• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka At-Taqwa Hukum Meminta-minta dan Mengemis Dalam Syariat Islam penulis : ust.Yazid bin Abdul Qodir Jawas, penerbit : Pustaka At Taqwa .. Product #: ATQ-0009 Regular price: Rp 23.000 Rp 23.000

Hukum Meminta-minta dan Mengemis Dalam Syariat Islam

Harga: Rp 23.000  Rp 18.400

- +

Dari Abu Kabsyah 'Umar bin Sa'd al-Anmari, ia mendengar Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda,
'Tiga perkara, aku bersumpah untuknya dan aku beritakan satu hadits kepada kalian maka hafalkanlah. lalu Beliau melanjutkan , "Tidak akan berkurang harta seorang hamba karena sedekah, Tidaklah seorang hamba dizhalimi kemudian ia bersabar atasnya, kecuali Allah akan menambahkan kemuliaan padanya. Dan tidaklah seorang hamba membuka pintu meminta-minta, kecuali Allah akan membukakan pintu kefakiran untuknya..."
[ Diriwayatkan oleh Ahmad (IV/230-231), at-Tirmidzi (no. 2325), Ibnu Majah (no. 4228), al-Baihaqi (IV/ 189), dan yang lainnya. Hadits ini shahih. ]

Mengemis atau meminta-minta dianggap suatu hal yang biasa dan bahkan dijadikan sebagai mata pencaharian, Fenomena ini terus berkembang dan memiliki beragam pola serta perangkat-perangkat yang mampu menunjang perkembangannya banyak sekali model cara mengemis dari model gembel sampai berdasi, bahkan banci.
Dari bentuk alat berupa kotak , mengamen / alat musik, bersiul, tepuk tangan, sampai dengan bentuk supaya lebih nampak intelek dan berkelas, yakni mengajukan proposal !!.

Minta-minta dan mengemis dalam Islam merupakan kehinaan, bahkan Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam mengancam bahwa orang yang minta-minta pada hakikatnya ia meminta bara api dan akan men-cakar wajahnya pada hari Kiamat serta ia akan "datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya", naudzubillah mi dzalik.

Banyak sekali hadits-hadits yang mengancam orang-orang yang selalu minta-minta dan mengemis tanpa ada keperluan.
Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , bersabda :
"... Dan jangan sekali-kali kalian meminta sesuatu kepada manusia." [Shahih: HR. Muslim (no. 1043} dari Shahabat 'Auf bin Malik al-Asyja'I radhiyallaahu 'anhu.]

Bahkan Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam menjamin dengan Surga bagi orang yang tidak meminta-minta.Dari Shahabat Tsauban radhiyallaahu 'anhu ia berkata,
"Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
'Siapakah yang mau menjamin untukku untuk tidak meminta-minta sesuatu pun kepada orang lain, dan aku akan menjamin ia dengan Surga?'" Maka Tsauban berkata, "Saya." Maka dia radhiyallaahu 'anhu tidak pernah meminta-minta sesuatu pun kepada orang lain.
[ Shahih: HR. Abu Dawud (no. 1643), Ahmad (V/276), dan Ibnu Majah (no.1837).]

Dalam buku ini penulis jelaskan pandangan syari'at Islam tentang minta-minta atau mengemis, keutamaan orang yang bersyukur, merasa cukup dan puas dengan rezeki yang Alloh Tabarraka Wa Ta'ala berikan, dan selainnya.

Detail Info Buku
Bahasa indonesia
Format Cover Softcover
Judul Buku Hukum Meminta-minta dan Mengemis Dalam Syariat Islam
Penerbit / Publisher Pustaka At Taqwa
Penulis Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas
Ukuran Fisik Buku Buku ukuran sedang