertian mengenai hukum wajibnya takut kepada Allah saja, dan itu meru-pakan konsekuensi dari keimanan. Sesuai dengan tingkat keimanan seorang hamba, maka setinggi itu pula rasa takutnya kepada Allah Ta'ala."
Imam Ibnul Qayyim -rahimahulloh- dalam Madaarijus Saalikiin (1/511) mengatakan, "Dan di antara tingkatan: 'Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.. (QS. Al-Faatihah: 5), adalah tingkatan rasa takut yang merupakan tingkatan jalan yang paling besar sekaligus paling bermanfaat bagi hati di mana ia wajib ada pada setiap individu."
Imam Ibnul Wazir -rahimahulloh- dalam Al Awaashim wal Qawaashim (IX/156) mengatakan, "Adapun rasa aman, tidak ada jalan menuju kepadanya, akan tetapi rasa takut merupakan suatu hal yang wajib yang mana ia merupakan syi'ar orang-orang shalih."
Makna firman Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- "... Yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya...yaitu menakut-nakuti kalian dengan kawan-kawannya, sebagaimana yang dibenarkan oleh Syaikhul Islam. [ lihat : Daqaa-iqut Tafsiir (11/305)]Allah Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Nama Allah gemetarlah hati mereka..." (QS. Al-Anfaal: 2)
Imam Ibnul Qayyim -rahimahulloh- dalam Madaarijus Saalikiin (1/515) mengatakan, "Rasa takut merupakan tanda kebenaran iman, dan hilangnya rasa takut dari dalam hati merupakan tanda kepergian iman darinya."
Syaikh Ibn Sa’di -rahimahulloh- mengatakan,” Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- memerintahkan untuk takut kepadaNya yang mana ini merupakan inti bagi segala kebaikan. Oleh karena itu, barangsiapa yang tidak takut kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- maka dia tidak akan berhenti dari bermaksiat kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- dan tidak pula akan menjalankan Perintah Nya.” [ lihat : taisiir al Kariimir Rahmaan ( I/114) ].
Jika kita mengamati kondisi Umat Islam saat ini, kita akan dapati mereka dalam kondisi yang sangat memperihatinkan. Mereka sangat jauh dari tuntunan al-Quran dan petunjuk Sunnah Nabi Rosululloh -Sholallahu Alaihi Wassalam- . Mereka tidak lagi peduli apakah perbuatan mereka masih dalam koridor yang dibenarkan oleh agama ataukah telah menyimpang darinya. Perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya mereka tinggalkan dan tidak mereka pedulikan, sementara larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya mereka langgar dan mereka abaikan siang dan malam tanpa ada perasaan bersalah maupun takut akan murka dan adzab Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- kepada mereka.
Maksiat dan dosa kita saksikan begitu merajalela di lingkungan kita, bahkan sebagiannya telah menjadi sesuatu yang legal dan di-pandang lumrah, maksiat sudah masuk ke rumah-rumah muslimin. Di antara mereka ada yang mengonsumsi minuman keras secara terang-terangan tanpa rasa malu sedikit pun. Ada pula yang menjadikan judi sebagai hobinya dan menganggapnya sebagai hal yang biasa. Ada juga yang bergaul bebas dengan lawan jenisnya, bahkan lebih dari itu melakukan sesuatu yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh seseorang terhadap istri atau suaminya melalui pernikahan yang sah. Dan yang lebih memperihatinkan lagi, hal tersebut kini telah menjadi gay a hidup yang tidak hanya dianut oleh masyarakat perkotaan, namun telah merambah jauh hingga ke pedesaan. Inna lillaahi wa innaa ilahi raaji'un.
Dalam aktifitas mencari rizki banyak dari mereka tidak lagi menjaga norma-norma dan memperhatikan rambu-rambu agama. Istilah halal dan haram tidak berlaku bagi mereka, yang ada dalam pikiran mereka hanyalah bagaimana cara meraup keuntungan se-besar-besarnya. Mereka tidak peduli jika dalam merealisasikan hal tersebut harus menzhalimi dan mengambil hak orang lain, atau me-nimbulkan kerugian bahkan kerusakan. Bisnis-bisnis kotor marak di negeri-negeri kaum muslimin. Mulai dari bisnis narkoba, miras, prostitusi dan bisnis-bisnis lain yang merusak bahkan menghancur-kan generasi muda. Praktek suap, pungli dan korupsi marak dan merajalela di instansi-instansi pemerintahan.
Fenomena di atas tidak terlepas dari jauhnya Kaum Muslimin dari tuntunan agama mereka, serta hilangnya rasa takut dan malu kepada Allah pada diri mereka. Ketika seseorang tidak lagi takut kepada Allah, maka ia akan kehilangan kontrol dan tidak lagi peduli pada sepak-terjangnya, apakah itu positif ataukah negatif. Dia lalai bahwa di atas sana ada Dzat Yang Maha Melihat lagi Maha Mendengar, Yang senantiasa menyaksikan dan mengetahui setiap ucapan, gerak-geriknya, sekecil apa pun itu.
Berbeda halnya dengan orang yang mempunyai pengetahuan agama mendalam, dia senantiasa takut kepada Allah dan sedikit melakukan maksiat. Dia tahu bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap gerak-geriknya dan akan murka bila melihatnya berbuat dosa, sehingga ia menahan diri darinya karena takut tertimpa murka-Nya.
Karenanya Allah memuji mereka dalam firman-Nya:
” . . Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-bamba-Nya hanyalah para ulama... " (QS. Faathir: 28)
Takut kepada Allah merupakan keharusan bagi setiap hamba, karena ia merupakan syarat keimanan, tanpanya keimanan seseorang tidak berarti apa-apa. Bahkan hati yang kosong dari rasa takut kepada Allah dapat dipastikan kosong pula dari keimanan kepada-Nya.
Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman me¬reka (karenanya)... " (QS. Al-Anfaal: 2)
Rasa takut merupakan salah satu jenis ibadah/amalan hati yang hanya boleh dipersembahkan kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- semata. Sebab hanya Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- yang mampu memberikan manfaat maupun minimpakan mudharat. Sehingga seorang hamba hanya boleh takut kepada Allah dan ta¬kut kepada adzab-Nya. Karena itulah Allah menjanjikan Surga bagi hamba-hamba-Nya yang takut kepada-Nya, sebab hal tersebut merupakan salah satu wujud nyata dari peng-Esa-an terhadap Allah di dalam beribadah kepada-Nya.
Alla berfirman:
"Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Rabb-nya ada dua Surga" (QS. Ar-Rahmaan: 46)
Di samping itu, takut kepada Allah mempunyai manfaat yang sangat banyak, di antaranya adalah, di dapatnya naungan Allah pada hari Akhir, sebagai sebab dilindunginya diri dari segala keburukan, sebab diraihnya kejayaan, didapatnya rasa aman kelak di hari Akhir, dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya.
Rasa takut kepada Allah dapat ditumbuhkan dengan cara melatihnya. Ada banyak faktor yang dapat menunjang hal tersebut. Di antaranya dengan mentadabburi firman-firman Allah dan sabda-sabda Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- , merenungkan keagungan Allah, merenungkan makhluk-makhluk ciptaan Allah yang agung dan rasa takut mereka yang luar biasa kepada Rabb mereka, seperti para Malaikat, langit, bumi, gunung dan lainnya.
Faktor lain yang dapat juga dapat menumbuhkan rasa takut kepada Allah adalah mengingat kematian, siksa kubur, peristiwa-peristiwa mengerikan di hari Akhir, dahsyatnya siksa api Neraka, merenungkan dosa-dosa dan maksiat yang dilakukan serta hukuman dan siksa yang akan ditimpakan karenanya, merenungkan kemung-kinan su-ul khatimah (akhir kehidupan yang buruk), banyak bergaul dengan orang-orang shalih, sering mendengar nasihat-nasihat agama, dan masih banyak lagi hal lain yang dapat membantu menumbuh¬kan rasa takut kita kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- .
Generasi terdahulu, baik dari kalangan para sahabat Nabi -Rodliallohu Anhum- , Tabi'in, dan orang-orang shalih setelah mereka -rahimakumulloh- merupakan teladan dan contoh yang baik bagi kita dalam masalah ini. Berbagai kisah menakjubkan tentang rasa takut mereka kepada Allah akan kita jumpai di dalam buku ini. Dan dengan membacanya kita akan dapat bercermin dan mengukur sampai sejauh mana rasa takut kita kepada Allah, sehingga dengan demikian kita termotivasi untuk terus mengejar ketertinggalan kita dalam hal ini.

 

Detail Info Buku
Format Cover softcover
ISBN Indonesia
Judul Asli Al Khauf minallahi ta’ala
Judul Buku Takut Kepada Allah : Sudahkah Anda Melakukannya ?
Jumlah Halaman 310 hlm
Penerbit / Publisher Pustaka Ibnu katsir
Penulis Muhammad Syauman bin Ahmad Ar Ramli
Ukuran Fisik Buku Buku ukuran sedang 16x24cm