• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Imam Syafii Fikih Seputar Masjid Penulis ; Syaikh Dr Abdulloh bin Shalih Al Fauzan, Penerbit : Pustaka Imam Syafii .. Product #: PIS-0091 Regular price: Rp 60.000 Rp 60.000

Fikih Seputar Masjid

Shalat berjamaah di rumah Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- merupakan kewajiban agama dan jalan yang mengandung petunjuk. Orang yang menunaikan shalat di sana akan memperoleh kemuliaan munajat dengan Allah , kemuliaan ibadah, dan kemuliaan tempat. Islam memberikan pahala yang begitu besar atas kehadiran seseorang di masjid, sebagaimana termaktub dalam banyak nash.
Jika menghadiri shalat berjamaah memiliki kedudukan yang setinggi ini, maka diwajibkan kepada orang yang hendak pergi ke masjid guna menunaikan ibadah-ibadah yang agung untuk menghias diri dengan sifat-sifat dan perilaku terbaik, yang terkait dengan hukum hadir di masjid, seperti yang ditunjukkan oleh Kitabullah dan sunnah Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam-  sebagai bentuk kesopanan terhadap Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- , penghormatan terhadap tempat-Nya yang mulia itu, perhatian terhadap saudara-saudaranya yang melakukan shalat, dan penerapan sunnah.
Sayangnya, sebagian orang yang menuju masjid guna menunaikan shalat berjamaah sering meninggalkan hal-hal sunnah yang berhubungan dengan tempat ini, baik sebelum maupun setelah memasukinya. Akibatnya, terjadilah beberapa kekeliruan dan penyimpangan.
Semua kekeliruan dan penyimpangan tersebut terjadi karena dua sebab, yaitu:
1. Lemahnya keimanan yang dimiliki sejumlah orang, yang menyebabkannya tidak mengetahui hukum-hukum yang berhubungan dengan masjid; atau mengetahui hukum-hukum tersebut namun tidak membutuhkannya, bahkan enggan untuk mengamalkannya. Padahal, berpaling dari agama Allah, tidak mau mempelajari dan mengamalkan ajaran-ajarannya, adalah perkara yang sangat berbahaya. dikhawatirkan penyepelean terhadap hukum-hukum masjid ini akan berubah menjadi penyepelean terhadap shalat itu sendiri.
2. Ibadah shalat yang mulia, bagi kebanyakan orang, telah dijadikan sebagai kebiasaan semata. Karena itulah, Anda menyaksikan orang yang pergi ke masjid sama saja dengan orang yang pergi ke tempat lain. Tidak terlihat perbedaan yang tampak pada dirinya saat berangkat ke dua tujuan tersebut, sebab dia tidak memberi perhatian yang lebih besar terhadap tempat kedua atas tempat pertama. lebih parah lagi, sebagian muslimin tak mau pergi sholat berjamaah di masjid, mereka lebih memilih sholat di rumah, tempat kerja dan lainnya. sungguh musibah yang sangat besar untuk umat ini.
Sungguh, shalat yang merupakan penyejuk hati orang-orang Mukmin dan mi'raj orang-orang yang bertakwa ini, bagi kebanyakan mushalli (orang yang shalat), hanya menjadi gerakan tertata yang telah kehilangan kekhusyu'an, thuma-ninah (ketenangan), dan penghadapan diri yang sesungguhnya kepada Penguasa hari Pembalasan.
Maka, bagaimana mungkin shalat seperti ini dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar? Juga, bagaimana mungkin shalat seperti ini dapat memberikan fungsinya dalam kehidupan dan sepak terjang umat manusia.
Seorang pelaku dosa besar bisa saja duduk di dalam masjid, membaca ayat-ayat Allah dan menyimak ayat-ayat riba, ayat-ayat yang memerintahkan mengikuti Rasulullah dan ayat-ayat lainnya, namun jiwanya tidak akan tergetar atau perasaannya tidak akan tergugah.
Karena dua sebab di atas, dan sebab-sebab lainnya buku ini berupaya menghimpun hukum-hukum dan adab-adab menghadiri masjid dalam satu pembahasan khusus; dalam rangka menghidupkan as-Sunnah, mengingatkan umat manusia akan hal-hal yang telah mereka lupakan dan mengajak mereka untuk mengamalkan semua amalan itu kembali, sebagaimana yang telah menjadi kebiasaan Salafush Shalih umat ini.

 

Bab pendahuluan
meliputi dua pembahasan, yaitu:
A. Definisi masjid dan keutamaan membangun masjid, serta hal-hal yang sepantasnya dilakukan dalam pembangunan-nya.
B. Hukum shalat berjamaah dan peringatan dari menyepele-kannya.

Bab pertama pembahasan , yaitu bab yang paling panjang, berbicara mengenai hukum hadir di masjid untuk melakukan shalat lima waktu.
bab ini terbagi menjadi dua pasal (subbab), yaitu:
A. Hukum-hukum yang terkait dengan pergi ke masjid.
B. Hukum-hukum yang terkait dengan kehadiran di masjid.

Bab kedua pembahasan, berbicara mengenai hukum-hukum yang berkaitan dengan menghadiri shalat Jum'at, karena shalat Jum'at memiliki beberapa hukum yang melebihi shalat-shalat lainnya. Terbagi menjadi dua pasal inti, yaitu:
A. Hukum-hukum yang terkait dengan persiapan shalat Jum'at.
B. Hukum-hukum yang terkait dengan menghadiri masjid yang digunakan untuk shalat Jum'at.

Bab ketiga pembahasan berbicara mengenai hukum-hukum yang terkait dengan kehadiran perempuan di masjid. Ini disebabkan, selain perempuan memiliki kesamaan dengan kaum laki-laki dalam beberapa hukum, karena perempuan memiliki beberapa hukum yang dikhususkan bagi dirinya.

Buku Pintar Masjid : Definisi, Keutamaan, Adab, Hukum, tata cara Sholat Jamaah, Sholat Jum’at, Serta Hukum Wanita Datang ke Masjid
Judul asli : Ahkamu hudhuuri Al Masaajid
Penulis ; Syaikh Dr Abdulloh bin Shalih Al Fauzan
Fisik : Buku ukuran sedang 15.5x23.5cm, Semihardcover, 456 hlm
Penerbit : Pustaka Imam Syafii

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover softcover
ISBN 978-602-9183-33-7
Judul Asli Ahkamu hudhuuri Al Masaajid
Judul Buku Fikih Seputar Masjid
Jumlah Halaman 456 hlm
Penerbit / Publisher Pustaka Imam Syafii
Penulis Dr Abdulloh bin Shalih Al Fauzan
Ukuran Fisik Buku Buku ukuran sedang 15 x23 cm